Opini Berita Politik Terkini Indonesia & Referensi Situs Pemilu 2014

Mengungkap Motif: Apa dan Kenapa Farhat Abbas?

Mengungkap Motif: Apa dan Kenapa Farhat Abbas?

Belakangan lagi jadi berita tentang perseteruan Farhat Abbas dan keluarga Ahmad Dani terutama dengan putra-putranya yang mengajak Farhat berduel dibandingkan adu seteru di twitter. Bukan kali ini saja Farhat Abbas menjadi perhatian banyak pihak karena ‘congor’nya yang seakan minus intelektualitas namun menganga ke mana-mana. Apa dan kenapa Farhat Abbas? Apa Motifnya?

Farhat Abbas yang sesumbar menjadi capres ideal Indonesia dengan konsep sumpah pocongnya tentu bukan orang bodoh yang tidak menyadari tindak tanduknya justru membuat dirinya tampak konyol. Pasti ada motifnya, tapi apa itu?

apa dan kenapa farhat abbas

Apa dan Kenapa Farhat Abbas: ‘Menggonggong’ Demi Positioning?

Farhat Abbas juga berstrategi. Dia paham dunia perpolitikan Indonesia kekurangan orang-orang yang bisa jadi watchdog dan badut di saat bersamaan sebagaimana yang telah dicontohkan Ruhut Sitompul. Sedikitnya orang yang ingin mengambil positioning yang diambil Ruhut dipengaruhi oleh kultur budaya kita yang masih malu-malu dan awam terhadap kebebasan berpendapat. Tentu Farhat ingin juga menjadi seperti seniornya Ruhut Sitompul. “Gonggongan” yang dilakukan Farhat Abbas akhir-akhir ini tentu untuk mencari perhatian, namun utamanya bukan untuk karirnya sebagai pengacara, justru untuk karir politiknya. Dengan “gonggongannya” dalam banyak peristiwa dia seolah hendak menunjukkan kenekatan, loyalitas, dan ketidakwarasan saat dirinya menjaga “tuannya” nanti.

Pemilu dan Pilpres 2014 sebentar lagi di mana partai, politikus, dan pejabat akan mencari “anjing penjaga-anjing penjaga” yang kalau bisa senekat dan sekonsisten Ruhut Sitompul saat membela tuannya, SBY. Di sinilah momen yang penting untuk Farhat tetap menjaga keberlangsungan suara berisiknya agar banyak dilihat calon tuannya. Supaya saat peristiwa pemilihan umum selesai nanti, segera ada partai, politikus, atau pejabat besar yang merekrutnya. Strategi yang bagus bukan? Membikin kontroversi lebih efektif dan efisien daripada menghabiskan dana iklan sampai M-Man.

Terlepas kegunaan dan ke-etis-annya, menjadi seorang figur kontroversial seperti Ruhut Sitompul tentu memberikan hasil finansial, kedudukan, dan kedekatan dengan penguasa. Farhat Abbas tahu benar, dia tidak sekelas dengan pengacara kaliber seperti Hotman Paris, Hotma Sitompul, Juan Felix, OC Kaligis, atau pakar hukum seperti Yusril Ihza Mahendra. Farhat paham dia paling mentok hanya sekelas Ruhut Sitompul. Tapi, soal pemetaan karir politiknya, Farhat sangat mengerti arahnya!

Farhat Abbas tidak bodoh, dia justru sedang membodohi.

Orang-orang bodoh berpura-pura pintar di tengah orang-orang pintar. Sedangkan, orang-orang pintar berpura-pura bodoh di tengah orang-orang bodoh yang berpura-pura pintar.

Mengungkap Motif: Apa dan Kenapa Farhat Abbas? by nasionalis.me

 

  • shendy

    Kalo menurut gua, farhat mungkin udah mengikuti agenda seseorang sebagai pengalih isu. yang harus kita cari, isi apa dan siapa dalangnya…

  • parhat

    Apakah farhat abbas org pintar yang sedang berpura2 bodoh? Atau memang betul2 orang bodoh yang sedang berpura2 bodoh? Hanya Tuhan dan mba Nia yang mengetahui ………….

  • juminten

    yg nulisnya aja bodoh

  • Bantu dukung kami dengan LIKE & FOLLOW sosial media kami sembari menyebarkannya ke teman-teman kamu. Thanks!
  • Nasionalis.me berfokus pada opini politik yang disajikan dengan lugas dan gamblang. Sekarung subjektifitas akan menghasilkan objektifitas dengan sendirinya.