Kisah Pilu Sebuah Negeri “Atas Nama Cari Makan”

Sebuah Alasan “Atas Nama Cari Makan” di Atas Segalanya

Indonesia, sebuah negeri di mana peraturan terlindas dan integritas wafat akibat sebuah alasan klasik: Cari Makan. Ya, semua bisa bilang atas nama cari makan untuk mendapatkan sebuah pembenaran, dasar kita yang permisif, toleransi pun diberikan.

Masyarakat langgar peraturan bilangnya: maklumin saja, untuk cari makan.
Birokrat lakukan pungli dalihnya: untuk tambah-tambah uang makan.
Aparat terima suap membela diri: yah kalau cuma terima gaji, gak cukup untuk makan.

atas nama cari makan

Semua orang butuh makan itu pasti. Akan tetapi, sebuah kebutuhan tidaklah sekonyong konyong menjadi pembenaran untuk melakukan apa pun semau kita. Kalau selalu “Atas Nama Cari Makan” menjadi pembenaran untuk melakukan apa pun, apa bedanya kita dengan binatang? Binatang melakukan apa pun untuk makan bahkan saling membunuh sesama spesiesnya. Apakah kita biarkan Indonesia menuju kondisi itu?

Sekarang kita terbiasa memvalidasi apa pun yang kita lakukan dengan “atas nama cari makan”. Dari yang miskin sampai yang kaya. Pejabat gurita berpesta pora dengan mencatut uang rakyatnya. Ya namanya juga cari makan. Pedagang kaki lima mengambil trotoar untuk lapak tidak peduli bikin susah orang lain dengan kesumpekan dan kemacetan. Ya namanya juga cari makan. Pencuri tanah negara bangun gubuk tak terima ketika digusur, justru minta ganti untung. Ya namanya juga cari makan. Mengemis jadi kerjaan. Namanya juga cari makan!

Sudah gilakah kita? Sebegitu kompetitifnya kah bumi pertiwi kita ini sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan diri sendiri harus sampai merugikan orang lain? Apakah Indonesia sudah menjadi negara Zero Sum Game?

Suatu hari saya pernah mendengar kutipan bijak dari Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti: Integrity is the baseline, the rest is strategy. Jangan pernah ‘memakan’ orang lain untuk mengenyangkan perutmu. Ingat, to survive is one thing, but to stick with integrity is another thing. Sebagai manusia yang mengaku beragama (seringkali mengaku agama yang dipeluknya paling benar) akan sangat menjijikan kalau kita tega mengorbankan hak orang lain untuk kasih makan anak istri. :D