survei partai politik 2014

Geliat Tanah Ukraina: Potensi Konflik Amerika – Rusia Minimal

Geliat Tanah Ukraina: Potensi Konflik Amerika – Rusia

Gelombang panas muncul lagi, kali ini bukan dari Timur Tengah atau pun Asia Pasifik. Kali ini gejolak muncul dari halaman belakang Eropa dan Rusia langsung: Ukraina. Negara ini sejak lama adalah loyalis Uni Soviet yang terpecah semenjak pecahnya negara soviet tersebut. Mungkin tersadar akan ketertinggalannya dari kesejahteraan dan kemajuan tetangga Eropa Barat, rakyat Ukraina seakan berontak dari pakem Soviet dan mulai memalingkan muka dari Rusia yang arogan namun lemah.

potensi konflik amerika - rusia

Secara geopolitik, kejatuhan Ukraina akan berimbas besar pada posisi Rusia. Jika Ukraina condong ke Barat, praktis Rusia tidak lagi memiliki bantalan langsung menghadapi Eropa Barat. Paling tidak tiga negara besar yang ada di barat Rusia sudah tidak memiliki “hawa Rusia” yakni Ukraina, Turki, dan Finlandia. Sebuah resiko fatal bagi sebuah bangsa yang dulunya adalah adidaya. Di barat Rusia kehilangan pengaruh, di selatan kalah oleh terangnya sinar Cina, dan di timur yang tidak dianggap oleh Jepang dan Korsel yang berafiliasi pada Amerika Serikat.

Stagnasi Ekonomi Ukraina: Potensi Konflik Amerika – Rusia

Terlalu banyak didominasi kekuasaan yang berafiliasi dengan Rusia menyebabkan banyak inefisiensi di Ukraina. Belum juga kalau dihitung beserta kasus korupsi para penguasanya. Sebagai contoh, pada tahun 2012, GDP per kapita Ukraina hanya $7,500 (hanya 2 kali Indonesia) bandingkan dengan tetangga Uni Eropanya yang mencapai $35,100. Tidak mengherankan stagnansi ini juga ter-refleksi dari jenis industrinya yang 10% masih disumbangkan oleh pertanian (vs. 1,8% pertanian di Uni Eropa). Sebuah resiko kesejahteraan apabila terlalu dekat dengan Rusia.