Kekuatan Ekonomi China vs. Amerika Serikat di Abad Baru?

Kekuatan Ekonomi China vs. Amerika Serikat sebagai Super Power?

Beberapa proyeksi menunjukkan bahwa China akan segera menyusul Amerika Serikat dalam hal besaran total ekonomi. Paling tidak proyeksi tersebut dimunculkan dalam salah satu artikel The Economist di mana dengan kecepatan China yang sekarang pada tahun 2019 besaran kekuatan ekonomi China secara total akan mengalahkan Amerika Serikat.

Kekuatan Ekonomi China vs. Amerika Serikat

Lalu mengapa dalam politik luar negeri nampaknya Amerika Serikat malah makin arogan (meski ada upaya China untuk mempertahankan taringnya)? Bukankah sudah bukan zamannya lagi koboi Paman Sam?

Pada kenyataannya logika pertarungan kekuatan ekonomi China vs. Amerika Serikat tidak semudah mengukur besaran total kue ekonomi. Tapi juga harus mengukur berapa kaya masing-masing individu di dalamnya, seberapa sehat industri dan persaingan usaha privat, seberapa inovatif dan kreatif pengusahanya, seberapa rendah tingkat korupsi birokratnya, seberapa stabil kondisi politik ke depannya, seberapa tangguh militernya, seberapa bebas rakyatnya untuk mencapai kesejahteraan, dan lain-lain dan lain-lain seterusnya. Dia tidak berhenti pada ukuran besaran total kue ekonomi.

Ambil contoh Indonesia dibanding Singapura. Secara besaran total kue ekonomi Indonesia 4x lipat Singapura (878 milyar dollar vs. 274 milyar USD). Apa gak hebat tuh Indonesia? Salah, kita kalah jauh. Ingat, bahwa populasi kita 250 juta sementara Singapura hanya 5 juta. Bayangkan dengan jumlah populasi yang berlipat-lipat itu, kita hanya 4x lebih besar?

Begitu juga dalam konteks peta kekuatan ekonomi China vs. Amerika Serikat: China unggul 4-5x lipat lebih besar dalam populasinya, nampaknya wajar China memiliki keunggulan dalam besaran kue ekonomi. Namun kalau soal kesejahteraan per individu nampaknya China masih harus menunggu jauh. Seberapa lama? Mungkin lama sekali, mungkin baru bisa dikejar pada abad mendatang (itupun kalau China mujur bisa bertahan dengan tingkat pertumbuhan rasional dan tidak ada force majeur).

So, penulis pernah baca (kalau tidak salah dari HBR) paling tidak ada empat faktor utama mengapa abad ini masih milik Amerika Serikat.

1. Kreatifitas dan Inovasi Amerika Serikat

Satu yang belum bisa tergantikan peradaban mana pun adalah kemampuan bangsa Amerika untuk menghasilkan teknologi yang kreatif dan maju hingga bisa mencapai akselerasi kecanggihan seperti yang dialami sekarang ini. Pun beberapa peradaban unggul sebelumnya seperti Yunani, China kuno, Romawi, Ottoman Islam, hingga Inggris di abad ke 19, belum pernah “meloncatkan” dunia ke taraf seperti sekarang ini. Orang-orang sekelas Henry Ford, Wright bersaudara, Edison, Einstein, Steve Jobs, Bill Gates, Larry Page nya Google, hingga Mark Zuckerberg dan puluhan ribu individual super kreatif lainnya mungkin tidak belum bisa di-plagiat oleh orang-orang Cina yang komunis.

2. Kemampuan Manufaktur yang Efisien dan jauh lebih maju

Ongkos manufaktur Amerika Serikat (yang sudah lama maju) mungkin lebih tinggi daripada China (yang kelebihan populasi). Tapi banyak referensi yang menunjukkan tingkat efisiensi industri AS yang di atas negara-negara maju lainnya. Di saat ongkos produksi sangat mahal di Eropa, Australia, dan Jepang, justru Amerika Serikat bisa sangat efisien. Keterbukaan (alias: minimalnya proteksi negara) juga membuat industri AS jauh lebih tahan banting dibanding China. Sampai sekarang China pun belum bisa mengimbangi manufaktur AS ketika sudah bermain di level industri kompleks.

3. Energi Booster Amerika Serikat (Populasi dan Gas)

Ada satu yang orang lupa bahwa Amerika Serikat memiliki keuntungan dalam hal populasi. China sebaliknya, sebagian besar karena “kekonyolan” peraturan satu anaknya. Mengapa?

Bayangkan, di China yang sebelumnya memiliki anak banyak normal, lalu dipaksa hanya memiliki satu anak di generasi-generasi berikutnya. Ada satu aspek yang kala itu tidak dipertimbangkan akan ada suatu masa di mana saat generasi satu anak itu sudah dewasa, generasi tersebut akan menanggung orang yang tidak produktif lebih banyak daripada yang produktif. Masih ga ngerti, lihat tabel di bawah:

Piramid populasi China

 

 

 

 

 

 

 

 

Perhatikan bahwa yang usia 20 ke bawah secara tren lebih kecil daripada  yang usia setengah baya (inilah hasil kebijakan satu anak yang lampau). Coba sekarang bayangkan 25-30 tahun kemudian di mana mereka yang kini berusia 30an ke atas sudah pensiun dan tidak lagi produktif. Siapa yang menanggung? Tentu yang sekarang usia 0-25 tahun (yang mana jumlahnya lebih sedikit!). Belum lagi mereka juga harus menanggung anak-anak mereka (yang mana akan >1 anak karena kebijakan satu anak sudah dihapus baru baru ini). Gampangnya gini deh, kalau ada dua-tiga orang anak bekerja lebih gampang kan menanggung bersama beban orang tua yang sudah pensiunan dibanding seorang diri.

Nah balik lagi ke China, di saat itu diprediksi upah kerja di China akan melesat tinggi sekali yang bikin industri manufaktur tidak lagi efisien.

Hal ini berbeda dengan Amerika Serikat di mana mereka justru memiliki keuntungan populasi sebagaimana tergambar di bawah:

Piramid populasi Amerika

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan keadaan seperti di atas, Amerika Serikat justru memiliki bonus populasi di mana kebutuhan tenaga kerja dalam negeri akan terpenuhi secara internal dan populasi produktif juga lebih ringan dalam menanggung usia yang tidak produktif.

Keuntungan lain yang mungkin dimiliki oleh Amerika Serikat adalah keuntungan energi, terutama soal eksplorasi gas alam Amerika Serikat yang benar-benar signifikan. Karena jumlahnya yang banyak, sebagai perbadingan, Amerika hanya butuh $4 untuk membeli 1 juta BTU gas alam sementara China harus mengeluarkan sampai $5.

4. Kebudayaan, militer, dan Modal Swasta

Menghitung perimbangan kekuatan ekonomi politik, kita tidak boleh menghilangkan unsur kebudayaan Paman Sam yang menjadi acuan di seluruh dunia, militer masif yang teruji dalam berbagai pertempuran besar, dan modal usaha swasta AS yang jumlahnya gila-gilaan bahkan jauh melampaui modal pemerintahnya sendiri. Ibarat kata, “Uang Kontan” yang dimiliki oleh usaha swasta AS saja kalau ditotal-total sama dengan total besaran ekonomi Jerman selama 1 tahun (berkisar 5 triliun dollar).

Kekuatan Ekonomi China vs. Amerika Serikat di Abad Baru? Sepertinya AS masih akan lama unggul…

Kalau mau diukur-ukur kekuatan ekonomi China vs. Amerika Serikat sebenarnya saat ini China masih banyak PR. Ketidakmerataan ekonomi dan gejolak demokratisasi China (kemuakan atas otoritarianisme Komunis) akan menjadi Tiananmen-Tiananmen baru yang bisa menjungkalkan Cina dalam 5-15 tahun ke depan, sebelum mereka bisa mencoba menyamakan diri dengan negara maju yang sudah mapan. Atau jangan-jangan, akan lebih dulu pecah perang Asia Pasifik akibat arogansi Cina yang justru menjadi bumerang (?).

Yang pasti abad 22 sepertinya masih akan terus dimiliki AS. Dulu sebelum Cina bangkit, hal yang sama pernah diprediksi. Saat Uni Soviet masih kokoh berdiri, Amerika Serikat sudah berkali-kali diprediksi akan digantikan kedigdayaan Uni Soviet. Pun Uni Soviet runtuh. Kemudian di tahun 1960-70an ketika industri dan ekonomi Jepang masuk masa keemasan, hal yang sama juga diprediksikan terjadi, namun pun akhirnya Jepang memasuki masa stagnan dengan deflasi berkepanjangan.

Kekuatan Ekonomi China vs. Amerika Serikat di Abad Baru? by nasionalis.me