selingkuhan ratu atut pegawai negeri

Buruh Punya Gaya: Buruh Tuntut UMP 2014 Tinggi untuk Cicil Agya dan Ayla

Buruh Tuntut UMP 2014 Tinggi, Wajar Dong…

Kaum buruh adalah kelompok paling layak diperjuangkan, demikian mungkin yang ada di pikiran para buruh pendemo. Sejalan dengan egoisme klasik kaum proletariat (dalam makna sempit), buruh adalah segalanya bagi buruh. Dalam konteks modern milenial di negeri ini, egoisme tersebut ternyata masih relevan. Lebih dari sekedar ingin paling dipentingkan, asal buruh untung pihak lain kalau perlu jatuh ke jurang juga tak mengapa.

Bagi buruh (yang bebal) yang tidak kunjung mau belajar dan tidak mampu menyerap pelajaran: pengusaha hanyalah sekedar drakula haus darah yang mesti dienyahkan, dipotong-potong kekayaannya, dibagi ke sesama buruh biar buruh kaya! Dianggapnya, dari sejuta output produksi pabrik, semua itu semata mata 100% karena andil buruh saja. Buruh tidak kenal andil modal dari pemilik atau pun andil intelektual dari para manager. Buruh paling pintar, buruh paling hebat, paling berkontribusi.

Sebenarnya, seribu satu upaya mediasi dilakukan agar buruh juga terangkat. Bisa sama-sama untung. Tapi toh buruh tetap ngeyel, maunya sekarang buruh tuntut UMP 2014 Tinggi mencapai minimal 3,7 juta sebulannya. Gila. Sebegitu egoisnya tuntutan dan penuntutnya, mereka seakan tidak mau tahu resiko PHK yang akan dihadapi kalau level UMP demikian tinggi diketok palu. Bisa-bisa kolaps semua pabrik dan pengusaha.

Tolong Mengertilah Kebutuhan Buruh,…

Tapi ya kaum buruh itu pasti punya alasan kenapa buruh tuntut UMP 2014 tinggi selangit begitu. Mungkin kita sebagai elemen masyarakat lain (dan pengusaha) yang harus coba memahami. Buruh itu kan manusia juga yang punya banyak kebutuhan dan harus memenuhi aktualitas diri sebagaimana tergambar di teori piramida Marslow.