Kok Kualitas Berita Detik.Com makin Mirip Pos Kota ya?

Berita Detik Kacau seperti Pos Kota

Entah apa yang dikejar, sepertinya berita-berita di detik.com makin mirip dengan kualitas koran tetangga alias koran Pos Kota. Makin aneh aja. Seperti berita yang diturunkan di laman detik.com berikut ini. Buat yang belom tahu latar belakangnya, berita tersebut berkisah seorang korban pembunuhan Wanidya yang sepertinya terkait dengan cinta segitiga.

Bukan bertujuan mau bahas kasus tersebut, yang sangat menyayangkan justru adalah bagaimana pemberitaan sensasional dramatis cetar membahana yang justru ditampilkan detik.com dengan nada yang mungkin akan menyesakkan keluarga korban yang sedang berduka. Coba deh baca beritanya sendiri di sini atau bisa lihat screenshot di bawah.

Berita di bawah menunjukkan bahwa seakan tanpa sortir wartawan mengutip informasi apa saja yang disampaikan oleh polisi. Entah oh entah siapa yang payah di sini. Bisa di polisinya yang sebar-sebar info yang termasuk wilayah private dan gak simpatik kepada keluarga korban, bisa juga yang payah adalah wartawannya yang mentah-mentah menurunkan berita bernada gak enak seperti ini, bisa juga bos nya si wartawan yang meloloskan berita macam ini.

Gak tahulah, padahal dulu detik.com enak banget dibaca, atau mungkin detik.com memang mau dibawa ke arah gaya pemberitaan Pos Kota? Kutipan beritanya:

Jakarta - Hubungan pelaku pembunuhan di Apartemen Green Park View, Jakbar, Erlangga Bakti dengan korban adalah sepasang kekasih. Polisi mengatakan bahwa Erlangga adalah Pekerja Seks Komersil (PSK) yang disewa oleh korban.

“EB gigolonya korban. Sudah mengenal sejak 5 bulan yang lalu melalui BBM (BlackBerry Messenger). Sekali main dibayar Rp 2 juta. Kenapa dibunuh, karena (korban) sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Motif masih didalami walaupun fakta awal motifnya sakit hati,” ujar Direktur Kriminal Umum, Kombes Tony Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Tony mengatakan bahwa penangkapan pelaku dilakukan 5 jam setelah pembunuhan itu dilakukan.

Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto menjelaskan kronologi penemuan jasad korban. Korban ditemukan di Apartemen Green Park View, Jakbar dengan 4 luka tusuk.

“Pada hari rabu jam 15.30 WIB, ditemukan mayat perempuan diduga korban pembunuhan dengan luka tusuk sebanyak dua kali leher dan perut 2 kali. EB (Erlangga) ditangkap pada Rabu (13/3) di rumahnya jam 22.00 WIB di Jurang Mangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sementara AM ditangkap di rumahnya di Pesanggrahan,” ujar Rikwanto.

Arfan Makmur adalah seorang tukang service AC di daerah Tangerang Selatan. “EB mengajak AM untuk menghabisi korban dengan imbalan Rp 5 juta dan terjadilah pembunuhan itu,” ujar Rikwanto.

Wartawan berkesempatan bertemu dengan Erlangga yang sudah mengenakan baju tahanan warna oranye. Erlangga mengaku menyesal dan masih menyayangi korban.

“Menyesal. Ya, masih sayang,” kata Erlangga singkat.

Wanidya Minola Ginting ditemukan tewas di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (13/3). Kini jenazah putri dari seniman dan aktivis asal Surabaya Bambang Haryanto Ginting telah dimakamkan di TPU Bibis Karah, dekat rumah duka Jalan Karah Agung 4 No 16, Surabaya.

(sip/nwk)

 

  • ari ambasa

    khan skrg dah bergabung dengan trans corp soalnya. Coba kalo nanti bergabung dgn Dahlan Iskan, kemungkinan nanti gaya nya kyk gaya koran Lampu Merah hehehe