Opini Berita Politik Terkini Indonesia & Referensi Situs Pemilu 2014

Data Pindah Agama Indonesia: Ilusi Pemurtadan

Data Pindah Agama Indonesia: Ilusi Pemurtadan

Di Indonesia, ibarat gacoan, agama sudah menjadi seperti itu. Terlepas dari seberapa bisa agama mempengaruhi hidup secara positif yang paling kerasa agama dijadikan seperti panji-panji oleh pemeluknya. Si A pindah agama ke Prostestan, “pendukung” Protestan akan menabuh genderang kebanggaan. Atau si B pindah memeluk Islam, secara tiba-tiba minimal si B akan disorak-sorai oleh yang lainnya. Ya, sudah seperti pertandingan sepak bola saja.

Kebetulan hari Minggu pagi ini saya buka tv nasional dan sepertinya lagi heboh soal kasus pernikahan Asmirandah dan Jonas yang berbeda agama. Tentu saja, melihat dari kultur masyarakat, isu seperti ini akan sangat digoreng oleh media untuk mendapatkan views yang banyak.

Dalam keseharian hal di atas juga jamak sekali didengar. Pemeluk mayoritas sering fobia soal pemurtadan oleh kaum pemeluk minoritas, di lain sisi minoritas juga suka mengklaim / membanggakan bahwa pemeluknya makin banyak. Dulu waktu masih remaja ingusan, saya pernah dengar konsep transformasi Indonesia di mana sebuah denominasi gereja akan yakin akan terjadi pergerakan iman mayoritas rakyat menjadi pemeluk kristen. Klaim berlebihan untuk publisitas demi eksploitasi jemaat.

Saya tidak tahu pasti, namun ada juga teman saya yang Muslim mengatakan bahwa isu pemurtadan juga menjadi bahan eksploitasi untuk mendapatkan legimitasi dari jamaah. Isu tersebut tentu renyah untuk digoreng para politisi tentunya untuk mendapatkan legitimasi politik dari konstituen Muslim.

Data Pindah Agama Indonesia: Fakta Bertolak Belakang

Hanya saja, faktanya agak berbeda di lapangan. Banyak permurtadan? Banyak orang beralih ke kekristenan? Hm, ternyata toh sensus 2010 masih menunjukkan mayoritas pemeluk Islam masih pada persentase yang tetap di angka 87.2%. So, pasti ada yang “bau amis” dengan fobia pemurtadan atau fasisme kekristenan. Jangan-jangan, kedua isu tersebut memang dieksploitasi oleh para oknum pemuka agama masing-masing entah untuk apa.

Lihat Data Pindah Agama Indonesia berikut yang dikatakan berasal dari Sensus Kementerian Agama 2013. Lihat pada jumlah berapa yang masuk Islam dan berapa yang masuk Kristen (Prostestan / Katolik). Pada kenyataannya, mereka yang menjadi mualaf lebih banyak dari total mereka yang masuk Kristen. Bahkan sebagian besar dari mereka yang baru memeluk Islam adalah mereka yang berasal dari Prostestan atau Katolik. Sedangkan untuk mereka yang pindah ke Prostestan terbanyak adalah pemeluk Katolik sebelumnya, dan sebaliknya.

data pindah agama indonesia

Poin pentingnya, ternyata eksploitasi pola pikir bisa juga terjadi pada figur-figur yang kita percayai. Terkadang kita perlu kritis apalagi menjelang Pemilu 2014 seperti sekarang ini. Akan banyak sekali orang politik yang mencari suara dengan menyebarkan ketakutan akan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ada. Juga, akan banyak sekali orang politik yang mencari dukungan dengan menyebarkan impian kosong yang sebenarnya tidak akan pernah berjalan.

Data Pindah Agama Indonesia: Ilusi Pemurtadan by nasionalis.me

  • Bantu dukung kami dengan LIKE & FOLLOW sosial media kami sembari menyebarkannya ke teman-teman kamu. Thanks!
  • Nasionalis.me berfokus pada opini politik yang disajikan dengan lugas dan gamblang. Sekarung subjektifitas akan menghasilkan objektifitas dengan sendirinya.