Biodata Anak Jendral Penerobos Busway: Febri Perta Pratama Suhartini

Ini zaman dimana hukuman sosial jadi signifikan, contohnya yang menimpa anak jendral. Kisah lengkap pindah agama mualaf Bella Saphira, kasus seks di Lapas Vanny Rossyane dan terpidana mati Freddy Budiman, tidak bagusnya review film wolverine, sinopsis seramnya film the conjuring, hingga indikasi terkaitnya Nikita Mirzani dengan Vanny bisa tersaji transparan dan kumplit.

Kisah sang Anak Jendral

Perpaduan sosial media dan internet menjadi people trial / pengadilan jalanan yang tidak bisa lagi dihindarkan. Tanpa penggiringan media sekalipun masyarakat akhirnya terbiasa kritis: menghukum secara sosial yang salah dan membela yang dianggap benar. Beberapa kasus, seperti kasus korupsi sapi PKS pustun menjadi bulan-bulanan masyarakat yang berakibat turunnya rating partai, sementara kasus kecelakaan motor Ari Wibowo malah membawa simpati masyarakat.

Terakhir ini malah muncul lagi kisah konyol sang anak jendral yang memaksa membuka portal jalur busway. Merujuk dari berbagai berbagai berita Indonesia terkini, hukuman sosial dahsyat menghampiri, melebihi apa yang mungkin KUHP acungkan. Inilah saat di mana generasi harus belajar untuk melakukan auto refleksi terhadap kultur yang salah dalam kehidupan bermasyarakat dengan harapan di generasi selanjutnya hal-hal buruk tersebut bisa menjadi bahan pelajaran untuk tidak diikuti lagi.

Kembali ke kasus Febri, jelas ini adalah hal konyol yang dilakukan seorang anak muda berpendidikan yang seharusnya bisa memberikan style bersih dalam kehidupan sehari-hari, sayangnya Febri justru melakukan kesalahan yang fatal dengan mengaku-ngaku dengan arogan anak jendral hanya untuk petantang petenteng nerobos jalur busway.

Jangan salahkan masyarakat yang geram akan ke-songong-an ini. Ini sudah bukan jamannya lagi bergaya bak kaisar meminta karpet merah untuk diri sendiri. Sekarang Febri sudah kelimpungan pastinya, akibat arogansi murahannya sekarang dia sedang menerima hukuman sosial. Semoga Febri ke depannya makin bisa belajar lebih banyak lah. Apalagi ternyata arogansi Febri tidak match dengan prestasi kesehariannya sebagai mahasiswa Trisakti. Mahasiswa angkatan 2010 yang kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti ini, Febri ternyata hanya ber-IPK nasakom 1,26 (IP terakhir 1,02) untuk 39 SKS yang sudah dijalaninya. Dirinya mengaku tinggal di Desa Serua Permai, Tangerang. Berikut adalah sedikit penampakan Febri sebelum menutup akun Facebook dan Twitternya:

febri suhartini

foto anak jendral penerobos busway

febri perta pratama anak jendral pembalap

Sedangkan ini satu foto Febri dengan pacar / kekasihnya:

pacar febri anak jendral febri penerobos busway

Semoga Febri belajar banyak.