Opini untuk Jokowi soal Perda Plat Genap Ganjil

Jokowi menggondok aturan mengenai plat genap ganjil. Dengan peraturan ini per hari nya cuma mobil dengan plat genap / ganjil yang boleh berseliweran di jalanan Jakarta, sebaliknya keesokannya barulah mobil plat genap ganjil yang boleh gantian seliweran. Tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan jalanan.

Apakah tujuannya salah? Tidak. Niat Jokowi sangat baik untuk mengatasi macet Jakarta, namun niat baik yang dimulai dari prosedur yang kurang tepat ya sama aja gak tepat, kan?

Penulis ngerasa peraturan ini dibikin gegabah dan terkesan asal-asalan apalagi Jokowi “ngebet” untuk menerapkan peraturan ini dimulai dari tahun depan. Gila! Si bung Jokowi, tampaknya kurang memahami persoalan penduduk Jakarta memilih menggunakan mobil dibandingkan transportasi umum. Penduduk menggunakan mobil yang lebih mahal karena gak tersedia angkutan kota / angkutan umum yang manusiawi di jalanan DKI. Bukan untuk gaya-gayaan. Kebanyakan pengguna mobil berpikir, gak apalah kena macet dan mahal dikit asal aman dan nyaman.

plat genap ganjil

Nah “bola” sebenarnya ada pada jajaran Pemda, karena ujung problem ada pada pembenahan kualitas angkutan umum. Alangkah baiknya kalau Jokowi melakukan pembenahan terlebih dahulu pada angkot-angkot kita sebelum pemberlakuan perda plat genap ganjil. Jangan orang dipaksa untuk memakai angkutan umum dengan cara membabi buta pak! Ya hak apa Gubernur? Ini sama aja perampasan hak pengguna jalan, wong sudah membayar pajak mobil full kan, kok hak pemakaiannya dipotong setengah. Kecuali pajaknya dipotong 50% juga pak, baru Pak Jokowi boleh merampas hak guna kendaraan pemakai mobil.

Di kota seperti Singapura, banyak orang tidak memakai mobil karena memang angkutan umum dan transportasi massalnya baik dan sangat nyaman. Janganlah pak Jokowi memberikan “hukuman” kepada sebagian masyarakatnya yang mencari kenyamanan karena kesalahan manajemen transportasi pemda nya.

Sudah beberapa kali memang Jokowi menunjukkan “berat sebelah” sikapnya. Dia cenderung hanya memikirkan kaum marginal atau yang terpinggirkan, sementara melupakan mereka yang bekerja keras dan cukup berhasil yakni kaum menengah atas. Masih inget kan bagaimana Jokowi-Ahok menina bobokan para buruh dengan mencekik pengusaha di lain sisi?

Kesimpulan Plat Genap Ganjil?

Sekali lagi tidak ada yang tidak setuju transportasi dan lalu lintas dibenahi. Tapi seharusnya Jokowi MEMBUAT PERILAKU MASYARAKAT BERUBAH, bukan dengan MEMAKSA PERILAKU MASYARAKAT BERUBAH. Kalau angkutan umum dan transportasi massal sudah dibenahi, aman, nyaman, reliable, tepat waktu, pasti kok masyarakat (termasuk menengah ke atas) akan sangat mempertimbangkan menggunakan angkutan umum seperti di Singapore; gak bakalan deh protes soal penerapan plat genap ganjil. Tapi sekarang Jokowi melompatnya kejauhan, tanpa membenahi terlebih dahulu angkutan umum yang akan dijadikan subtitusi masyarakat kelas menengah pengguna roda empat, eh Jokowi sekonyong konyong mau menerapkan aturan plat genap ganjil…

 

  • MendinganManaID

    Komentar bisa di sini ya mas-bu-pak…

    • Sen

      hm, semua pasti ada pertimbangan nya mas bro, keinginan warga jakarta yang ga sabaran ingin segera terbebas dari macet membuat Jokowi harus melakukan cara-cara yang kurang populer, untuk itu kan Pemda sudah merencanakan penambahan bus transjakarta dan peremajaan angkutan umum secara berkala, saya juga melihat ini sebagai ujicoba, seperti yang kita lihat program KJS dan KJP untuk tahun ini sebenarnya hanya ujicoba dan hasilnya akan dievaluasi di akhir tahun ini, Jadi saya juga merasa penerapan sistem ganjil genap juga akan di evaluasi lagi kedepan nya, kalau memang ga mengurangi dan malah buat susah pastinya bakalan di stop program nya,,

      • sakerah

        setuju dgn mas bro Sen…
        kalo cuma rencana2 doang, gak akan maju2 nih negara. Sebaiknya langsung jalan dan di review saat pelaksanaannya. Simple aja kok. Kalo ada yg menentang, ya kemungkinan ada kepentingan2 tertentu atau dia hanya mementingkan kepentingan pribadinya.

        • Dittokun

          emang bner bgt klo rencana2 doank tuh percuma. tp tetep aj yang namanya rencana2 itu wajib hukumnya apalagi berhubungan dengan suatu hal yg besar (apalagi sangat besar, tambah wajib tuh hukumnya). Yang paling bner tuh RENCANAKAN dan JALANKAN. yang jd masalah dgn pmerintah selama ini tuh kebanyakan berenti di rencana doank :)

    • luki

      waktu jokowi dilantik pertama kali di solo saya masih kuliah disana, dan ketika saya pindah ke jakarta beliau pun pindah ke jakarta, saya melihat kebijakan Jokowi tidak sepenuhnya salah, cm mungkin memang kurang kajian, dia memang sangat benci dengan namanya “perencanaan” yang terus menjadi rencana, dia tipe pejabat yang langsung eksekusi dan akan disempurnakan sambil jalan, kita seharusnya mendukung apa yang jadi keputusannya, saya masih percaya mending langkah kecil tapi dieksekusi daripada langkah besar tapi sebatas wacana, untuk permasalahan UMP kebetulan saya bekerja di media dan banyak denger tentang pendapat para pengusaha dan elit politik mengenai hal itu, memang pro kontra, tapi saya bisa menarik kesimpulan bahwa dengan naiknya UMP jokowi “memaksa” pengusaha untuk ekspansi ke daerah lain yang UMP nya masih rendah itu artinya dia menggiring agar daerah juga hidup dan memiliki wilayah industri dan berujung agar jakarta tidak terlalu padat, tanpa sadar ” keterpusatan” semua dijakarta menjadi permasalahan utama, jumlah orang bertambah terus yang pasti berimbas kemacetan , kejahatan, banjir dll

  • aris

    ah biarin aja, seru juga tuh idenya … menengah keatasnya aja yg gk sadar …

  • bobon

    elu yang jangan gilaaa….. udah kagak bisa apa apa kok giliran mau ditertibkan sok ngomong gitu… gua setuju sejuta persen sama yang akan dilakukan Jokowi!! cuma orang orang tolol kayak elu yang gak setuju….dasar goblokkkkk…..

    • MendinganManaID

      santai aja mas bro… biasa aja… kan katakan sesuai pendapatmu + argumenmu, tapi ya jangan sentimentil kayak gitu dong mas bro…
      say cheeeerrss….
      baca pelan2 yang di atas yuk sekali lagi… pelan2… jangan pakai emosi… lihat intinya dan serapi maksudnya

    • bellarmino

      Mas Bro Bobon coba baca lagi baik2..jangan langsung nge-goblok2in org…

      • MendinganManaID

        btw, ini A bellarmino itu kah?

  • dani

    yah, memang kadang kita gak harus ikut dengan pendapat orang / pemimpin, tapi kalau pemimpin guna membuat menjadi teratur kenapa kita tidak mendukungnya, toh kita juga yang merasakan, banyak cara, bisa pakai angkutan umum atau motor, jika dilihat dari penuhnya kendaraan disaat macet , mayoritas kendaraan bermobil beroda 4 / lebih yang mendominasi jakarta, atau jika mejakarta tidak macet jika kita punya IDE agar jakarta tidak macet, silahkan kemukakan saja IDE ke pak gub/wagub ,

    • MendinganManaID

      Anda benar bro Dani… di sini kami BUKAN tidak sepakat penerapan genap ganjil, tapi kami tidak sepakat karena penerapan itu buru-buru, dan lebih bersifat “menghukum”. Yang harus dilakukan Jokowi adalah MEMBUAT PERILAKU MASYARAKAT BERUBAH, bukan MEMAKSA PERILAKU MASYARAKAT BERUBAH. Kalau pak Jokowi membuat dulu seluruh angkot nyaman dalam setahun ke depan, project MRT lancar, busway berubah dan tepat waktu, transportasi masal bisa diandalkan, pasti kok masyarakat pengguna kendaraan pribadi OK-OK saja dengan Genap Ganjil. Tapi sekarang idenya kan beda? Justru Jokowi “memaksa” dengan genap-ganjilnya tanpa MEMPERBAIKI angkutan umum sebagai alternatif terlebih dahulu.

      Lah kalau gini masyarakat pengguna roda 4 dianggap warga Jakarta bukan sih?

  • Cloud

    Ikutan komen yah, Masyarakat kalo ngga dipaksa untuk merubah prilaku, bakalan kelamaan bro.. Macet setiap hari udah bikin stress. Menurut gue memang harus ‘DIPAKSA’ meskipun awalnya masyarakat merasa terpaksa, nanti juga akan terbiasa, motto alon-alon asal kelakon, membuat masalah makin menumpuk kalo ngga cepat diselesaikan. Gue sih ngedukung banget pak Jokowi untuk merealisasikan ganjil genap sesegera mungkin. Jakarta harus ada perubahan secepatnya bro.

  • JakartaLebihBaik

    weleh-weleh yang punya blog ini orang ato bukan seeehhhh !!!!, Jokowi itu bener…elu tuh yang kagak bener!!!!! masyarakat menengah ke atas ngapain jg dipikirin, hidup udh enak, kalo ngga mau naek angkutan umum, ya udh naek taksi ato sepeda aja sekalian biar sehat, kan punya banyak duit. Jadi Gubernur tuh bukannya kerjaannya cuman manjangin kumis dan cuman peduli ama kelas menengah ke atas demi mempertebal isi kocek, ngga mikirin sama sekali ama kalangan bawah yang udh hidup ampe berenang2 ama sampah trus mati sesek napas karena asap kendaraan yang begitu besar di jalan

    • bellarmino

      Waduh..ada lagi nih reader yg gak cerdas.. Coba donk dibaca lg baik2 dengan teliti.. Maksudnya bukan begitu.. Saya bukan kalangan menengah ke atas tapi saya setuju dengan argumen si penulis..

      • yos_port28

        Bro, kalo gak dicoba sekarang mana tau hasilnya ??? drpd beropini sana sini dgn teori2, …Jalanin aja Pk Jokowi, nanti direview SWOT nya…..moga2 ada perbaikan kedepannya…Ini org mo bekerja kok reaksioner terus, masuk dalam system…coba perbaiki…bisa gak ????

        • Jurmin

          bro yos_port28, kalo dicoba dulu baru dianalisa, itu namanya trial and error broo, yang bener itu diplanning dan dianalisa duluuu, baru dicoba.

  • komentator awam

    Saya setuju sekali dengan artikel ini. Seharusnya benahi dengan baik dulu angkutan umum agar nyaman, aman, dan terjangkau harganya sehingga otomatis pemilik mobil pribadi berpindah ke transportasi umum. Kalaupun pakai pembatasan nomor pelat ganjil genap seharusnya itu diberlakukan di daerah 3 in 1 saja (yang sangat macet tsb), jangan disemua jalan-jalan di jakarta karena otomatis produktifitas warga masyarakat kelas menengah yang memiliki kendaraan terganggu. Nanti lihat saja gebrakan Jowoki Ahok di tahun 2013. Terima kasih.

  • komentator awam

    Saya setuju sekali dengan artikel ini. Seharusnya benahi dengan baik dulu angkutan umum agar nyaman, aman, dan terjangkau harganya sehingga otomatis pemilik mobil pribadi berpindah ke transportasi umum. Kalaupun pakai pembatasan nomor pelat ganjil genap seharusnya itu diberlakukan di daerah 3 in 1 saja (yang sangat macet tsb), jangan disemua jalan-jalan di jakarta karena otomatis produktifitas warga masyarakat kelas menengah yang memiliki kendaraan terganggu. Nanti lihat saja gebrakan Jowoki Ahok di tahun 2013. Terima kasih.

  • http://twitter.com/jibotu Asba Sabiba

    gw mah simple… pajak mobil taun 2000 keatas dinaikin aja 50 %. kalu punya 2 mobil 100%, kalo punya 3 mobil 150% kalu punya motor motor tambah 25% dst… duitnya buat subsidi spare part sama operasional bis kota. atau di jakarta SPBU dilarang jual premium. angkutan umum dikasih voucher yang belinya di bank jadi duitnya gak ditilep. parkir dimahalin satu jam pertama 5000, jam kedua dan seterusnya 10 ribu…

    gak usah dipaksa juga orang pasti akan pindah ke kendaraan umum…

    • MendinganManaID

      intinya KENYAMANAN ANGKUTAN UMUM harus dibenahi dulu

  • edynir

    muantap bung jokowi …ini keputusan yg ok …. semua harus dipaksa apalagi yg berduku.. klo gak dipaksa mau..bung jokowi betul bangaet arus ada keputusn yg radikal kalo nggak kapan jakarte mo ga macet, ente yg menengah keatas ngalah dulu ..nanti buat lo lo juga kalo jakarte uda gak macet, gak ade lagi aturan genap ganjil.. karena nanti bung jokowi akan buat angkutan umum senyaman si singapur yg lo bilang itu.. kalu si miskin ngalah dulu apaan yg ngalahin , wong cilik ga punya kekuatan .. lanjut bung jokowi…………..

    • EmangGuePikirin

      Gak masalah. mau genap ganjil, mau gelap terang, Maju terus bung Jokowi. Kalau perlu batasi umur kendaraan termasuk taksi dan angkutan maksimal 5 tahun. Diatas 5 tahun buang kelaut aje. Biar jakarta gak macet.

      • Cak lontong fans club

        kutipan dari Cak lontong : ” batasin yang boleh nyupir yg umurnya tinggal 5 tahun lagi, 5 tahun yang akan datang pasti gak ada kemacetan “

    • EmangGuePikirin

      Motor juga batasin genep ganjil juga tuch, batasi juga maksimal 5 tahun. Lebih Lima tahun buang kelaut juga. Perilaku pemotor di jakarta juga sangat menyebalkan

  • http://twitter.com/OnarzaAbidin Onarza Abidin

    Jadi RI1 ama RI2 nanti saling nebeng.Kalau lagi jatahnya ganjil numpang ama RI1.Kalau jatah genap numpang ama RI2

  • joko

    Kan Jokowi juga udah bilng kalau angkutan umum juga akan segera di benahi,di perbarui dan di tambah (utk trans jakarta) jadi berbarengan dg akan di terapkan peraturan itu.

  • http://twitter.com/tetrawidianto tetra widianto

    lu mo nggiring opini bro?? blm terbukti tuh jokowi memaksakan kebijakannya.. apalagi “menghukum”.. gw rasa lu terlalu reaktif.. jokowi lg nggodok kebijakan plat ganjil genap dah di”judge” memaksakan kebijakan.. lah jokowi lg ngrencanain peremajaan angkutan umum, bikin MRT, monorail sama sekali ga lu bahas.. mo nutup mata?? parah lu.. dah ngatain jokowi gila pulak.. jelas bgt tulisan ini BULLSHIT..

    • MendinganManaID

      gak ngegiring opini bro, saya vote for jokowi kemarin itu. tapi bukan berarti semua yang jokowi lakukan pasti benar kan? ini cuma suatu pendapat. jokowi harus jadi gubernur untuk semua kalangan, bukan untuk kelas bawah saja.

      • yos_port28

        Trs my dear Bro, apa yg lo bisa bikin utk Jakarta?????…..Btw ente warga jkt yah ?

        • Jurmin

          yos_port28 sudah melakukan apa utk Jakarta??? Jangan menyerang orang nya bro, serang lah opini nya. berikan argumentasi, kalo anda bukan orang jakarta, jangan beropini, ini hanya untuk warga jakarta yang benar2 tau persis apa yang terjadi di jakarta. Sebelum ente nyerang ane ya: ane warga pinggiran jakarta (belum mampu beli rumah di jakarta – mahal) yang udah nyetir mobil bolak balik jakarta-pinggiran selama 14 taon (sejak kuliah sampe kerja) Jadi ane sangat VALID berargumen disini.

  • Andi

    KONSERVATIF dan ragu terhadap proses demokratisasi, itulah sikap kelas menengah Jakarta. Sikap seperti ini agaknya berbeda dengan citra kelas menengah yang selama ini dikenal, yaitu kelas pembaharu dan ujung tombak demokrasi. Ketidakpuasan lebih banyak berupa letupan pendapat yang disuarakan lewat jejaring sosial, tetapi tidak menjadi tindakan riil yang mampu mengubah keadaan. Meskipun tampak menikmati kemewahan hidup dan rakus dalam mengonsumsi barang-barang penunjang gaya hidup kelas atas, pandangan politik kelas menengah dan menengah atas cenderung konservatif, menghargai otoritas dan ”status quo”. Terhadap berbagai permasalahan bangsa, mereka kritis menilai baik atau buruknya keadaan, tetapi belum tergerak untuk mengorganisasi diri untuk mengubahnya. Sumber: Fokus Kompas, 8 Juni 2012 “Kelas Menengah makin konsumtif makin konservatif. http://bheleque.wordpress.com/2012/06/13/kelas-menengah-fokus-kompas-08-juni-2012/

  • webdiver

    saya gak setuju dengan aturan ganjil genap ini min, bener kata mimin, klo memang mau diterapkan potong pajak kendaraan 50% dong kan lumayan bisa buat naik angkot/metromini/kopaja/apalah yg namanya angkutan umum yang sangat ga nyaman banyak preman lah di terminal. Hidupkan lagi gerakan Petrus kayak dlu, biar aman ini jakarta

  • potsuteru

    Saya lebih pilih naik sepeda…. lebih sehat :)
    apalagi kalo semua pake sepeda..
    bisa mengurangi polusi…

    • MendinganManaID

      kalau mau pakai sepeda mungkin harus pagi2 sekali… dan mungkin lebih enak kalau kantornya di jalan protokol. kalau sepedaan di jalanan jakarta biasa, dijamin kesehatan paru2 malah bakalan jebol.

      mobil tiap 2 hari saja sudah kotor banget krn jalanan jakarta, apalagi paru2… :) itulah jakarta.
      makanya:

      benahi angkutan umum –> orang akan otomatis pindah ke angkot yang sdh nyaman –> kendaraan di jalan berkurang –> polusi jadi minimal –> enak pakai sepeda…

      • yos_port28

        Cara benahinnya gimana menurut mas Bro MendinganManaID ???? Any Solution ???? Memang enak nonton catur, komentar n variantnya banyak…harus begini ..harus begitu…begitu disuruh maen……keringat dingin..he…he…he….

  • MZ

    menurut gw sih setuju setuju aja kalo emang berlaku ganjil genap..
    Sekali2 naek angkutan umum yg KURANG nyaman dan KURANG aman… or desek2 an di kereta..
    biar pada ngerti susahnya jd wong cilik.. n bisa lebih menghargai orang lain,, ngga cuma mentingin diri sendiri

    • al rasyid

      ente pikir lagi bro.. orang2 yg menengah ke atas itu bisa bawa mobil itu pake kerja keras. kerja bertahun2 naik angkot jalan kaki naik motor akhirnya bs beli mobil.. ga ada yg salah mereka bawa mobil… namanya merusak kerja keras orang itu.. klo mau mending pengguna mobil di batasi.. khusus anak sma or kuliah dilarang bawa mobil. dengan jaminan kepolisian dsb bisa memberi rasa aman kepada anak2 seolah dan kuliah khususnya perempuan ketika naik angkutan umum.. tapi apa mungkin?

    • Jurmin

      Jangan suka ngiri kepada rejeki orang laen. Orang itu bisa dapet rejeki karena bekerja bung, memang sih ada yang sebagian kecil karena korupsi. Tapi itu bukan orang2 yang nulis blog ini bung. Lagian MZ, kalo ada kerja keras dan benar, suatu saat anda pasti juga akan diberi kemampuan beli kendaraan pribadi,motor, mobil, satu, dua, tiga biji. Baru anda boleh pikirkan lagi artinya kata-kata ini= sirik, menghargai orang laen, wong cilik, …

  • Dhuwa Duta

    Yang punya blog ini adalah kelas menengah yang baru bisa beli mobil nyaman.. Saran saya coba sekali2 pada jam macet naik Kopaja baru yg AC, misalnya P20 AC jurusan Senen-Lebak Bulus, tarif Rp5000, dijamin cukup nyaman dan aman (dibanding naik transjakarta).. Setelah naik anda perhatikan, apakah bangku terisi penuh? ternyata gak karena orang tetap lebih pilih naik kendaraan pribadi (mobil/motor) bukan karena masalah aman nyaman saja, tapi juga alasan terutama adalah karena murahnya bensin, parkir, pajak plus bisa lebih cepat dan mobile.

    Atau, sekali naik dan perhatikan armada mikrolet/angkot yang sudah diperbaharui.. bukan karena masalah nyaman aman tapi naik angkot lebih lelet jalannya karena Kemacetan & Sepi Penumpang yg berarti harus ngetem! Bagi kelas menengah ke bawah dibanding naik angkot tentunya akan berusaha membeli kendaraan pribadi… belum lagi masalah harus ganti2 angkot setiap kali jalan..selain makan waktu, makan ongkos juga… Ongkos transportasi umum Jakarta memang murah utk sekali jalan hanya Rp2000-5000 tapi kalau sekali berangkat kerja minimal 3 kali ganti angkot dikali 2 karena PP, kalau ditakar sama harga bensin (premium!) malah jauh lebih murah naik kendaraan pribadi…

    Berapa banyak kelas menengah ke bawah yg bekerja di Jakarta lebih suka naik motor?.. contoh berapa ratus ribu pegawai penjaga toko mol di Jakarta, walaupun bergaji UMR, kalau ditanya, pasti mereka memilih utk kredit motor. apakah nyaman naik motor?? pasti lebih nyaman naik bus, tapi daripada terlambat plus uang habis utk transportasi umum mending nyicil motor.. kalau sudah naik gaji pasti mereka upgrade ke mobil..
    Berapa banyak kelas menengah ke menengah yg bekerja di jakarta? contoh berapa ratus ribu pegawai bank, pns, pegawai kantoran dengan gaji di atas UMR tp bukan eksekutif, akan memilih utk kredit mobil.. apakah nyaman naik mobil? tentu kalau disetirin supir.. tp kalau nyetir sendiri dengan kemacetan 2-3 jam pasti gak nyaman.. tp karena premium murah, lebih enak naik mobil sendiri krn flexibel..

    wah jadi panjang.. saya kelas menengah-menengah dan saya sekali2 saja naik angkot.. lebih sering bawa kendaraan pribadi sendiri, karena emang murah..

    • MendinganManaID

      Dahulu saya tiap hari menggunakan metro mini, jg jalan. Sekarang pakai supir kadang bawa sendiri, tp gak jarang juga naik busway ataupun ngojek. sebelum memiliki mobil, saya juga naik motor.
      dan bisa dibilang hampir semuanya kurang nyaman. itu terefleksikan kok dengan baik kalau melihat banyak pemilik angkot yang diambang kebangkrutan karena semua orang berlomba membeli motor, bahkan yg kelas bawah pun skrg lebih suka naik motor dibandingkan susah payah ngangkot. :)

  • http://www.facebook.com/michael.chandra.988 Michael Chandra

    wah ribet jg nih..kalo menurut g nih yah..sebagai pengguna mobil tiap ari..jujur g gk pernah naek angkutan umum di indo..secara emang kgk nyaman n kgk aman..kalo di luar negri kyk ausi/spore, g selalu pake angkutan umum biarpun pny mbl..contoh di ausi deh..bensin mahal..parkir mahal..mau gak mau g naek angkutan umum..tp g kgk keberatan jg naek nya..soalnya nyaman, aman, n murah..nah dr statement g ini..menurut ente apa yg hrsnya dibenahin dl? walaupun g gk against aturan barunya jokowi..cuma rasanya gk terlalu nge solve masalah jg..n kemungkinan jg gak bkl berhasil..cheers!

  • unname

    Maaf sebelumnya untuk yang menulis post ini, Pertama-tama bukan maksud saya membela jokowi-ahok, serta bukan juga menyalahkan pendapat anda melainkan disini saya hanya ingin bertanya sedikit saja..

    Ok lah tulisan anda bagus meskipun rada keras juga yah, dan anda juga sebagai org jakarta asli tentu saja tau mengenai bagaimana prilaku orang jakarta sebenarnya iya kan??
    Pertanyaan saya sederhana aja, dari kritik anda tersebut apakah anda memiliki usulan atau saran yang lebih baik..??
    dan bila ada apakah sudah diperhitungkan segala perhitungannya baik itu baik buruk nya efek positif negatifnya , perhitungan jumlah unit yang digerakan/digunakan , perhitungan jumlah penduduk yang akan menggunakan nya dan tidak menggunakannya, jumlah pendanaan yang akan dikeluarkan nya, serta perhitungan-perhitungan lainnya secara pasti..??
    dan apakah anda pernah mencoba memberikan saran kepada orang-orang yang berkuasa saat ini di jakarta (Jokowi-ahok) atau hanya sekedar diam dan menjadi kompor dalam keadaan seperti ini..??

    Saran saya, ini hidup nyata loh bung, bukan sekedar dalam komik cerita atau novel atau film, dimana dalam dunia tersebut yang anda lakukan hanya duduk diem dan berkomentar keras saja, tetapi dalam dunia nyata bila hanya diam dan berkomentar seperti itu menurut saya anda tidak lebih baik bahkan bisa dikatakan lebih buruk dari penguasa yang lalim sekalipun.
    Bila bisa anda lakukan, maka lakukanah.. bila bisa anda memberi saran/masukan maka lakukan lah bukan hanya diem lalu berkomentar mengenai kebijakan dan menjadi kompor.. INI SEMUA BUKAN SAJA UNTUK ANDA, INI SEMUA BUKAN HANYA UNTUK MEREKA, TAPI INI SEMUA UNTUK MENJADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK !!

    • Jurmin

      Ada kok bos saran untuk Jakarta yang lebih baik (please: konteksnya di tulisan ini adalah kemacetan Jakarta, jgn bawa2 dulu daerah lain, terutama jangan komentar kalo anda bukan org jakarta) =

      1. tertibkan angkutan umum yang ngetem sembarangan, mereka-mereka ini juga penyumbang kemacetan. Tertibkan juga pejalan kaki yang nyeberang sembarangan, apalagi yang terlalu malas utk jalan ke bus stop/jembatan penyeberangan.

      2. ubah hukuman untuk menghukum berat bagi pelaku pencopetan/apalagi di public transport

      3. ubah hukuman untuk menghukum bahkan lebih berat lagi bagi pelaku pelecehan di public transport

      4.pemerintah membiayai bus-bus khusus karyawan daerah tertentu (istilahnya seperti antar jemput jaman kite sekolah dulu). Jadi jelas sasarannya = mengincar kalangan menengah Jakarta supaya meninggalkan kendaraan pribadi.

      5. bikin bus yang exclusive, dalam arti = tidak bisa bayar cash, hanya bisa bayar pake kartu kredit atau lewat kartu seperti JakCard, tapi khusus hanya dimiliki lewat pengajuan kantor tempat karyawan bekerja. Dengan demikian, para kalangan menengah ini bisa nyaman naek bus ini. karena TIDAK ADA MALING SIALAN di bus tsb. Bikin sekali jalan 20-30rb gpp kok, Asal aman dan nyaman.

      6. Masih banyak bung ide kreatip kalo mau dipikirkan, saya sendiri lagi nunggu2 kapan jokowi ahok bikin hearing public lagi sperti MRT fatmawati, mudah2an bisa ikut sumbang saran.

  • coco

    Ukuran nyaman itu sangat subjektif, apa batas nyaman menurut tiap orang beda-beda. Apakah anda yakin kalau sistem transportasi sudah baik, bahkan ada MRT, anda akan naik angkutan umum? Apa nanti ada alesan, ah panas, enakan tetap bawa mobil karena dari rumah lgs naik mobil, kena AC… jadi percuma dong? Sebenarnya yang lebih urgent adalah mengubah mindset kita yang manja dan gengsi-an. Kl mau dibandingin orang luar, mereka lebih mandiri, kalau memang jarak dekat mereka lebih senang jalan kaki. Lha kalau kita? jarak deket aja ttp bawa mobil walaupun macet, parkir susah dll..jadi memang mindset kita yang terkenal ‘gak mau susah’ dan ‘gengsi-an’.Kalau ga dimulai dari masing-masing individu dan selalu menyalahkan pemerintah, ya sampai tahun2 kedepan juga kita akan stuck, ini seperti lingkaran setan, gak akan selesai. Sulit tapi harus dicoba.

  • semprul

    Cuy… Sekarang siapa yang bisa ngejamin kalau transportasi sudah diperbaikin,, bakalan beralih dari bawa mobil ke angkutan umum,,, emang ente kalau udah dikasih transportasi yang enak bakalan ngga bawa mobil lagi? .. lah kan tadi ente sendiri yang bilang, butuh aman,, nanti biar kata angkot udah nyaman,, tetep aja bawa kendaraan pribadi dengan alasan biar aman.. Sekarang gini, itu sudah ada angkot ac.. ente mau naikin kaga? lagipula berikan contoh yang baik dulu dong di jalan raya.. baru berkomentar seperti itu..

  • Pengusaha_muda

    Ane setuju sama pendapatn Mas_Ijo. Tapi ane sendiri gak ambil pusing sama peraturan ganjil genap. Mobil ane ada 3, tinggal pake sesuai hari aja. Rumah, kantor dan pabrik ane berdekatan di daerah jakarta utara. Kalau lagi ada meeting di jakarta selatan, ane selalu naik taxi. So, walaupun mobil ane cukup banyak, ane bukan penyumbang kemacetan di jakarta. Soal rugi bayar pajak, mau dikata apa…ini indonesia, sejak kapan bayar pajak menguntungkan kita?

    Pernah perhatikan gak, kalo inti kemacetan itu justru datang dari orang-orang yang tinggal di tangerang, bekasi, cibubur… daerah pinggiran jakarta. Bukannya ane mau salahkan mereka, namanya juga orang cari makan, mau dibilang apa lagi. Tanpa mereka, ekonomi gak jalan, ane sendiri juga mana bisa berusaha.

    Sebenarnya bawa mobil pribadi sambil macet2 di jalan, itu gak nyaman. Tapi ane sendiri tidak akan pernah mau menyentuh yang namanya angkutan umum (kecuali taxi), selama masih banyak rampok, jambret dsb. Selama ini ane belum pernah dirampok ato dijambret, hanya karena ane tidak pernah naik angkutan umum seperti bus, dsb. Teman2 ane yang sering naik kopaja, metro mini, dsb; pengalaman jambret mah pasti ada, minimal kena copet. Ane aman dalam mobil ane, dan pistol peluru karet yang menemani ane setiap hari.

    So far, terus terang ane kecewa dengan jokowi-ahok. Masalah kenaikan UMP yang gak dipikir panjang, akhirnya merembet ke berbagai daerah di Indonesia. Kita-kita pengusaha udah punya cukup banyak masalah yang dibuat sama pemerintah, sekarang gubernurnya nambahin masalah. Kebanyakan kebijakan mereka berkesan pencitraan saja. Pada gak tau kan kalo kartu sehat bermasalah? Ane banyak dengar cerita2 yang gak enak dari salah satu pengelola puskesmas di Jakarta, yang kebetulan teman dari partner bisnis ane.

    Lalu mengenai nomor HP yang katanya untuk melayani masyarakat jakarta, tinggal sms aja katanya, pasti dibaca katanya. Ada yang udah pernah coba belom? Ane dan teman-teman iseng coba test sms ke ahok, total kita ada 12 orang. Sms mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa pengusaha yang melanggar izin lokasi usaha. Hasilnya nol. Nah, yang punya HP, silakan coba sms aduan…..ane dukung ketawa aja…ha ha ha ha

    Frankly speaking, kalo u kaum menengah atas, jangan harap bisa mengadu ke jokowi dan ahok. Karena komplain dari kaum menengah atas tidak ada nilai publisitasnya. Kebanyakan masyarakat indonesia membenci kaum menengah atas. Karena kebanyakan orang yang mengisi negara ini berpendidikan rendah dan miskin, jadi rasa iri dan dengkinya membuat mereka membenci orang yang doing well, or better. Gak percaya? Motor tabrak mobil di jalan, siapa yang salah? Ini pertanyaan retoris. Like it or not, kita semua tahu jawabannya.

    Sayangnya orang-orang miskin ini begitu banyaknya, hingga mereka sangat cocok dipakai untuk kepentingan politik. Sangat naif kalau ada orang yang berpikir bahwa Jokowi dan Ahok memang benar2 mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk Indonesia. Mana ada sih dunia politik yang bersih? Selalu ada agenda tersembunyi di belakang.

    In the end, saran saya kepada pemilik blog, kepada semua kaum middle-up, kepada semua kaum minoritas (ya, di Indonesia, anda minoritas kalau anda masuk kalangan mengenah atas regardless mata anda sipit atau tidak, agama anda termasuk agama mayoritas atau tidak, dada anda berbulu atau tidak)……kita (middle up) adalah kaum yang berpendidikan dan resonable. Kita selalu mampu menyesuaikan diri dengan kondisi apapun. Saya tanya ke semua pengusaha, sejak kapan pemerintah pernah mengeluarkan peraturan yang mendukung dunia usaha? Tidak pernah kan? Yang sering malah menyusahkan bukan? Tapi kita masih terus berkembang dan semakin kaya tiap harinya bukan?

    Kita bisa makin kaya karena kita mampu beradaptasi. Jadi, sudahlah…. kita bisa complain, mengeluh seperti apapun juga, in the end, kita semua hanya korban politik. Jadi, kita accept saja peraturan apapun yang dikeluarkan gubernur atau wakil gubernur kita, dan pemerintah kita. Kita selalu menemukan cara untuk meng-by pass permasalah kita ke kaum marginal (seperti kenaikan harga produk, penurunan kualitas, penggunaan bahan baku yang lebih murah, pengurangan karyawan, pemaksaan kenaikan efisiensi waktu). Semakin kita ditekan, maka semakin kaum marginal akan tertekan. Thats the fact. Mau dukung rakyat miskin? Dukung kita kaum middle up. Kita akan jalankan roda perekonomian, kita akan ciptakan lapangan pekerjaan, kita akan donasikan keuntungan kita untuk yang tidak mampu.

    Like it or not, in the end, we will always win.

    • FallenAngel

      Bro, gue setuju banget dengan apa yang loe bilang. Biarpun gue bukan pengusaha, gue ngerti apa yang loe rasain. Gue kerja dari nol cuma modal dengkul sampe kayak sekarang. Pajak bayar terus, ga pernah lewat. Tapi apa yang gue dapat ? Jalanan dekat rumah gue rusak parah, bertahun – tahun ga diperbaiki. Akhirnya kita warga urunan untuk perbaiki dan aspal sendiri. Itu ga murah. Tapi ya terpaksa harus kita lakuin. No choice.

      Gue kesal dengan kekurangberpihakan pemerintah terhadap kaum menengah. Kita bukan orang kaya yang bisa beli hotel, beli pulau’ dan lainnya. Tapi kita juga bukan kaum yang ada dibawah sekali. Kita kerja keras untuk bisa sampai di posisi ini. Punya mobil 1, rumah , nyicil juga. Mana keberpihakan pemerintah ke kita ? Kita ga boleh beli apartemen subsidi, sekarang ada wacana untuk ga boleh pakai mobil di hari tertentu. Belum ada wacana untuk hapus premium.

      Hwllow ? Tahukah pemerintah kalau kaum kelas menengah (bukan kaum atas lho), adalah penggerak sesungguhnya dari ekonomi ?
      Penguasaha kecil sampai kelas menengah (ga termasuk konglomerasi ya), dan karyawan di level menengah adalah yang nyumbang pajak dan penggerak ekonomi sesungguhnya. Kaum menengah ini yang ga berani untuk ngelakuin korupsi atau ngemplang duit negara sampe triliunan. Coba pikir, yang ngemplang duit gede banget itu siapa sih ? Kaum yang diatas. Mereka enak punya duit banyak hasil ngemplang dari korporasinya.

      Kalau jokowi hobinya bela kaum yang dibawah’ ga bisa disalahkan. Mereka memang patut dibantu. Tapi, please jokowi juga pikiran kita yang terjepit di tengah. Yange kerja keras sendiri ga pakai bantuan pemerintah. Memangnya kita bukan warga negara ? Memangnya kita bukan warga jakarta ?

  • 3nigma

    Lumayan jg nih baca + komentar disini utk nemenin ngopi hehee..

    Tentang kebijakan, yaa itulah kebijakan, akan selalu ada pihak yang pro dan kontra. Dalam hal ini saya mau mengomentari pernyataan TS aja yg menulis : “Di kota seperti Singapura, banyak orang tidak memakai mobil karena memang angkutan umum dan transportasi massalnya baik dan sangat nyaman”. Ini kurang tepat, karena alasan mendasarnya adalah memang pemilik mobil persentase nya jauh lebih kecil. Ada beberapa alasan yg membuat mereka mengerem “nafsu” membeli mobil, diantaranya:
    1. COE (Certificate Of Entitlement), yang mengharuskan setiap pemilik kendaraan membayar untuk biaya penggunaan 5 atau 10 tahun.. nah COE ini bernilai seperti harga mobil baru yang dimilikinya bakan lebih!. Entah kenapa kebijakan seperti ini belum juga digaungkan, bahkan oleh media sekalipun
    ttg harga COE bisa cek disini: http://www.oneshift.com/pdb/lcoe.php

    2. Pajak mobil yang harus dibayar termasuk cukup tinggi. Semua mobil impor yang masuk ke Singapore akan dikenai pajak kurang lebih 40%. Ini belum termasuk biaya registrasi lho.

    3. Tarif parkir yang sangat mahal

    4. Ada ERP yang berlaku variatif di jam-jam tertentu…

    Overall biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki mobil di Singapore itu sangat muahaall… klo di Indonesia cukup 15 juta DP udah bisa bawa pulang tuh mobil hehehe… dan most of Singaporean memilih tidak menggunakan mobil karena 4 alasan utama itu, bukan karena transportasi massalnya baik dan nyaman.
    Lagian, kata baik dan nyaman itu terlontar dari pendatang kok bukan dari orang Singapore hehehe. Klo menurut temen2 saya disana : “MRT is getting worse now.. goverment must do some improvement to fix this” and I just said “thank god, you didn’t live in Indonesia” :D

  • ari ambasa

    Pilihlah moda transportasi anda sesuai kepribadian anda:

    slogannya ‘You’ll Think You Can’ dari Toyota Avanza, maksudnya ke PD an bisa dateng tepat waktu
    angkot/busway/kopaja/metromini
    (+) selalu ada setiap saat
    (-) gak nyaman untuk perempuan (dempet2an, pengamen preman)
    (*) yg berkepribadian suka bangun kesiangan & gk punya kendaraan pribadi, pilih moda ini

    slogannya ‘Milik Kita Bersama’ dari TransTV, maksudnya walaupun mobil orang tapi serasa milik sendiri
    taxi:
    (+) nyaman
    (-) tidak murah
    (*) yg berkepribadian merasa high class tapi gk punya kendaraan pribadi, pilih moda ini

    slogannya ‘Tinggal Lep…’ dari Sosiz So Nice, maksudnya krn dempet2an luar biasa
    kereta api :
    (+) cepat sampai tujuan
    (-) dempet2an kyk sosis yg belum dibuka bungkusnya
    (-) hanya jam2 tertentu saja
    (*) yg berkepribadian gk suka telat masuk kantor krn dipotong gaji, pilih moda ini

    slogannya ‘Now Everyone Can Fly’ dari AirAsia, maksudnya jalur manapun bisa (jalur busway, trotoar, lawan arus, dll)
    motor:
    (+) lebih cepat dari semua kendaraan kecuali KA
    (+) bisa lewat jalur manapun
    (+) murah
    (-) maks hanya nampung 2 orang
    (-) kehujanan/kepanasan
    (*) yg berkepribadian doyan bangun kesiangan tapi suka takut telat masuk kantor, pilih moda ini

    Jadi anda mau yang mana? Hehehe

  • Jurmin

    Berkomentar lah secara obyektif. Saya rasa yang komen pro ganjil genap, apalagi yang komen “goblok2in” pastilah mereka2 yang sehari2 sudah naik angkot,tentunya ganjil genap berdampak baik bagi mereka (kemacetan berkurang). Tapi coba anda pikir,akankah anda,pasangan anda,anak cucu anda selamanya naek angkot??? Suatu saat bila anda diberi rejeki lebih, pasti anda mau donk beli motor,beli mobil,kalo anak 2,rejeki banyak,anda pasti pengen donk tiap anak dikasi satu. Jika anda sudah ditahap itu,coba anda baru berkomentar lagi. Saya dari kalangan menengah: baru menikah, punya rumah KPR, mobil pun kredit. Gaji saya belasan juta. tapi 90% gaji abis utk cicilan kredit,bensin (pertamax loh),parkir mobil di kantor (sehari 40ribu), makan,biaya hidup sehari2, plus asuransi. Saya tdk pernah naik angkot krn: TIDAK AMAN. Pemimpin yang BIJAK harusnya bukan memaksa, namun membujuk. Kalo angkutan umum sudah oke, kami pun mau kok naik angkot. Tidak perlu sampai sebagus Singapore/Hongkong deh, cukup seperti Malaysia deh. Tidak ada ngetem kelamaan,sembarangan naek turun, copet, de el el. Jadi masih banyak yang bisa diperbaiki = TILANG SEMUA ANGKUTAN UMUM yg ngetem sembarangan (bikin macet), TILANG juga pejalan kaki yg naek turun sembarangan, apalagi yang nyebrang sembarangan (NAEK jembatan penyebrangan HOYYY)

  • Jurmin

    Share aja nih, menurut saya apa yang akan terjadi bila sistem ganjil genap diterapkan=

    1. Yang mampu beli mobil akan beli mobil baru yang nomor ganjil/genap. Tau kan sebentar lagi akan ada mobil murah yg garganya cuma 80-110 jt aja. so sales mobil akan panen duit.

    2. Banyak plat nomor palsu beredar. Tambah kerjaan gonta ganti plat tiap pagi.

    3. Emang nya gampang tuh polisi disuruh liatin plat mobil atu2 tiap pagi/malem?

    4. Taksi dan ojek makin laku.

    5. Para pejabat-pejabat yang kebal hukum (apalagi yang suka pake fort rider) akan tambah hepi nih, soal nya mereka gak kena pembatasan ini, yg ada jalanan lebih lancar bagi mereka.

    6. Kabarnya ganjil genap ga diberlakukan untuk motor, so pasti pada beli motor dan pindah naek motor

    7. TAPIIII nantinya ganjil genap juga akan di berlakukan untuk motor, jadi yang sekarang udah naek motor, jangan ngomong goblok2in orang yg protes ganjil genap, ntar kalian juga kena (nyahoo lu)

    8. maaf ya Pak Jokowi Ahok, coba kalian pindah jangan tinggal di rumah dinas yg deket kantor, tinggal lah di rumah di luar kota seperti kebanyakan rakyat Jakarta. Dan pikirkanlah sendiri apakah kebijakan ganjil genap tsb sudah tepat.

    9. Oya satu lagi buat kalian yang ngegoblok2in kami, search di internet, sistem ganjil genap yang gagal di negara lain.

    10. Masih mau argumen??? mo sistem stiker??? Tinggal dipalsuin, orang indonesia kan kreatip.

    Peace yah. *setengah sebel*

  • Jurmin

    Ada yg bisa bantu kasih info gak? Pemerintah Singapore terlebih dahulu melakukan apa? Menaikkan COE, pajak mobil, tarif mobil, ERP dan lain2nya, atau terlebih dahulu menyediakan transport public yang reliable, baru kemudian secara bertahap menekan kendaraan pribadi dengan menaikkan biaya kendaraan pribadi? Just curious. Mungkin ada temen2 yang lama tinggal di Singapore/Hongkong (lebih dari 10 thn). Setau saya ya (niat diskusi nih, bukan mau sok tau) di Hongkong yah = transport publik di perbaiki dan dibikin reliable, baru kemudian tarif2 kendaraan pribadi di naikkan.

  • Dittokun

    kasian bgt nih c penulis (sepertinya)byk yg ga sependapat. klo gw pribadi c sependapat dengan maksud c penulis. krn menurut gw c akar dari permasalahan kemacetan jakarta ini tuh emang di angkutan umumnya. TAPiii, akar dari akar permasalahan itu tuh ya pemerintah Indonesia. Pemerintah sendiri aj masih penuh (BANGET) masalah sih.. jadi ya mang ribet juga ya.. :D

    doa gw buat Indonesia (bkn utk jakarta aj), semoga suatu saat bs berubah kearah yang jauuuh sebaliknya. Aamiin
    gw gtau nih doa gw terkabul setelah brp abad lg :D

    btw, gw br ikut komen nih. krn mang br hr ini nemu nih blog. gw akuin dah basi bgt sih. tp setelah baca tulisan+komen2 pembaca yg lain, jd gatel bgt pgn ikut2 komen deh :D

    • MendinganManaID

      gpp mas inilah inti dari demokrasi… :)