konspirasi jokowi

Amir Bertanya: Kenapa Orang Cina Lebih Kaya dan Sukses?

Kenapa Orang Cina Lebih Kaya dan Sukses?

Bukan maksud Amir mendiskriminasi dengan penyebutan “orang Cina”, yang dirinya maksud adalah etnis Tionghoa. Orang Cina / keturunan Cina / etnis Tionghoa apa pun penyebutannya adalah anak kandung Indonesia yang sama tinggi dan sama rendahnya dengan berbagai macam suku bangsa Indonesia. Namun, mungkin ada benarnya maksud pertanyaan Amir: kenapa orang Cina lebih kaya dan sukses ya? So, untuk kemudahan pembahasan di artikel ini perkenankan penulis untuk mendikotomi etnis Tionghoa dan non etnis Tionghoa di Indonesia agar bisa saling belajar.

Kenapa Orang Cina Lebih Kaya dan Sukses

Sebelumnya mari kita bikin obrolan ini lebih ramah terhadap statistisk. Tidak semua orang Cina / etnis Tionghoa kaya, namun relatif kepada jumlah etnis masing-masing, proporsi etnis Tionghoa yang kaya secara kasat mata memang lebih besar dari proporsi etnis lain yang ada di Indonesia. Mengapa? Mengapa ada kecenderungan etnis-etnis tertentu (seperti Yahudi, etnis Tionghoa) ‘lebih unggul’ dibandingkan etnis lainnya?

Jawabannya memang banyak faktor, namun entah kenapa dari observasi penulis (nb: penulis bukan etnis Tionghoa), keturunan Cina di Indonesia memiliki keunggulan dalam hal keuletan, kemampuan mengatur uang, dan keberanian ambil resiko.

Konspirasi Zionis di Indonesia: Tiga Begundal Sionis, Wahyudi, dan Mamarika

Sejarah Konspirasi Zionis di Indonesia

Bukan rahasia lagi kalau fakta bahwa sejarah negeri ini memang sejak lama sudah diintervensi oleh kaum Zionis. Semua keburukan di negeri ini dapat dicari jejak campur tangannya si Zionis. Apa alasan Zionis melakukan itu? Semata-mata karena Zionis gak suka melihat kesuksesan bangsa ini! Makanya, sebagai bangsa yang beragama, kita harus selalu waspada dan curiga pada Zionis Israel karena banyak yang bisa mereka lakukan. Sepemikiran dengan kawan-kawan seperjuangan yang lain, Zionis adalah sumber segala  masalah termasuk di Indonesia. Kemiskinan di negeri ini, Zionis penyebabnya. Kenapa kita bisa dijajah? Zionis pelakunya. Kader partai Islam dan bergelar ustad korupsi? Itu juga kerjaan konspirasi Zionis yang tidak suka kita sukses. Bahkan penulis menenggarai kalau kekalahan timnas Indonesia lawan Maroko kemarin adalah buah karya konspirasi Zionis di Indonesia!

Dalam artikel ini penulis akan berusaha memberikan sebuah data rahasia yang tidak pernah terungkap. Sebenarnya, Zionis itu memiliki tiga personel utama. Masing-masing bernama Sionis (anak sulung Zionis), lalu Wahyudi, dan terakhir yang rada bithcy namanya Mamarika. Berdasarkan sumber yang akurat 100%, ketiga-tiganya adalah sumber kejahatan di muka bumi. Mereka adalah penyebab kenapa dunia bergejolak terus dan membiarkan negara miskin tetap miskin dan juga bodoh.

Jokowi Capres 2014 atau Menunggu Lagi?

jokowi capres pdip

Analisis Jokowi Capres 2014

2014 sudah di ujung pintu. Sebentar kita akan memasuki masa Ramadhan lalu Lebaran, seperti zona waktu warp ala Star Trek tiba-tiba sudah masuk bulan 9. Setelahnya, dijamin semua politikus akan semakin fokus bersiap untuk pemilu 2014. Semua janji manis yang sama diucapkan 5 tahun yang lalu akan kembali bergaung di sekitaran kita, semuanya demi satu hal: keterpilihan.

Untuk calon presiden, beberapa partai sudah clear. Golkar akan mengusung Abu Rizal Bakrie yang di benak masyarakat masih kental dengan isu lumpur Lapindo. Kemudian mungkin Prabowo dari Gerindra. Sementara simpang siur konvensi Demokrat yang bisa jadi menelurkan Mahfud MD atau pun Gita Wirjawan yang sudah acapkali disebut-sebut dan disorong-sorong oleh banyak pihak. Nah, dari PDI-P yang kali ini agak gamang. Siapa calonnya? Sebagian bilang tetap Ibu Mega, sebagian bilang mungkin calon muda dari PDI-P.

Hitung-hitungan dan kalkulasi merebak untuk partai yang disebut terakhir. Probabilitas paling mungkin adalah Megawati yang maju lagi, dipasangkan dengan beberapa calon nama yang santer disebut seperti Jusuf Kala. Jelas, kalau Mega-JK maju, kesempatan untuk menang akan cukup besar mengingat para pesaingnya relatif belum terlalu populer. Sebagian tentu mengenal Mahfud dan Gita, namun semakin ke pelosok, mungkin Megawati dan JK terlalu kuat terlupakan dari ingatan masyarakat.