Motor Langgar Busway: Hikmah Solidaritas Bahu Membahu Gotong Motor

Motor Langgar Busway: Solidaritas Bangsa Tercermin dari para Bikers

Kultur gotong royong terbukti lagi lewat kisah para bikers akhir-akhir ini. Setelah kultur musyawarah kita yang juga tercermin lewat uang damai kalau kena tilang polisi, kini kekuatan solidaritas (alias gotong royong) jelas muncul di tengah jalur busway. Sifat bangsa ini tersebut muncul tepatnya di jalur busway Mampang Jakarta Selatan, saat banyak motor langgar busway.

motor langgar busway

motor langgar busway 2

Puluhan motor yang tadinya cuek bebek masuk ke jalur busway tiba-tiba panik setengah mati setelah melihat ada gerombolan polisi yang siap menilang mereka di kejauhan. Melihat kenyataan polisi-polisi tersebut ternyata serius menilang bikers yang keduluan ketangkep, para bikers yang di belakang ciut nyalinya dan mulai mundur teratur (yah, kebanyakan tunggang langgang sih). Ada yang berhasil selamat kabur sampai keluar jalur busway namun ada juga yang saat kabur balik arah malah datang bus transjakarta sehingga mereka tidak bisa lewat. Harap diinget, mereka tidak bisa lepas dari “jebakan” mengingat separator beton jalur bus transjakarta cukup tinggi, lebih dari 0,5 meter. Digeser pun sulit karena berat dan rapat.

motor langgar busway 3

Terjebak di jalur busway, kreatifitas dan solidaritas sesama anak bangsa pun muncul. Gak tanggung tanggung idenya, motor semotor-motornya digotong bahu membahu demi melompati separator tersebut! Betapa mencengangkan. Egoisme dan individualisme para bikers seketika ditanggalkan demi bersama-sama lari dari jeratan hukum. Tidak ada sekat-sekat lagi sesama anak bangsa, agama apa pun, suku apa pun, pria, wanita, semua bersatu padu untuk mengatasi tantangan separator.

Hikmah Terpendam Gotong Royong

Dari kejadian itu kita tentu bisa memetik hikmah pertama: ternyata masyarakat kita sangat bersatu jika dan hanya jika untuk keselamatan bersama terutama lari dari jeratan hukum. Kalau pemuka agama mengajarkan sembayang berjamaah, lalu kenapa untuk curang tidak boleh juga berjamaah? Yang penting terjang dulu, urusan terjerat kita bisa berusaha kabur. Kalau pun terjebak di tengah-tengah bisa saling menggotong.

Hikmah kedua: ternyata masyarakat kita merupakan masyarakat yang berani mati, tapi takut hidup. Ngebut, adu banteng, tidak pakai helm, adu nyawa trek-trekan semua berani dilawan. Masyarakat kita tidak takut kehilangan nyawa, kita lebih takut mempertanggungjawabkan tilang. Duh dasar motor langgar busway!

 

Motor Langgar Busway: Hikmah Solidaritas Bahu Membahu Gotong Motor by nasionalis.me

  • brur

    cerminan para manusia yang mau enaknya sendiri…ya itulah…pengendara motor…hampir 95% bermental seperti ini. dengan semboyan:

    1) Yang paling benar adalah pengendara motor

    2) Cara cepat sampai tujuan (semboyan koruptor juga)

    3) Yang penting gw nyaman dulu, orang lain nanti dulu

    4) Memandang sinis orang2 di dalam mobil pribadi, tapi juga sering memaki pejalan kaki yg gak mampu beli kendaran, termasuk merebut hak pengguna kendaraan umum.

    5) peraturan ada utk dilanggar

    6) hidup itu simple, gak usah repot2/cape2 gantungan di bis/kreta. Soalnya rumah gw jauh bgt.

    7) Kelurga menunggu di rumah utk keselamatan…..tapi gimana yah…namanya juga cari duit buat kluarga….(tanpa dipikirkan kalo kenapa2, kluarga juga yg kerepotan)

    7) Kalau ada hal lain atau masalah yang berkenaan dengan pengendara motor, harap simak kembali nomor satu. harga mutlak!