Opini Berita Politik Terkini Indonesia & Referensi Situs Pemilu 2014

Jokowi Ahli Branding Antitesis SBY Ahli Pencitraan

Jokowi Ahli Branding Antitesis SBY sang Ahli Pencitraan

Selamat untuk Jakarta yang beruntung memiliki sosok gubernur seperti Jokowi yang memiliki kesungguhan dalam berkarya. Dirinya menginspirasikan banyak hal, terutama tentang makna kepemimpinan sesungguhnya. Kepemimpinan berarti melayani. Hanya dalam satu tahun, sederet kerja nyata Jokowi benar-benar kerasa. Dari sederet pemenuhan janjinya pada saat kampanye paling tidak ada 5 yang cukup nendang:

  1. Jokowi berhasil ngebersihin PKL Tanah Abang, bayangin hanya dalam 1 tahun kepemimpinan. Jadi bingung Gubernur yang sebelumnya ngapain aja (?)
  2. Pengerukan Waduk Pluit dan dibikin taman. Gak cuma di waduk Pluit, di kali kali got-got kecil sekarang sering sekali dikeruk. Sebuah usaha yang sangat jelas dilakukan untuk mengantisipasi banjir.
  3. Lelang jabatan. Program yang satu ini benar-benar ruuuuarrr biasaaa… Bagaimana enggak, di saat birokrat-birokrat melahirkan aparat keparat untuk memeras masyarakat, Jokowi justru membasminya. Level sampai kelurahan pun sekarang sudah bekerja cepat layaknya pelayanan bank.
  4. KJS dan KJP. Implementasi kedua kartu ini amat jelas, kan?
  5. Realisasi proyek pembangunan MRT dan Monorail.

Jokowi Ahli Branding yang Pekerja Keras bukan Pencitraan Picisan

Pernah belajar marketing dan branding? Bahas dikit ya, kalau di dunia pemasaran ada yang disebut ahli branding dan juga ada yang disebut ahli pencitraan picisan (alias tukang obat). Branding secara sederhana adalah sebuah pembangunan identitas yang te-refleksi dari segala hal yang dilakukan atau dari segala faktor (baca: marketing mix). Branding lahir lewat usaha yang alamiah karena hal tersebut memang brand tersebut serupa sebangun dengan karakter asli.

Sedangkan ada tipe lain yang disebut pencitraan murahan atau jualan ala tukang obat. Ibarat jualan obat, obat tidak manjur tapi berkoar-koar dan mengaku-ngaku manjur. Bahkan kalau perlu pakai testimonial palsu. Gencar di komunikasi, baik lewat spanduk, kampanye, televisi, dan semua media, tapi nihil di dampak nyata.

Istilah-istilah ala marketing di atas juga bisa diterapkan di pergulatan politik Indonesia. Setahun kepemimpinan Jokowi, jelas kita bisa mengkategorikan Jokowi ahli branding.

jokowi ahli branding

Ini agak berbeda dengan SBY. SBY sudah hampir 10 tahun memimpin, tapi minim dampak. Reformasi birokrasi tidak jelas arahnya, korupsi di mana-mana bahkan anak buahnya juga banyak terkait kasus, ekonomi tidak kunjung mandiri malahan kita menjadi negara yang importnya lebih besar dari ekspor di saat SBY memimpin, ketidaktegasan terasa sekali, tapi kok bisa berkoar bahwa negara ini makin sukses dan makin dekat pintu kemajuan? Memang harus diakui award terbaru SBY: SBY ahli pencitraan.

Jokowi Ahli Branding Antitesis SBY Ahli Pencitraan bu nasionalis.me

  • Bantu dukung kami dengan LIKE & FOLLOW sosial media kami sembari menyebarkannya ke teman-teman kamu. Thanks!
  • Nasionalis.me berfokus pada opini politik yang disajikan dengan lugas dan gamblang. Sekarung subjektifitas akan menghasilkan objektifitas dengan sendirinya.