Curious Case of Boediono: Ternyata Indonesia Masih Punya Wapres

Boediono Masih Ada, Ternyata Indonesia Masih Punya Wapres

Sempat berpikir ke mana sih wapres kita setelah sekian lama tidak kedengeran? Namun beberapa hari ini saat polemik mobil murah makin kencang, akhirnya Boediono kelihatan lagi. Surat Jokowi dibalas! Ya, surat yang dikirimkan Jokowi untuk wapres, ternyata dibalas. Dengan demikian positif, kita masih punya wapres.

Ke mana saja wapres Boediono selama ini? Tampaknya memang Boediono sengaja tidak terlalu ditampilkan dalam pemerintahan SBY periode keduanya. Besar kemungkinan berhubungan dengan hikmah yang didapat saat Jusuf Kalla yang menjabat wapres. Saat itu, aura SBY tersaingi aura JK yang lebih pro aktif. SBY bisa jadi jengah karena berarti popularitas dan dominasi kepemimpinan bisa terganggu. Maka tidak heran, SBY sedikit “mengorbankan” JK kala itu. Sempat suatu kesempatan, SBY meminta JK untuk mengumumkan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi yang tentu tidak populer. Eh, giliran pengumuman menurunkan harga BBM, SBY yang maju duluan berkoar-koar.

Agak tidak beruntung menjadi Boediono. Apalagi mendengar banyak komentar di dunia online: “Ternyata Indonesia Masih punya Wapres“. Tapi mungkin ini adalah hasil kalkulasi Demokrat yang memilih calon wapres seperti Boediono yang tidak memiliki latar belakang politis apalagi kekuatan politik. Konsekuensi logisnya jelas: Boediono tampak seperti dijadikan pion dan sekedar simbol seremonial, walau mungkin kenyataannya dia bekerja keras di belakang meja. Sebuah survey IRC (Indonesia Research Center) menunjukkan tingkat ketidakpuasan terhadap SBY 57% dan tingkat ketidakpuasan yang jauh lebih besar pada Boediono sampai 70.4%. Benar, rakyat tidak melihat tindakan nyata Boediono.

 

Presiden Selanjutnya Harus Punya Wakil yang Seimbang

Saatnya merubah tagline mengecewakan: “ternyata Indonesia masih punya wapres” di Pilpres 2014. Pemimpin yang baik harus bisa mengoptimalkan kerja asistennya dan di saat bersamaan berani memberi mereka ruang untuk diapresiasi sebagaimana seharusnya. Jangan sampai lagi kita memilih presiden yang salah, presiden yang “mematikan” ruang asistennya hanya supaya dirinyalah yang menjadi bintang sendirian.

ternyata Indonesia masih punya wapres

Ternyata Indonesia Masih Punya Wapres by nasionalis.me