Antisipasi Chaos Masyarakat Biasa, Seandainya Memang Tuduhan ke Lingkungan Istana benar Terbukti!

sby pidato

SBY yang, konon, menampar Anas dengan tangan orang lain menerima getahnya. Bapak yang sarat sensitivitas dan reaksi ini kalang kabut, galau, dan gusar. Dijamin. Anas yang merupakan “bayi” yang tak diharapkannya melawan balik. Anas Dendam Style!

Kemenangan SBY yang selama ini dipersepsikan sebagian masyarakat terkait skandal Century maupun Ibas yang merupakan sekjen Demokrat selama Anas berkuasa tentu aja jadi sasaran tembak Anas. Bisa jadi lembaran kedua, atau ketiga darinya. Dugaan yang belum terbukti tentunya, tapi mengingat betapa defensifnya mereka selama ini justru mengundang tanda tanya besar. Apalagi kroco-kroco mereka yang selama ini dianggap bersih dan selalu mengklaim katakan tidak pada(hal) korupsi juga sudah bertumbangan. Ibarat domino, sekarang sudah merembet, bisa jadi nanti sampai kepada biangnya.

Di luar kebenaran muatan politis dan persepsi yang sekarang beredar di masyarakat. Yang patut ditelisik adalah bagaimana nasib kita sebagai masyarakat kalau istana bener-bener terbukti terkait skandal?

Inget, gak seperti Nazar, Angie, Gayus, maupun Anas yang ketika dijadikan tersangka gak ada implikasinya ke kite-kite. Namun kalau sampai istana juga tangannya ‘berlumuran’, hehe konsekuensinya bakalan terasa sampai ke kite.

Ini berandai-andai dan semoga kepemimpinan kita tetep bersih. Namun seandainya Anas bener… Berikut skenario yang bisa kita bayangin:

  1. Bayangin, kalau memang istana terlibat dengan mega skandal. Seenggak-enggaknya stabilitas penyelenggaraan negara akan kepayahan karena fokusnya akan limbung. Akan ada instabilitas politik yang ruwet hingga demonstrasi untuk impeachment. Dipastiin at least ke kantor akan makin was-was karena makin banyak aparat berjaga seperti pra-1998 dulu.
  2. Ekonomi akan amburadul paling tidak dalam jangka pendek. Tingkat kepercayaan masyarakat jeblok, ekonomi menurun, pengusaha merugi. Inflasi akan naik tinggi sekali karena adanya kepanikan masyarakat akan stok pangan dan kebutuhan sehari-hari. Ini yang akan berpengaruh sekali ke masyarakat awam: inflasi, harga melambung drastis sekali. Ketika masyarakat sadar bahwa efeknya gede ke ekonomi, kita akan berbondong-bondong mengantre ke bank menarik seluruh dana, sebelum uang-uang itu termakan inflasi kita berusaha meng-convertnya ke asset fisik lainnya seperti emas atau dollar. Emas atau dollar akan naik tinggi sekali.
  3. Keadaan bisa menjalar sangat kacau, apalagi kalau dugaan skandal Century terbukti! Bisa bisa kita kehilangan kepemimpinan nasional, karena bukan rahasia umum kalau skandal Century juga menyebut-nyebut nama wapres. Lah kalau bos besar 1 dan bos besar 2 kena, siapa yang bisa mimpin? Yah resikonya bisa kejadian kompetisi hebat antar politisi untuk merebut tampuk kepemimpinan dengan cara yang awut-awutan. Di level seperti ini, sulit untuk menghindari anarkisme sebagian kelompok yang memancing di air keruh.

Serem juga sebenarnya, namun inilah resiko kalau memang hidup di negara korupsi. Siapa pun bisa dituduh dan dibuktikan korupsi, siapa pun bisa melakukan korupsi. Gak pandang bulu. Satu tips yang paling mudah diaplikasikan sebenernya kalau isu nasional keterlibatan ini makin mendekati kenyataan adalah: segera convert uang kamu ke asset yang tahan inflasi, seperti emas. Ini berguna untuk mempertahankan nilai kekayaan kamu di saat krisi. Di saat chaos, bursa saham akan dipastikan rontok, perbankan akan terkena imbas, tidak ada yang tahan setahan emas. Ya ini kan cuma sekedar berjaga-jaga. Jangan seperti beberapa korban krisis ekonomi 97-98 di mana akhirnya kesulitan dananya karena telat bertindak. Akhirnya tergerus inflasi.