Puisi Selamat Hari Ibu Ratu Atut Chosiyah

Selamat Hari Ibu Ratu Atut

Sesederhana detik berulang, tahun pun berulang
Waktu itu naif, datang berulang hanya baju beda
Kadang merah, kadang biru, kadang hitam, kadang jingga
Merah marah, biru muram, hitam duka, jingga sesal

Berkali waktu datang namun kita acuh, pura tidak dengar
Mungkin karena kuping bebal atau hati dungu
Kita tetap tidak dengar seolah hidup seribu tahun
Ia sekarat, ia melarat, kita tetap keparat

Waktu kini bosan, Bu. Jadi Ibu yang ajarkan kita langsung
Sebuah pelajaran nonsen yang tidak diajar di bangku kuliah:
Mata subjek kehidupan

Bahwa ketidakjujuran dan kebebalan akan mematuk pemiliknya tepat waktu
Dengan bisa beracun yang menyakitkan hati dan meluluhkan air mata
Bahwa kehidupan bukan hanya tentang uang
Ada juga rasa malu, rasa sesal, dan ketakutan yang amat sangat

Walau Ibu mengajarkan dengan cara yang salah
Namun itu tetap berguna supaya kami tidak mengikut

Selamat Hari Ibu, Selamat berbaju jingga

selamat hari ibu