(#Rekayasa) Korban Sifat ‘Too Predictable’: 1) Pria dalam Kehidupan Percintaan 2) Marketer

Mulai 30 Desember 2012, mulai bikin kategori baru namanya #Rekayasa. Jangan salah tanggep dulu ya. Di Indonesia, kata-kata “rekayasa” memang jadi anak haram oleh kebanyakan orang karena berkonotasi negatif. Padahal dalam bahasa inggris, rekayasa = engineering yang memiliki makna netral. Engineering adalah sebuah kegiatan untuk menjadikan sesuatu seperti apa yang diharapkan / dituju. Seperti halnya kemacetan. Karena kemacetan yang makin parah polisi melakukan rekayasa lalu lintas seperti buka tutup policy di puncak misalnya. Oleh karena itu, izinkanlah MendinganMana.com menggunakan kategori #rekayasa untuk posting-posting menarik seperti yang satu ini. Dalam kategori ini, MendinganMana.com mungkin akan banyak nyamber sana sini area behavioral-economic, marketing, politik, dan psikologi. Namun, sekali lagi, semua yang ditulis tentu aja hanya berdasarkan observasi dan sintesa dari berbagai hasil pemikiran orang lain, syukur-syukur kalau ada bekingan studi empiris. So, this is still debatable ya.

Balik ke postingan aslinya kini kita bakalan bahas mengenai sifat “predictable” untuk dunia bisnis B2C. Pernah kepikiran kenapa Apple bener-bener merahasiakan development prototype produk baru mereka? Seperti pada saat development prototype iPhone 4 bocor ke tangan media, petinggi Apple termasuk Steve Jobs kalang kabut. Konon katanya, pegawai yang sembrono “membocorkan” prototype tersebut akhirnya ditendang dari company. Kenapa Apple perlu menerapkan kerahasiaan sedemikian rupa dan baru benar-benar pada hari launching fitur produk baru tersebut diungkap?

mendingan mana bentuk iphone 6 prediksi konsep

Kenapa hal tersebut agak berbeda dengan berita prototype baru Blackberry 10? Produk besutan RIM tersebut bahkan sudah tersedia reviewnya dan recordingnya dalam bentuk fisik, ini bisa kamu lihat di youtube dan website. Kenapa Apple merahasiakan? Kenapa Blackberry dengan sengaja “mengumbar-umbar”? Apakah salah satu dari mereka bodoh dalam strategi tersebut?

Sebelum masuk kepada kenapa Apple begitu dan RIM begono, mendingan kita lihat dulu beberapa experimental yang terkait dengan hal di atas. Pernah tau Marshmallow Experiment? Dalam eksperimen ini, dibuktikan bahwa ketika orang sudah tahu ada keuntungan berlipat jika dia menunggu, mereka akan menunggu. Dalam hal ini, yang diuji adalah sekelompok anak kecil yang pastilah suka banget sama Marshmallow. Dalam sebuah ruangan mereka diminta untuk menunggu selama beberapa waktu, sementara di depan mereka ditaruh sebuah marshmallow lezat. Sudah dibilang sebelumnya kepada anak-anak itu: mereka bisa makan marshmallow yang ada di depan meja mereka, namun kalau mereka bisa nunggu tanpa makan yang satu itu, mereka akan diberikan tambahan extra 1 marshmallow.

Hasilnya? Anak-anak tersebut berhasil menahan nafsu makan mereka dan menunggu dengan setia untuk dapat ekstra marshmallow! Untuk lebih lengkap ada baiknya kamu berkorban dikit deh untuk streaming video berikut supaya lebih asoy:

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=6EjJsPylEOY

Lalu apa hubungannya sama Apple dan RIM (Blackberry)? Yes, ini tentu aja berhubungan banget sama dinamika persaingan Apple dan RIM di bisnis hengpong setidaknya untuk manuver akhir-akhir ini yang mereka ambil.

1. Jelas, Apple mengantisipasi pemikiran konsumen yang akan mirip dengan anak kecil pecinta marshmallow di atas. Bayangkan, misalkan hari ini di mana iPhone 5 baru aja launching di Indonesia, Apple bikin conpress terus bilang bahwa iPhone 6 akan keluar pada September 2013 dengan fitur unggulan iPhone 6 punya light projector untuk menampilkan video secara 3D di udara bebas + batere iPhone 6 tahan 15 jam gak abis-abis + kameranya setara dengan 12MP + dijual dengan harga yang sama dengan iPhone 5 hari ini. Kamu yang tadinya berencana beli iPhone 5 hari ini, apakah kamu akan jadi beli hari ini atau nahan nafsu nunggu iPhone 6 tahun depan? Hehe, kayaknya nunggu ya kecuali buat yang duitnya gak berseri.

2. Loh, terus kenapa si RIM justru bocorin rencana Blackberry 10-nya? Bukannya justru ngebunuh penjualan Blackberry yang sudah ada sekarang? Pssst, untuk yang ini suwer deh loe gak bisa berpikir sekedar linear. RIM justru lagi mengadopsi pemikiran yang sama dengan point nomor 1 tapi bedanya ini ditujukan untuk meng-hold pembelian iPhone 5 oleh konsumen. Dengan ngebocorin BB10, ini bakalan ngebuat konsumen terombang-ambing dan mungkin mem-pending rencana pembelian iPhone 5, mengingat review fitur dan spec BB10 yang selama ini banyak beredar di antara para pengamat sungguh ngasih sesuatu yang menjanjikan.

Tapi dengan ngebocorin, apakah RIM gak ngebunuh penjualan Torch / Bold / Onyx yang sekarang ada di pasaran? Enggak juga, berdasarkan data yang berseliweran, keliatannya memang penjualan lini varian tersebut memang sudah melempem jadi ibaratnya nothing to lose lagi. :)

Aplikasi lainnya juga bisa disenggol dikit ke area percintaan. Kawan saya pernah bilang bahwa sebuah riset pernah mengungkapkan bahwa wanita adalah mahkluk yang suka dengan sebuah ke-misterius-an. (Jelas kan skrg kenapa Cinta suka sama Rangga di AADC? Ya karena si Rangga misterius wkwkkw). Itu juga ngejelasin kenapa cewek lebih suka gosip dan fiksi dibandingkan sejarah dan non-fiksi. Ya karena gosip dan fiksi sama-sama gak jelas kebenarannya, gak bisa diprediksi dan bersifat kagetan.

Kemungkinan paling dekat menjadi seorang pria yang too predictable dari sebuah hubungan percintaan, adalah menjadi korban eksploitasi wanita. Itulah mengapa pria yang terlalu mudah mengatakan “iya” dan mengabulkan semua tuntutan wanita biasanya akan menjadi abused, misused, dan exploited. Wkwkwkw.

#Rekayasa

  • http://www.facebook.com/kuntoadisurya Kunto Adisurya Perdana

    ngobrol dikit dong om…
    - kalo yang saya lihat itu bukannya karena dasarnya massa di indonesia termasuk sebagai konsumtif ya, dan gitu termasuk orang yang memiliki gengsi tinggi ditambah kemudahan akan berbagai fasilitas untuk berhutang seperti kredit card dll… buktinya pada saat launching apple yang baru massa indonesia paling banyak ngantrinya dan beberapa saat kemudian ketika ada lagi produk baru dari apple massa yang sama pula mengantri untuk mendapatkan produk yang baru tersebut. padahal produk lama mereka masih ada dan masih layak untuk digunakan. dan yang ane lihat massa indonesia bukan termasuk kategori yang hobi menunggu apalagi yang masuk ke kelas menengah keatas.
    - dan kalo boleh nanya dikit sebenernya ada sistem yang pasti ga ya untuk memprediksi apakah barang tersebut akan laku keras atau tidak?

    share santai ya om saya juga masih belajar tentang ini.. :3

    • MendinganManaID

      Mas Kunto, Anda benar sekali jenis konsumen Indonesia termasuk konsumen yang Anda sebutkan di atas. Namun artikel di atas, tidak sedang berpolemik sebagaimana yang Anda sebutkan.
      Artikel di atas cuma mau bilang: produsen / marketer harus pandai2 saat melakukan development produk terbaru mereka, karena jika bocor atau melakukan launching yang terlalu dekat jaraknya malah bisa mematikan produk yang lagi kita jual skrg.

      pertanyaan kedua, ada banget mas. biasanya itu ada dalam area new product research: kalau mungkin pernah denger test2 sales projection macem itu biasa dipanggil: “market test”, atau kalau mau lebih bersifat sampling ada juga yg sebut “concept and product test”. Perusahaan food and beverage gede macem Kraft, Unilever, McDonald’s biasa banget menggunakan test-test semacam ini. Perusahaan teknologi macem Samsung, LG, dan Apple juga melakukan itu walau ga sesering perusahaan makanan karena memang development produknya juga lebih lama.

      BTW, mas Kunto sedang ada projek atau kerjaan berhubungan dengan hal tersebut kah? :) Saya lumayan mengerti karena dulu pernah handle hal begitu.