Opini Berita Politik Terkini Indonesia & Referensi Situs Pemilu 2014

Hentikan Kecelakaan Maut: Please deh Jangan Lagi!

mendinganmana hatta rajasa

Cukup! Kecelakaan maut terjadi lagi. Kali ini terjadi justru di 1 Januari sehabis kebanyakan orang pesta pora di malam pergantian tahun baru. Pelaku tabrakan adalah putra dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang juga adalah besan presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Kecelakaan terjadi di tol Jagorawi, kabarnya ada 2 korban meninggal dunia yaitu Harun (57) dan seorang bayi Raihan (14 bulan).

Dari berita yang beredar, Luxio bernopol F 1622 CY yang sedang melaju dengan kecepatan (80 km/jam) sedang di ruas dua jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor diseruduk oleh BMW jenis jeep bernopol B 272 HR dari arah belakang yang dikemudikan Rasyid. Kabar terakhir yang bisa juga dibaca di detik.com, keluarga korban sempat ditawari damai oleh pihak penabrak yang lagi mengalami maag berat akibat trauma.

Beberapa waktu terakhir, banyak kasus kecelakaan maut yang mencuat. Yang pertama di awal 2012 saat Afriyani menabrak banyak pejalan kaki hingga tewas di daerah Tugu Tani. Ternyata bisa dibuktikan bahwa Afriyani saat itu positif narkoba sehabis pesta. Tren kecelakaan maut akibat narkoba berlanjut dengan tabrakan yang melibatkan Novi seorang model majalah. Novi yang nyetir Honda Jazz katanya positif mengkonsumsi ekstasi. Lalu, ada juga kabar di bulan Desember 2012 saat Livina maut yang membunuh 2 orang warga yang ternyata positif mabuk alkohol.

Saat permulaan 2013 diawali dengan kecelakaan maut seperti ini harusnya udah jadi “lampu merah” untuk polisi bahwa ini tanda darurat lalu lintas supaya ada penegakkan hukum lalu lintas. Publik mengapresiasi ketika polisi berhasil menyeret Afriyani ke meja Hukum dan juga mempersengketakan keterlibatan Afriyani dengan narkoba. Kali ini polisi juga harus berani adil untuk menghadirkan penyidikan yang transparan, keluarga 2 orang yang mati sia-sia karena kecelakaan ini haruslah mendapatkan keadilan kalau memang ada kelalaian dalam hal ini.

Pun Polisi Lalu Lintas juga sudah harus memperbaharui sistem Surat Izin Mengemudi di Indonesia. Jangan lagi seperti dulu yang mudah membuat SIM hanya dengan sogokan. Test SIM haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga mampu efektif untuk meminimalisir para pengemudi yang resiko lalai dan menyalahgunakan narkoba / alkohol pada saat mengemudi. Gak boleh ada lagi korban jiwa yang muncul akibat kelalaian berlalu lintas!

  • Bantu dukung kami dengan LIKE & FOLLOW sosial media kami sembari menyebarkannya ke teman-teman kamu. Thanks!
  • Nasionalis.me berfokus pada opini politik yang disajikan dengan lugas dan gamblang. Sekarung subjektifitas akan menghasilkan objektifitas dengan sendirinya.