Hikmah Kasus Holly Angela: Banyak Orang Brengsek + Psikopat Sekarang Ini

Kasus Holly Angela Bukti Makin Tidak Aman

Entah karena media yang makin bombastis atau memang kriminalitas & degradasi moral yang meningkat, akhir-akhir ini berentet kejadian-kejadian yang di luar akal sehat. Melindungi selingkuhan sampai memutilasi istri lah, sakit hati seorang perempuan memotong penis pasangan lah, diputuskan mahasiswa Untar pecundang siram air keras lah, sampai motor juga bisa jadi penjahat dan nyeret rambut Sisca Yofie  :diem:.

kasus holly angela

Makin banyak pasangan sendiri yang jadi orang brengsek dan malah menyakiti pasangan. Terakhir ini ada lagi kasus pengecut: Kasus Holly Angela yang tewas di apartemen Kalibata City. Di awal-awal sih kasus ini sepertinya simple, namun terakhir terbongkar ternyata pelaku lebih dari satu dan dicurigai ada orang dekat Holly yang menjadi otak kejadian. Seorang saksi penting yakni seorang Auditor BPK Gatot Supiartono, yang katanya adalah suami siri Holly, belum juga bisa dimintai keterangan.

Ya penulis mungkin penulis kurang tepat dalam generalisasi kriminal kejam equivalen dengan psikopat. Namun, mudah-mudahan pembaca bisa mengerti. Soalnya sepertinya makin banyak populasi manusia macam itu. Semula ditenggarai pengidap penyakit mental ini hanya sekitar 1% dari populasi, namun sekarang sepertinya kutipan Ann Landers ada benarnya. Ia bilang: One out of four people in this country is mentally unbalanced. Think of your three closes friends; if they seem OK, then you’re the one”. Atau dalam bahasa Indonesia: “Satu dari empat orang di dunia ini mengalami gangguan jiwa. Bila tiga orang yang anda kenal baik-baik saja, berarti anda-lah yang mengalaminya“.

Kalau benar spekulasi yang beredar di masyarakat tentang siapa sih aktor utama dalam kasus Holly Angela (eheem… ehem… you know who-lah :ngikikngikik:), berarti memang benar bahwa ke-brengsek-an itu ada di mana pun. Brengsek itu bisa kaya bisa miskin, bisa pengangguran bisa pejabat eselon, bisa beragama bisa musyrik, bisa laki-laki bisa perempuan, bisa bilang sayang hari ini tapi besok sudah berbeda. Kasus Holly Angela harus dijadikan pembelajaran supaya kita lebih berhati-hati lagi dan mulai berani mengidentifikasi kemungkinan potensi orang jahat di sekitar kita. Berikut adalah beberapa ciri praktis potensi psikopat (yang ditebalkan ciri yang paling mudah dikenali):

  1. Sering bohong
  2. Merasa superman, merasa jagoan, merasa dirinya paling hebat
  3. Gak punya rasa penyesalan dan gak punya rasa bersalah. Dia bisa jadi berani mengakui kesalahan tapi tidak ada gurat penyesalan dalam sikapnya.
  4. Waktu kecil sering melakukan pelanggaran
  5. Tidak acuh terhadap apa yang terjadi di masyarakat dalam pekerjaan bisa koruptif dan tega mengambil apa yang bukan haknya
  6. Tidak empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya. Ada kesenangan tersendiri untuk melihat tayangan kekerasan, video dan gambar sadis yang sebenarnya menjijikan untuk kebanyakan orang. Bangga dan sering menyakiti binatang
  7. Konsisten agresif
  8. Impulsif dan tidak memiliki kemampuan untuk merencanakan kehidupan dengan baik. Tidak ada waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele
  9. Sering tidak mampu bertanggung jawab, sehabis menyiram air keras lalu kabur hehe….  :wow:
  10. Saat melakukan sesuatu yang salah (misalnya ketahuan menipu, ketahuan berbohong, tersudut) para pengidap tidak memiliki ciri fisiologis yang sewajarnya muncul ketika sedang tersudut. Orang normal biasanya tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Psikopat tetap santai dan senyum bahkan di depan kamera.
  11. Hidup sebagai parasit dan sering gagal bertahan lama dalam suatu komunitas atau pekerjaan tertentu (a.k.a sering dipecat dan keluar masuk pekerjaan) padahal pencapaian akademisnya bagus
  12. Cenderung cerdas (tapi plis deh, yang cerdas jangan merasa bangga apalagi mulai membusung dada karena berciri psikopat, mengidap penyakit mental kok bangga)
  13. Perhitungan dan selalu pamrih bahkan kepada orang tua sendiri.