Opini Berita Politik Terkini Indonesia & Referensi Situs Pemilu 2014

3 Kata yang Membangun Kredibilitas Anda!

 

 

 

 

 

 

Jadi orang yang berusaha “seakan tahu segala-galanya” seringkali malah bikin orang lain bertanya-tanya. Padahal ketika bicara soal kredibilitas, kalimat yang bisa memberikan efek positif pada kredibilitas Anda adalah: Saya tidak tahu.

Banyak tenaga penjual dan manajer kebanyakan berpikir bahwa mereka akan kehilangan kredibilitas jika mereka mengakui ketidaktahuan, terutama tentang sesuatu yang mereka “harus” tahu. Namun, sebaliknya terjadi.

Mengakui ketidaktahuan membuat segala sesuatu lebih kredibel. Mengakui ketidaktahuan menandai Anda sebagai orang yang tidak takut untuk berbicara kebenaran, bahkan ketika kebenaran yang mungkin mencerminkan buruk pada Anda.

Namun, patut diingat. Anda harus bisa memberikan sebuah follow-up tersebut dengan segera mencari tahu informasi yang tidak diketahui itu. Janjikan hal tersebut kepada klien Anda. Secara positif, Anda akan dilihat kredibel dan memiliki kemampuan untuk melayani pelanggan.

Jangan pernah berperilaku “tahu segalanya”. Berapa jumlah sales yang “sok tahu” justru membuat jengah karena mereka terdengar sangat amat bullshit dan malah membuat mereka seakan mengkuliahi Anda. So, katakan tidak tahu kalau memang tidak tahu.

  • depratmancini

    Kalau menggunakan game theory, hal itu dapat dijelaskan secara sederhana. Dalam sebuah permainan poker, seorang yang konservatif hanya mau bertaruh ketika kartunya “sangat bagus”. Ketika kartunya tidak terlalu bagus, dia cenderung untuk mengalah. Seorang yang lebih spekulatif, akan berani bertaruh walaupun kartunya tidak terlalu bagus. Jika permainan berlangsung secara sekuensial, setiap pemain tentu akan mempelajari sifat dari lawannya. Jika si konservatif tiba-tiba berani menaikkan taruhannya, lawannya pasti akan ketakutan dan langsung mengalah (karena dia tahu bahwa si konservatif hanya mau bertaruh ketika kartunya “sangat bagus”). Sebaliknya, jika si spekulatif menaikkan taruhannya, lawannya hanya menganggap itu sebagai gertak sambal (karena dia relatif berani bertaruh dalam berbagai situasi).

    Analog dengan persoalan di atas. Dalam kehidupan (pekerjaan) yang berlangsung secara sekuensial, setiap orang (rekan kerja) tentu akan mempelajari sifat dari mitranya. Orang yang berusaha “seakan tahu segala-galanya”, seperti pemain yang spekulatif. Pengetahuannya mengenai suatu hal akan dianggap sebagai omong kosong (karena dia telah dikenali lawannya sebagai orang yang selalu bilang tahu walaupun sebenarnya tidak tahu). Sebaliknya, orang yang pernah (sering) bilang tidak tahu, ketika dia bilang tahu, orang akan langsung percaya (karena dia hanya berkata seperti itu ketika benar-benar mengetahui persoalannya). Lebih lanjut baca di “Theory of Games and Economic Behaviour”-nya Joh von Neumann.

    • MendinganManaID

      wkkwkwkw……. gila nih depratmancini.. mendalam…
      thanks!