Who do you think you Are?

Orang bodoh adalah orang yang berpura-pura pintar di antara orang pintar
Sedangkan, orang pintar adalah orang yang berpura-pura bodoh di antara orang-orang yang berpura-pura pintar

Mulai sekarang lepasin deh ke-sok tahu-an loe pada kalau loe memang bener-bener baru di hal yang loe lagi jalanin. Jangan paksakan diri seolah jadi expert untuk keliatan potensial jadi expert. Di sekitaran, udah terlalu banyak orang-orang muda yang merasa dirinya brilian malah membuat dirinya keliatan agak kony(t)ol karena merasa sumber informasi, padahal informasi yang dia tahu hanya bermodalkan wikipedia dan mbah google. Loe pikir cuma loe yang bisa akses google?

OK. Sebenernya, kalau loe baru lulus pendidikan dan masuk ke kerjaan baru, maka artikel ini cocok buat loe. Baca terus. Tapi kalau loe udah jadi ‘orang’ di sebuah bidang, tinggalin deh halaman ini karena udah basi buat loe.

Andai deh elo merupakan anak kuliahan super pinter yang yahud bener dengan IPK 4.0 di universitas nomor 1 di Indonesia lalu beruntung masuk ke sebuah perusahaan besar di Indonesia. Dari pengalaman observasi gw, sifat orang-orang fresh grad tersebut terbagi dalam beberapa tipe:

  1. Mau belajar, Pinter, sok tahu & sok deket
  2. Mau belajar, Pinter, nyantai dan kalem
  3. Mau belajar, Bego a.k.a cuma pinter di dunia text book perkuliahan, sok tahu & sok deket
  4. Mau belajar, Bego a.k.a cuma pinter di dunia text book perkuliahan, nyantai dan kalem

Tahu gak, kebanyakan orang yang bisa bertahan dengan cukup lama di perusahaan adalah biasanya tipe 2 dan 4, bukan tipe 1 dan 3. Di mana faktor pembeda di antara mereka adalah sikap nyantai-kalem vs. sok tahu-sok deket. “Lubang” tipe 1 dan 3 biasanya adalah masa probation yang ga lulus karena mereka dianggap tidak bisa bekerja sama dengan tim dan memiliki kebiasaan sok nimbrungin semua pembicaraan atasan walau pada dasarnya mereka gak tahu apa-apa. Atasan males kali ngeliatin anak buah yang terlalu berinisiatif tapi terlalu sporadis sehingga berkesan mau dibrilian-briliankan. Bisa jadi karena memang si atasan mandang anak buah yang tipe begini adalah tipe penjilat, atau juga si atasan mandang anak kayak gini adalah tipe anak buah yang agresif dan bisa berbahaya bagi posisinya kelak.

Di lain sisi, untuk anak baru yang nyantai dan kalem, atasan tuh mandangnya beda. Mereka ngeliat sosok anak2 yang begini lebih jadi kayak aset. Fresh grad yang nyantai dan kalem adalah tipikal yang punya inisiatif untuk hal-hal prioritas tapi tetep mampu untuk diam duduk tenang saat memang ga punya ide atau solusi apa pun. Mereka ga memandang dirinya tahu segala, apalagi menganggap bosnya ga tahu apa-apa. Kalaupun mau mengajukan pendapat yang dirasa penting dan benar, biasanya tipikal yang nyantai dan kalem akan menyampaikannya dalam bentuk yang sugestif bukannya solutif: “Pak, sangat bagus untuk menjalankan project B karena bla bla bla, tapi sebagai tambahan mungkin Bapak juga mau mempertimbangkan project C karena bla bla bla.” Anak baru yang nyantai dan kalem akan memposisikan dirinya sebagai aset dan amunisi bagi bosnya, sehingga membuat nyaman si bos untuk memiliki anak buah yang bersedia membantu dirinya meraih credit. Kalau bosnya dapet credit karena si anak buah yang nyantai dan kalem tersebut, ga mustahil bukan sekedar dilulusin probation tapi malahan dijadiin gacoannya si bos.

Nah, jadi singkat kata, kalau lagi ngejalanin first job in probation period, ada baiknya loe:

  1. Stay cool, tahan agresifitas untuk TERLALU unjuk gigi, semua orang tahu kaleeee loe masih probation jadi belom tau apa-apa juga. Wong baru belajar visi misi company, baru belajar akses database company kok udah nimbrung ngasih solusi strategi buat perusahaan. Kalaupun diajak ngobrol macem gituan, shut up is golder rule. Diem aja, kalau ditanya baru jawab. Kalau ditanya pendapat baru bersuara. Dengarkan mereka dengan seksama karena pembicaraan orang yang sudah lama di perusahaan itu merupakan hasil pengalaman terus menerus mereka selama sekian tahun, JANGAN hancurkan keindahan itu dengan memberikan solusimu yang ga robust dan kuat dan minim pengalaman.
  2. Jangan berpolitik, stay innocent. Kesalahan umum adalah berpikir langsung ikut geng di kantor. JANGAN! Loe bukan produk masa lalu, jadi berteman dengan semua orang adalah BAIK.
  3. Your brand is your boss! Jadikan bos langsung loe sebagai brand / merek loe. Jangan salahkan bos untuk kesalahan-kesalahan mereka, justru bantu mereka untuk improve. Itulah gunanya kamu digaji. Kalau bos bagus, toh loe bakalan bagus. Kalau bos naik kelas, yaah loe juga akan naik kelas.
  4. Berikan semua credit dan pujian kepada si bos, jangan klaim satu pun. Bos kamu akan memberikannya lagi kok ke elo dengan sukarela kalau memang merasa bukan miliknya. Kalaupun dia tetap claim semuanya, ya udah biarlah, psst diem-diem dia pasti seneng dengan anak buah yang iklas kok. Dia gak akan anggap kamu sebagai musuh dalam selimut, justru kamu akan jadi aset dia yang dipercaya. Ujung2nya kamu bisa disokong sama dia untuk naik kelas.

So, stay cool! Big Boss