Trend Kasus Penembakan Polisi, Waktunya POLRI Belajar Malu

Kasus penembakan polisi kembali terjadi, kali ini di Pondok Aren. Dua orang korban polisi adalah Bripka Ahmad Maulana dan Aiptu Kus, yang ditembak secara tragis oleh pelaku dengan cara seorang pengecut. Entah pelaku adalah bagian dari gerakan terorisme atau kriminal biasa, tentu pelaku harus dicari sampai sudut mana pun di muka bumi ini, tangkap dan hukum seberat beratnya karena menghilangkan nyawa seorang manusia.

kasus penembakan polisi

Kasus Penembakan Polisi di Kemerdekaan RI, Waktunya Refleksi

Terlepas dari pelakunya, teror terhadap aparat keamanan sipil ini merupakan sinyal yang amat jelas bagi polisi di republik ini untuk berubah. Penembakan menunjukkan kebencian yang teramat sangat yang hanya merupakan puncak gunung es dari banyak kemuakkan sehari hari yang muncul di keseharian rakyat awam.

Tidak usah tanya kepada teroris yang memiliki “spesies” kebencian yang berbeda pada kemapanan aparat, tanya kepada rakyat. Bukan rahasia lagi, kalau institusi kepolisian di Indonesia sudah sedemikian dianggap bobrok. Mulai dari hal sepele dari pungli tilang menilang di pinggir jalan, sogokan bikin surat-surat, sampai kasus besar korupsi yang melibatkan petinggi polisi seperti yang ada dalam kasus simulator SIM. Terakhir, drama terindikasi terjadi lagi pada pengungkapan kasus Sisca Yofie yang tidak masuk nalar sama sekali.