capres dan cawapres 2014

Data Neraca Perdagangan Indonesia 2013 Defisit, Sistem Ekonomi Kacau

Data Neraca Perdagangan Indonesia 2013 Defisit: Bukti Kegagalan SBY dan Demokrat

Kalau ada klaim kader Demokrat berhasil secara ekonomi kita harus kroscek baik baik kebenaran klaim tersebut. Sebab hanya dari observasi sehari hari saja sudah terasa kok ada yang tidak beres. Harusnya kekacauan tersebut juga tercermin secara makro, kalau penyaji data mau gamblang membuka fakta yang ada. Belakangan ketidakberesan itu terlihat dari data neraca perdagangan Indonesia 2013 defisit.

data neraca perdagangan Indonesia 2013 defisit
Data Bulanan Neraca Perdagangan Indonesia 2013 (Juta Dollar) – id.tradingeconomics.com

Masih ingat ketika pak SBY begitu berkoar-koar ketika menjelaskan bahwa di bulan Agustus neraca perdagangan kita surplus sekitar $132.4 juta? Harusnya pak SBY juga menceritakan kembali defisitnya data neraca perdagangan di bulan September.  :ngikik:

Neraca perdagangan kita amburadul. Tren yang tidak pernah terjadi sebelumnya: impor kita melebihi apa yang bisa kita ekspor. Bukan hanya karena impor yang makin besar, tapi juga karena mandeknya ekspor kita. Lihat saja data di bawah bagaimana impor cenderung meningkat sementara ekspor mandek. Jangan salah, impor yang meningkat juga mengartikan sebenarnya masyarakat kita merupakan pasar yang potensial, sayangnya hal tersebut menjadi buruk ketika ekspor terus menerus menurun. Singkat kata, ada gejala yang kurang beres dengan industri dalam negeri yang 1) tidak bisa memenuhi pasar potensial dalam negeri, 2) yang menjadi kurang kompetitif sehingga ekspor terus turun.

Jokowi Capres 2014 atau Menunggu Lagi?

jokowi capres pdip

Analisis Jokowi Capres 2014

2014 sudah di ujung pintu. Sebentar kita akan memasuki masa Ramadhan lalu Lebaran, seperti zona waktu warp ala Star Trek tiba-tiba sudah masuk bulan 9. Setelahnya, dijamin semua politikus akan semakin fokus bersiap untuk pemilu 2014. Semua janji manis yang sama diucapkan 5 tahun yang lalu akan kembali bergaung di sekitaran kita, semuanya demi satu hal: keterpilihan.

Untuk calon presiden, beberapa partai sudah clear. Golkar akan mengusung Abu Rizal Bakrie yang di benak masyarakat masih kental dengan isu lumpur Lapindo. Kemudian mungkin Prabowo dari Gerindra. Sementara simpang siur konvensi Demokrat yang bisa jadi menelurkan Mahfud MD atau pun Gita Wirjawan yang sudah acapkali disebut-sebut dan disorong-sorong oleh banyak pihak. Nah, dari PDI-P yang kali ini agak gamang. Siapa calonnya? Sebagian bilang tetap Ibu Mega, sebagian bilang mungkin calon muda dari PDI-P.

Hitung-hitungan dan kalkulasi merebak untuk partai yang disebut terakhir. Probabilitas paling mungkin adalah Megawati yang maju lagi, dipasangkan dengan beberapa calon nama yang santer disebut seperti Jusuf Kala. Jelas, kalau Mega-JK maju, kesempatan untuk menang akan cukup besar mengingat para pesaingnya relatif belum terlalu populer. Sebagian tentu mengenal Mahfud dan Gita, namun semakin ke pelosok, mungkin Megawati dan JK terlalu kuat terlupakan dari ingatan masyarakat.