Selamatkan TV Kita, Stop YKS dan Pesbukers

Selamatkan TV Kita, Stop YKS dan Pesbukers

Sebagai ‘angkatan lama’ yang pernah menonton acara TV terestrial berkualitas di negeri ini, saya terusik untuk ikut partisipasi menyetop acara tidak mendidik yang sekarang merajai ruang tonton kita. Saya sebenarnya jarang untuk menonton TV, pun saat menonton lebih banyak menonton tv kabel dibandingkan analog. Namun, beberapa kali saya tercengang melihat salah satu acara yang secara spontan saya pikir memang minim unsur pendidikan maupun hiburan yang cerdas. Feeling saya benar, bukan hanya saya yang bilang begitu, banyak pihak yang mengeluhkan acara tersebut. Acara tersebut YKS atau Yuk Keep Smile (Sebelas dua belas dengan Pesbukers).

stop yks dan pesbukers

Dahulu, industri TV analog kita sebenarnya pernah punya atmosfir yang mencerdaskan hingga banyak film maupun acara-acara berkualitas. Sebut saja yang agak hardcore pendidikannya seperti acara edukasi untuk pelajar di TPI sampai yang agak light dikemas dalam bentuk kuis Galileo Galilei. TPI pun dulu keukeuh pada misi pendidikannya hingga sering sekali kita tonton documentary yang ditayangkan di TPI. Kalau bicara yang rada drama, ada sinetron-sinetron realistis yang penuh cerita moral semacam Si Doel Anak Sekolahan, Keluarga Cemara, atau pun Satu Kakak Tujuh Ponakan. Ruang genre anak muda juga tetap ada dan punya karakter moral seperti Jin dan Jun atau Lupus. Kalau mau agak action dan kolosal dikit, ada tuh namanya Wiro Sableng, Si Buta dari Goa Hantu, atau pun Brama Kumbara. Bahkan anak-anak kecil pun disuguhi slot tontonan yang cukup banyak di pagi hari (weekend maupun weekday) mulai dari kartun, tontonan mendidik, dan lagu-lagu ceria.

Sekarang?

Waduh, sekarang mah payah. Simak saja bagaimana kisah-kisah sinetron reliji yang terlalu memaksakan seperti Tukang Bubur Naik Gaji maupun Otak yang Tertukar :p. Cerita sinetron sekarang kata asisten di rumah saya gampang ditebak. Biasanya: Anak perempuan orang kaya dan cantik dan relijius dan baik yang sedemikian rupa sehingga sementara hidup dalam kemiskinan hingga akhirnya bertemu jodohnya (biasanya sang jodoh ini kaya juga, ganteng juga, sudah punya pacar yang jahat). Lalu akhirnya mereka tahu bahwa sang perempuan yang cantik dan relijius dan baik itu ternyata juga kaya. Hehe. Biasanya isi plot dari sinetron 200 sekian episode itu sudah tergambar di judulnya. Contoh: Otak yang Tertukar, tadi.

Sedangkan kini acara TV-show sudah dipenuhi oleh komedi tidak bermutu. Ya seperti YKS dan Pesbukers itulah. Haha hihi tidak jelas sambil goyang-goyang yang tidak jelas sembari berguyon kasar dan selentingan jorok. Terlalu hura-hura bahkan seringkali mengajarkan ketidaksopanan secara fisik. Bahkan menurut asisten rumah tangga saya, kalau OVJ saja dapat nilai raport 5.5, YKS dan Pesbukers ini jauh lebih tidak cerdas dan dapat nilai 3.

Apa Pentingnya Stop YKS dan Pesbukers?

Penting sekali. Anda adalah apa yang Anda baca, Anda tonton, dan Anda makan. Kultur modern kita juga dipengaruhi kuat oleh televisi. Kalau di televisi Anda dan anak Anda terjejali kata kata jorok, guyonan fisik, dan hura-hura melulu. Mau jadi apa? Kalau sepanjang minggu orang rumah Anda terjejali ide bahwa orang-orang Majapahit dulu sudah bermobil dengan rumah di Menteng dan ada naga serta komodo dengan efek seadanya. Mau jadi apa? Kalau setiap nonton terjejali tangisan dan doa tanpa perjuangan akan menghasilkan kekayaan karena berjodoh dengan orang kaya ganteng. Mau jadi apa?

Jujur saja artikel ini ditujukan supaya sadar bahwa televisi itu punya pengaruh kuat, setidaknya saat ini. Tidak semata mata stop YKS dan Pesbukers saja, seharusnya badan sensor sudah mulai menyasar mana yang laik tayang mana yang tidak.

Tontonan yang buruk akan masuk ke alam bawah sadar Anda. Mempengaruhi mental dan cita-cita Anda. Mempengaruhi kehidupan Anda. Sebenarnya tidak mengapa kalau itu hanya terjadi pada Anda. Tapi akan buruk kalau berefek pada jutaan orang yang hidup dalam nusantara ini. Keburukan itu berarti akan merasuki nasib ibu pertiwi. Untuk yang mau mendukung petisi Stop YKS dan Pesbukers masuk dimari: http://goo.gl/zZS28g

Selamatkan TV Kita, Stop YKS dan Pesbukers by nasionalis.me

 

  • Hadi Purwanto

    setuju, kedua program tersebut ( YKS dan Pesbukers) sangat tidak mendidik. ini harus segera di stop krn akan meracuni generasi muda dgn celotehan yg kasar dan jorok

  • Rhmat Officional

    betul skali… gk mendidik sama sekali..
    kalo komedian saya masih sneng sama ovj karna masih melestarikan budaya dan lagu nusantara , dan lagu yang dulu juga ada.
    klo pada saat weekend & weekday tv skarang banyak film gosip’nya daripada film yang kayak dulu seperti acara untuk anak” maupun cartoon yg berpendidik

  • Bad_boy

    Indonesia cuma gudAngnya pelawak yg hobi nabur gandum ke pemain lain. Gak kreatif sama sekali

  • andy

    Gw lebih setuju kl pesbuker di g adain, jiji sumpah. Ngajarin g bener !!! Apalgi iklannya itu loh yg bilang goyangnya lebih asik g tu bagus dr keep smile . Apa apaan coba mmang lo udah perfect blang gt. Cuman tuhan yg sempurna. Gw cuman ingin mencurahkan isi hati aja bukan maksud menghina, tp mmang kenyataannya

  • bibin

    benar sekali ,, kasian anak2 yg harusnya belajar malah nonton YKS

  • Hadi Mulyono

    Harusnya pemerintah yang punya kewenangan menyetop acara di TV Swasta yang tidak bermutu atau membodohi masyarakat, dan banyak acara ghibah (mencari dosa).