isu ump jakarta 2014

(Kenaikan Gaji Buruh 2013) Jangan Kuliah, Mendingan Jadi Buruh

Buruh merasa kehidupan makin susah sehingga mereka merasa pendapatan selama ini sudah tidak adil lagi sehingga menuntut kenaikan gaji buruh. Untuk UMP DKI tahun 2013 saja, buruh meminta kenaikan gaji buruh hingga 2,7 juta rupiah. Walau akhirnya UMP 2013 ditetapkan sebesar 2,2 juta tapi angka tersebut sudah meningkat sekita 700 ribu dari angka UMP di tahun 2012 yang hanya sebesar 1,5 juta.

kenaikan gaji buruh

Janji Manis Kenaikan Gaji Buruh

Sebuah kesintingan sudah dipertontonkan oleh pemimpin-pemimpin yang gak segan-segan mengumpani buruh dengan janji manis kenaikan gaji buruh yang signifikan. Bayangin aja, dengan inflasi yang tidak sampai double digit, kenaikan UMP 2012 ke 2013 sudah sebesar 46%! Gila! Padahal sudah kita tahu, produktivitas kerja buruh Indonesia secara umum tidaklah bagus bagus amat. Yang ada, banyakan nuntut, malas, dan boros. Maunya hidup enak gaji besar, kerja malas. Sorry to say, tapi memang begitulah gambaran besarnya.

Apakah upah minimum 2,2 juta angka yang realistis? Enggaklah. Andaikan ada perusahaan yang beromzet 100milyar per tahun dengan 1000 buruh dengan gaji rata-rata 3 juta  maka jumlah yang harus dikeluarkan untuk membayar buruh saja sudah 36 milyar (12 x 1000 x 3juta)! Itu belum termasuk biaya ongkos material produksi, biaya marketing, biaya iklan, biaya distribusi, pajak dan lain-lain. Bagaimana pengusaha mau untung?