Marketer Indonesia Musti Baca: 5 Rahasia Penting dari Strategi Apple Inc.

Mendingan mana ipad mini

Gak peduli apakah elo seorang fans boy Apple, atau kah seorang maniak Windows. Tapi selama kamu anggap dirimu sendiri sebagai calon marketer besar, this article is strongly recommended. Apple dengan kebangkitannya yang ditandai dari peluncuran iPod, lalu iPhone dan terakhir iPad tentu bukanlah perusahaan yang mendapatkan pangsa pasarnya secara random. Bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Itu adalah sesuatu yang dibangun perlahan-lahan melalui strategi dan terapan taktis yang seksama. Oleh karena itu mari kita ulik beberapa rahasia terdalam Apple:

1. Riset, riset, dan riset! Kenali Konsumenmu!

Menurut sebuah artikel InformationWeek, Mac hanya menyumbang sekitar 10% dari pasar ritel AS. Cukup baiklah walau ga bagus-bagus amat. Tapi Juni 2009 NPD Group melaporkan penjualan ritel menunjukkan bahwa mereka menguasai hampir 91% dari pasar barang seharga +$ 1000. Apple mengerti mereka berkomunikasi dan mengincar orang-orang menengah atas terdidik yang tentu aja punya uang lebih. Apple tahu ini demografis adalah teman terbaik Anda. Dan mereka telah aktif dibudidayakan hubungan ini sejak Apple pertama dijual pada 1970-an.

Kuncian: Tahu pelanggan Anda dan tahu seberapa berarti merek Anda bagi mereka. Tahu siapa yang membeli produk Anda dan memupuk hubungan ini dengan cara yang sama Anda membangun hubungan dengan calon istri Anda. Jangan lupa riset pasar itu penting. Kamu harus melakukan riset pasar (sekarang banyak yang online dan berbiaya murah) untuk tahu seberapa besar kesukaan calon konsumenmu terhadap produkmu, berapa kuatnya sainganmu, dan berapa harga yang pantas kamu tawarkan!

2. Konsumen itu gak bener-bener tau apa yang mereka inginkan

Konsumen itu suka bingung. Dan jangan tambah kebingungan mereka karena sebenernya (ini jujur loh) kebanyakan konsumen gak tau apa yang mereka inginkan. Lebih jauh lagi konsumen sukar memisahkan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan. Sesukar mengetahui ikan yang berenang minum airnya apa enggak. Sebelum ada iPhone, teknologi layar sentuh toh sudah ada tapi gak begitu populer. Tapi toh saat itu justru pengaruh keypad qwerty Blackberry justru yang lagi memperngaruhi banyak brand seperti Samsung dan Nokia. Alih-alih ikutin Blackberry, iPhone justru dibuat dengan teknologi layar sentuh, tapi dengan sensitivitas yang AMAZING! Begitu simple dan intuitif. Dan semenjak saat itu, iPhone populer.

Satu lagi, ketika konsumen berpikir kebebasan untuk sebuah teknologi open source, justru Apple menjungkirbalikkannya dengan iOS yang sangat sleektif dan tertutup. Mengapa? Karena Apple mengerti target konsumennya bukanlah orang yang mau repot mengulik-ulik softwarenya, yang mereka mau ya yang sederhana tapi efektif.

Kuncian: Jangan tanya apa yang konsumen mau, karena pikiran konsumen bener-bener bias dengan apa yang mereka ketahui saat ini saja. Harusnya kamu sebagai seorang marketer yang berpikir inovatif mengenai apa yang ditawarkan. Lalu konsep offering kamu itulah yang kamu riset, kamu cari tahu seberapa besar penerimaan pasarnya!

3. Tunjukkin, jangan cuma Bacot

Apple dan agen iklan mereka telah menciptakan beberapa iklan yang paling ikonik dalam sejarah media. Dan keberhasilan mereka berasal dari rumus sederhana: tidak pernah cuma bacot ke pelanggan tentang produk ketika Anda dapat menunjukkan kepada mereka produk dalam real action. Sekali lagi, mari kita lihat kembali ke kampanye iPad (karena itu yang paling baru). Alih-alih berbicara tentang gigabyte dan memori dan kecepatan prosesor, iklan hanya menunjukkan kerja perangkat. Pemirsa melihat secara langsung semua fungsinya yang keren-keren. Gaya yang sama digunakan untuk iPod touch dan iPhone. Hasilnya adalah komersial yang jauh lebih menarik yang menciptakan hasrat alami untuk produk. Sebelumnya tidak ada yang perlu iPad, tapi setelah melihat iklan, mereka menciptakan “libido” konsumtif yang sangat besar. Dan mengapa? Karena dengan menunjukkan bagaimana produk bekerja, mereka menampilkan salah satu manfaat utama dari produk: bener-bener keren!

Kuncian: Manusia adalah mahkluk yang relatif sangat tergantung dengan penglihatan. Orang mungkin gak akan percaya bumi itu  bulat kalau hanya berdasarkan teori, tapi orang se-awam apa pun akan percaya kalau sudah lihat dengan mata kepala sendiri. Jadi, kalau Anda bisa tampilkan lewat visual, tampilkan!

4. Bikin Simpel

Apple sejauh ini bikin extension produknya dengan amat sangat simpel. Kalau butuh komputer dengan sistem kompleks, beli Mac. Kalau ingin dengar musik dengan daya batere dan daya tampung besar, pergi beli iPod. Kalau ingin telepon, beli iPhone. Kalau ingin browsing pergi beli iPad.

Ini agak beda dengan kompetitornya yang suka bikin bingung: Blackberry dan Nokia. Coba deh lihat ke situsnya, berapa banyak seri telepon genggam yang disajikan? Buanyak banget. Terlalu banyak hingga perbedaannya sangat amat tipis dan gak jelas seri apa ditujukan untuk siapa dengan berkebutuhan apa. Simpel deh, seorang eksekutif muda ingin membeli BB untuk dirinya, dia harus beli apa? Apa Onyx atau Torch? Toh dua-duanya sudah cukup eligible untuk dipakai buat kerja, perbedaannya cuma di layar sentuh. Itu contoh simple dua varian saja, tapi kalau dipikir Nokia dan Blackberry punya banyak varian yang mirip-mirip dan ngebuat bingung konsumen. Konsumen itu pingin simpel.

Kuncian: Simplicity.

5. Inovatif dan Sadar-Momen

Ini mungkin adalah hal terbaik yang Apple lakukan dan paling sulit untuk ditiru. Apple (hampir) terus menciptakan hype. Semenjak berdirinya Apple sudah menjadi produsen yang inovatif, sayangnya setelah sukses di awal-awal, Apple sempat tersandung karena inovasinya tidak tepat momen (a.k.a pasar belum siap). Sekarang Apple sudah berubah, mereka tetap inovatif dan mereka Sadar-Momen. Mereka tahu kapan harus mengeluarkan sebuah produk canggih sehingga pasar mampu menyerapnya. Banyak rumor mengatakan, konsep iPad sudah ditemukan jauh sebelum iPhone, tapi iPad justru dikeluarkan setelah iPhone. Mengapa? Karena iPhone lebih mudah diterima pasar karena ada unsur “telepon genggamnya”. Sekaligus ini mempersiapkan pasar untuk mengerti produk Apple. Setelah yakin sudah mengedukasi pasar, barulah iPad di launching.

Kuncian: Inovasi adalah standard setiap perusahaan, tapi Sadar-Momen kapan harus melaunching adalah sebuah relative-advantage, lebih dari itu kemampuan untuk mengedukasi pasar adalah absolute advantage.