(Kenaikan Gaji Buruh 2013) Jangan Kuliah, Mendingan Jadi Buruh

Buruh merasa kehidupan makin susah sehingga mereka merasa pendapatan selama ini sudah tidak adil lagi sehingga menuntut kenaikan gaji buruh. Untuk UMP DKI tahun 2013 saja, buruh meminta kenaikan gaji buruh hingga 2,7 juta rupiah. Walau akhirnya UMP 2013 ditetapkan sebesar 2,2 juta tapi angka tersebut sudah meningkat sekita 700 ribu dari angka UMP di tahun 2012 yang hanya sebesar 1,5 juta.

kenaikan gaji buruh

Janji Manis Kenaikan Gaji Buruh

Sebuah kesintingan sudah dipertontonkan oleh pemimpin-pemimpin yang gak segan-segan mengumpani buruh dengan janji manis kenaikan gaji buruh yang signifikan. Bayangin aja, dengan inflasi yang tidak sampai double digit, kenaikan UMP 2012 ke 2013 sudah sebesar 46%! Gila! Padahal sudah kita tahu, produktivitas kerja buruh Indonesia secara umum tidaklah bagus bagus amat. Yang ada, banyakan nuntut, malas, dan boros. Maunya hidup enak gaji besar, kerja malas. Sorry to say, tapi memang begitulah gambaran besarnya.

Apakah upah minimum 2,2 juta angka yang realistis? Enggaklah. Andaikan ada perusahaan yang beromzet 100milyar per tahun dengan 1000 buruh dengan gaji rata-rata 3 juta  maka jumlah yang harus dikeluarkan untuk membayar buruh saja sudah 36 milyar (12 x 1000 x 3juta)! Itu belum termasuk biaya ongkos material produksi, biaya marketing, biaya iklan, biaya distribusi, pajak dan lain-lain. Bagaimana pengusaha mau untung?

buruh perempuan indonesia

Nah itu dia, kalau hitung-hitungan pengusaha merugi, skenarionya cuma ada 3:

  1. Pengusaha pindah tempat produksi, mendingan ke Thailand atau China sekalian kan? Buruh murah, bisa diatur dan prodiuktif. Ga kayak buruh di sini yang banyakan merokok dan mengeluh kalau uangnya sudah habis karena rokok!
  2. Pengusaha pecat sebagian buruh dan hanya menyisakan buruh-buruh yang produktif. Tapi ini kasusnya agak jarang terjadi. Karena buruh pada dasarnya hanya bermodalkan ketrampilan dan tenaga, jadi 2 pekerjaan buruh biasanya tidak bisa langsung di cover oleh 1 orang buruh yang lainnya karena ada keterbatasan tenaga.
  3. Pengusaha pasang harga jual barangnya lebih tinggi. Iyalah, karena ongkos bayar buruh mahal, pengusaha akhirnya pasang harga jual barang juga mahal. Barang-barang mahal. Inflasi terjadi. Ujungnya gaji buruh yang ‘kerasa’ naik tadi, ga berarti apa apa lagi karena toh harga-harga naik juga. Ini yang paling sial adalah kelompok masyarakat yang penghasilannya tetap.

Skenario 1 dan 3 adalah yang paling beresiko untuk terjadi. Dalam jangka panjang ini sangat berbahaya untuk ekonomi dan masa depan bangsa Indonesia. Jangan sampai semua pabrik yang sudah tertarik investasi di Indonesia akhirnya angkat kaki dan bikin pabrik di negara lain yang lebih kompetitif dan buruhnya nurut ga ngelunjak.

Pemerintah harus bertindak lebih tegas kali ini. Tindakan buruh untuk melakukan demonstrasi sebenernya sudah bisa dikategorikan aksi anarkis. Oleh karena itu, diharapkan tindakan aparat yang lebih represif. Bubarkan serikat buruh di seluruh Indonesia yang sering melakukan komando untuk menuntut yang tidak masuk akal. Terakhir, diharapkan pemerintah mampu mengevaluasi ulang UMR / UMP yang ada sekarang dan mengembalikannya ke harga yang pantas. Toh, tidak adil menyamakan orang yang bertahun tahun menuntut ilmu bekerja kreatif dengan orang yang hanya menempel nempel sticker di botol!

Jangan sampai ini jadi preseden buruk bagi semua pihak. Buruh merasa superior dan keblinger, pengusaha takut investasi, masyrakat sengsara karena inflasi, dan mahasiswa jadi drop-out karena bangku kuliah pun gaji mereka tetap di bawah buruh yang kerjanya robotik.

Saran untuk buruh: kalau memang pede uang 2,2 juta itu pantes, gih bikin perusahaan sendiri, kalau dalam waktu 3 bulan ga kolaps nanti pamerin di TV One, gue sama kawan-kawan gw bakalan pindah kerja di situ.

Tersinggung? Problem?
Rileks bro, bales dengan argumenmu!

Tambahan data berdasarkan komentar yang penuh debat, :P

Tolong koreksi kalau data saya salah. Tapi dari data UMP DKI Jakarta yang saya kumpulkan (http://www.metrotvnews.com/rea…

[spoiler]2009: 1.069.865
2010: 1.118.009 (naik 4,5% dibanding 2009)
2011: 1.290.000 (naik 15,3% dibanding 2010)
2012: 1.529.150 (naik 18,54% dibanding 2011)
2013: 2.216.243 (naik 44,93% dibanding 2012) 
Coba bandingkan dengan laju inflasi tahunan berikut:
2010: 6.96%
2011: 3.79%
2012: 4.30% (estimasi)[/spoiler]

  • depratmancini

    Emang bener tuh, buruh pada umumnya malas dan boros, jadi wajar kalau akhirnya hidup susah. Ngeluh hidup susah sambil ngerokok + ngopi di warkop (harusnya waktu tsb dimanfaatin buat kerja). Gw aja pas dulu kuliah, seringkali cuma makan 1x sehari, ga masalah kok, tetap survive sampe sekarang. Buruh2 ini mungkin keseringan nonton film2 dubbing di Indosiar, sehingga sangat sensitif dengan isu ketimpangan sosial. Jadi pengusaha juga belum tentu untung. Jadi kalau ga rela diupah dengan harga pasar, ya bikin usaha sendiri dong, jangan kerja sama orang lain.

    Sebagai komparasi, cek artikel di sini: http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/

    • MendinganManaID

      bener bung deprat, sebenernya simpel. Kalau gak suka sama gaji di perusahaan A ya keluar aja dari situ, jgn paksa perusahaan A untuk ngerubah struktur gajinya… Banyak kok perusahaan besar lain yang justru sedari lama udah ngebayar buruh JAUH di atas UMP 2,2 juta. Tapi yah mereka juga cuma nerima buruh yang punya ketrampilan yahud & punya dedikasi tinggi. Lha.. ini yang ada buruh kelas kacang yang maunya hidup asik nyantai kayak bos nuntut UMP dinaikkin… gila!

      • jems

        entar pengusahanya yang ikutan gila masbro

  • justmyopinion

    skenario 2B1: perusahaan invest mesin dan buruh yg produktif diangkat jadi karyawan tetap dan jadi operator mesin…sisanya dipecat
    skenario paling pas bagi perusahaan yg rasa nasionalisnya msh tinggi (tidak pindah ke LN) –> tp cm berlaku bagi perusahaan omzet gede

    skenario 2B2: sistem bergilir, tiap buruh hanya masuk kerja 3 hari/minggu jadi hitungannya part time tidak full time .–> UMP ga berlaku (untuk home industry) :)

    • MendinganManaID

      Mantab bos. Skenario kedua untuk home industry lumayan bagus idenya untuk ngakalin UMP. Sedangkan untuk skenario nomor satu, sangat relevan untuk industri industri besar yang tipikal pekerjaan bisa digantikan dengan mesin.

      Tapi di atas semuanya, melakukan perubahan dalam sebuah perusahaan akan sangat memakan waktu dan tenaga, apalagi perubahan sebesar merubah mekanisme jam kerja / mesin mengganti manusia.

    • jems

      ntar baru tau rasa para buruh klo pekerjaan mereka diambil alih smua oleh mesin, ex di kampung gw dolonya masih make orang potong/panen padi, sekarang pake mesin, nah loh pada gigit jari smua

  • HIDUP_BURUH

    Eh lu ga tau apa-apa soal BURUH diem aja lu! Dasar pengusaha koplak! Dari apindo lu ya? Dasar rakus, bagi2 duit usaha juga ke buruh! WONG buruh yg slm ini kerja keras buat keuntungan lu kan? HIDUP BURUH HIDUP BURUH! Mampus lu!

    • http://www.facebook.com/ayu.han.71 Ayu Han

      pengusaha sama buruh sama2 membutuhkan, sebenernya ada titik tengah penyelesainnya. Buruh yang kompeten di gaji banyak gak masalah, buruh yang tidak kompeten lebih baik mengundurkan diri dan cari perusahaan yang sesuai dengan keahliannya. netral bro

      • MendinganManaID

        sepakat sis, toh pengusaha ga keberatan kok naikkin UMP kan… di Jakarta APINDO sepakat sampai level 1,9juta. Tapi buruh maksa hingga level 2,2juta (yang mana pemerintah iya-iyain). Kalau ditolak, buruh maksa mogok, nyegel, blokir jalanan. Piye toh?

      • jems

        intinya sadar dirilah,

    • tomsjor

      klo pengusahanya mampus lo mau hidup dr mana??

      • regard

        klo buruh gk ada….lo mau kerja sndiri..??

        • dirani

          kalo buruh ngga ada pengusaha mau pake alat, harusnya buruh dan pengusaha sama-sama menguntungkan. cari jalan tengah, setuju naik tapi harus dipikir juga untuk kedua belah pihak. kalo perusahaan atau pabrik tutup, buruh mau makan apa? kalo buruh mogok perusahaan ngga berjalan….cari jalan tengah, pasti ada win-win solution…

          • karyawan

            jalan tengahnya adalah, saling mengerti porsinye masing-2, syukurin yg didapet, inget Tuhan memberikan kita hasil itu sesuai dengan kemampuan kita sendiri, isi aja apa yg udah jadi posnya masing-2…gitu aje ribet…

        • BISNISMEN

          NI LAGI 1 TOLOL BGT .. NYARI TEMPAT LAEN ATAU NEGARA LAEN LAHH YG UPAH BURUH NYA MURAH DAN KINERJA NYA BAGUS!!! BEGO LU!!

        • buruh bodat

          miara mesin aja daripada miara buruh mental babi

    • BISNISMEN

      KALO PENGUSAHA MAMPUS LU MAU MAKAN APA NYET??? MAU NGEMIS DI JALANAN???
      PENGUSAHA MAH ENAK DUIT NYA BYK TINGGAL CABUT AJA KE LUAR NEGERI!!
      NAH ELU???? BINI LU??? NENEK LU??? BPK LU? ANAK LU?
      DASAR OTAK BURUH DUNGU TOLOL GOBLOK

    • Yoga

      wakakakakak asli kocak nih, stuju sama om tom, ini dd HIDUP_BURUH koplak, pendidikan cuma “S” doank(SD maksudnya) klo pengusaha nya mampus lo mw gawe dimana NO SKILL jangan asal bacot bro…

    • Kawil

      HIDUP BURUH! HIDUP BURUH!
      MAMPUSIN PENGUSAHA!

      Kalo pengusaha sudah MAMPUS SEMUA, Yang pakai tenaga kerja buruh tinggal SETAN. HIDUP BURUH!!!

    • buruh bodat

      muke lu kayak anjing yang suka demo

  • baldasem

    setuju sama tulisan ente gan. gaji naik harga juga bakalan ikut naik. ujung2nya dinaikin seberapapun gak bakal kerasa deh.

    • MendinganManaID

      bener. ga kerasa buat buruh. tapi buat kita kita yg gajinya gak naik, malah terasa.

  • jancuk

    jokowi terlalu manjain buruh….

    • MendinganManaID

      mas bro penduduk jakarta bukan? kalau iya, pilkada kemarin milih siapa?

    • azhari1991

      Salah, jokowi itu membangun pencitraan yang udah terlanjur tersebar di media sebagai “pendukung wong cilik”.
      Coz sebagian besar si jokowi itu pemilihnya emang wong2 deso… kaum urban, dan gembel2 di jakarta

      • Kawil

        Jokowi-Ahok sebagai pendukung wong cilik, SEDANG BEKERJA meng HAPUSKAN KORUPSI PUNGLI dan MEMBENAHI BIROKRASI.
        HASIL DANA yang TADINYA di sikat KORUPTOR, PUNGLI dan BIROKRASI, AKAN DI MANFAATKAN BUAT WONG CILIK.

        Dalam kata lain, BAGI PENGUSAHA, dengan hilangnya korupsi, pungli dan mudahnya birokrasi, berarti PENGHEMATAN yang SANGAT BESAR!
        Penghematan dana inilah YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MEMBAYAR GAJI BURUH LEBIH TINGGI !!!

        HIDUP JOKOWI-AHOK!!!

        • azhari1991

          Ooooooh…. SEDANG bekeerja menghapuskan korupsi? ya gue percaya itu 100%
          Tapi bukannya koruptor itu makan uang rakyat gan? CMIIW… bukan uang pengusaha. Adapun pungli, itu ulah oknum.
          Korupsinya and koruptornya aja BELOM diberantas kan? masa udah naekin gaji buruh setinggi itu?
          Kalo emang bener koruptor itu nyekek pengusaha, berarti para pengusaha itu sekarang lagi dicekek ama koruptor plus Ama Sistem Pengupahan buruh…

          coba jelaskan lebih detail gan… soalnya ane masih bego.

  • wong ndeso

    saran saya sih lebih baik pemerintah lebih bisa mengendalikan kebutuhan pokok agar dgn gaji yg sudah ada,mereka msh bs mencukupi kebutuhan pokoknya.jadi pemerintah dimohon bs memaksimalkan kinerja drpd plesiran ke luarnegri , apindo ga dirugikan dan buruh jg ga dibikin susah dgn kebutuhan pokoknya.

    • MendinganManaID

      yoi banget gan, tapi patut dicatet bahwa sebnernya gaji buruh harusnya naik mengikuti inflasi ditambah beberapa persen penyesuaian lagi.. kalau yang sekarang ini naiknya sudah keterlaluan hingga 44%

  • roller

    Bener banget analisis Anda bro. Emang kenyataannya buruh di negara kita tergolong pemalas dan hnya menuntut gaji besar. Mereka seolah tidak mau berpikir spt apa menjadi pengusaha, atau paling tidak, jadi seorang wirausahawan. Krn itu, (maaf) sy tidak kaget jika banyak perusahaan menggunakan jasa outsourcing sekarang ini, krn hasil kerja lbh bisa dipertanggungjawabkan dan beban perusaah lebih ringan. IMHO….

    • MendinganManaID

      paling enggak dari observasi gue sih begitu mas bro… rata2 pemalas dan boros… ada juga yg sebagian pekerja keras dan berdedikasi, dan mereka itu udah lama memang dapet gaji tinggi kok… yg demo2 kan yg males…

  • Tomjon

    Iya ane setuju sama pendapat anda, mestinya kalo mau mnaikan gaji bertahap lah jgn langsung setinggi ini, efeknya kan besar sekali,, mungkin buruh ga mikir sampai kesana krena ada ktrbatasan pmikiran, tp ko buruh di kita barbar yah, saya klo liat di tv buruh yg sweeping pabrik, nutup jalan tol itukan sangat mengganggu, mereka lebih cendrung memikirkan diri sendiri. yang saya khawatirkan akan ada phk yang besar, dan bukan hanya dijakarta, karena buruh2 didaerah lain jg berpatokan pada kenaikan UMP jakarta.. wah bisa kacau kalo buruh2 di tmpat laen menuntuk kenaikan 40%. kasihan pengusaha2 yang baru merintis dan berkembang apalagi yang masih skala kecil, yang besar aja banyak yang ga sanggup. Dengan gaji yang yang masih blm setinggi ini aja msih banyak pabrik2 yang bangkrut, ada jg pabrik yang masih berjalan tp dengan serba ktrbatasan keuntungan mungkin hanya bisa menutupi modal dan biayanya saja, bgaimana bisa menerapkan UMP yang sebesar ini.. Yah mudah2an ada solusi yang terbaik buat kedua belah pihak..

    • MendinganManaID

      mudah2an pemerintah bener2 merealisasikan pertaturan mengenai pengecualian UMP baru terhadap usaha2 skala kecil, menengah, dan yang labor intensive

    • jems

      mang buruh bsia mikir ya gan???? klo bisa mikir g mungkin seperti itu mereka…. om Tom ada2 aza

  • BAMZ

    1,5jt/bln itu sudah lama tdk mengikuti kenaikan inflasi.. jd 46% ya akumulasi… kalo fair, tiapp tahun ajeg dikit2 ada knaikan sesuai inflasi ya ga kaget2 amat..

    Jd keuntungan perusahaan selama ini, bisa jd ada sedikit hak2 buruh yg blm diberikan…

    Kl perusahaan msh rugi dgn upah lama, itu yg GUOBLOOK ya manajemennya… biasanya keluarga/relasi bos dititip2in jd karyawan, trus jd pjabat.. tapi otak TEMPE mental JONGKOK!!

    • MendinganManaID

      Tolong koreksi kalau data saya salah. Tapi dari data UMP DKI Jakarta yang saya kumpulkan (http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/11/15/113926/Buruh-Jakarta-Sambut-Gembira-UMP-2013/6):

      2009: 1.069.865
      2010: 1.118.009 (naik 4,5% dibanding 2009)
      2011: 1.290.000 (naik 15,3% dibanding 2010)
      2012: 1.529.150 (naik 18,54% dibanding 2011)
      2013: 2.216.243 (naik 44,93% dibanding 2012)

      Coba bandingkan dengan laju inflasi tahunan berikut:
      2010: 6.96%
      2011: 3.79%
      2012: 4.30% (estimasi)

      Bisa kelihatan kok dari tahun 2009 tetap mengikuti laju inflasi dan bahkan di tahun tahun berikutnya kenaikkannya jauh lebih besar. Lagipula, kalau memang ada buruh yang protes bekerja pada perusahaan yang goblok, toh keluar dari perusahaan itu kan? Gampang saja kok dibikin susah.

      • ichan102

        Apakah Anda yakin dengan data laju inflasi tahunan tersebut ? Apakah Anda sudah menghitung laju REAL inflasi tahunan ? Think again :)

        • MendinganManaID

          Maksudnya mas bro? hehe to the point aja deh… jangan pake think again-think again…
          Itu data sudah dari BPS: http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=2&tabel=1&daftar=1&id_subyek=03&notab=1
          Jadi ane bingung sendiri kalau agan bilang apa ane yakin apa kagak… wkwkkw soalnya ini kan sudah dihitung ilmiah ya…

          Dulu waktu kuliah cuma pernah denger riil vs. nominal interest rate, jadi tolong ente kasih penjelasan apa sih riil vs. nominal INFLASI. Suwer ga ngerti…

          Yang gue ngerti cuma sebatas formula ini:

          Real Interest Rate = Nominal Interest Rate – Inflation

          Perlu dijelasin?
          Bayangin loe beli obligasi seharga Rp. 1juta di awal tahun 2001 yang menjanjikan suku bunga (interest rate) sebesar 6%. Maka di akhir tahun 2001 loe bakalan dapet 6% bunga dalam total sebesar Rp.60.000. Duit loe balik Rp 1.060.000. Nah 6% itu yang disebut sebagai NOMINAL INTEREST RATE.

          Kalau Real interest rate, berarti kalkulasinya sudah dipotong sama inflasi. Bayangin di awal tahun 2001 tadi loe beli obligasi seharga Rp. 1 juta di awal tahun 2001 yang menjanjikan suku bunga (interest rate) sebesar 6%. Maka di akhir tahun 2001 loe dapet 6% bunga kan? Nah bedanya, kita hitung inflasi. Taruhlah, di tahun itu laju inflasi sebesar 4%, maka sebenernya bunga yang lo dapet adalah 6%-4% = 2%! Karena loe pasti udah tau kan inflasi sifatnya menggerogoti daya beli?

          Nah sekarang coba jelasin pemikiran ente tersebut bro Ichan102…

          • azhari1991

            Gue suka gaya lo min…
            tulisan lw banyak benernya…
            gw dukung nih posting…

          • ichan102

            Correct me if I’m wrong :
            Inflasi adalah laju pertumbuhan uang yang beredar di dalam ekonomi. Bank sentral/otoritas keuangan mencetak uang sehingga jumlahnya di dalam ekonomi meningkat, akibatnya nilai uang turun dan harga-harga naik.
            Jadi inflasi adalah perbuatan manusia yang disengaja berkaitan dengan jumlah uang yang beredar, bukan gejala ekonomi akibat permintaan dan penawaran barang/jasa.
            Pengertian inflasi yang beredar di masyarakat adalah yang mitos (Mitos: Inflasi adalah kenaikan harga-harga), bukan yang sebenarnya. Penguasa tidak ingin kebenaran mitos ini terungkap karena kebenaran adalah musuh terbesar dari pemerintah (Goebbels).

            Permasalahannya adalah apakah perubahan nilai REAL uang (baca : penggerusan) terhadap barang akan sama atau mendekati sama dengan nilai inflasi dari BPS, yang katanya dihitung secara ilmiah ?

            Mari kita lihat harga barang-barang pokok dari tahun ke tahun, dalam hal ini diambil sampel harga rata-rata eceran beras :
            (Sumber: bps.go.id dan bulog.co.id)

            Tahun 2008 ke 2009 : Rp 5.950 ke Rp 6.540 (110 %)
            Tahun 2009 ke 2010 : Rp 6.540 ke Rp 7.600 (116 %)
            Tahun 2010 ke 2011 : Rp 7.600 ke Rp 8.200 (108 %)

            Mungkin mimin bisa bantu menjelaskan bagaimana nilai REAL barang terhadap uang berbeda cukup signifikan dibandingkan nilai inflasi dari BPS, yang katanya dihitung secara ilmiah ??? :)

          • MendinganManaID

            Waduh sebenernya bisa panjang nih mas Ichan, tp moga bisa membantu. Yang saya jelaskan ini bener2 dari sudut pandang ekonomi ya mas, bukan dari teori konspirasi (saya ga hobi teori konspirasi soalnya). Dan, sorry jadi kayak ngejembrengin beberapa hal mengenai ilmu ekonomi.

            Sebelum ngomongin inflasi, beberapa komentar dulu ya:
            1. Inflasi bisa merupakan hal yang disengaja & tidak disengaja. Ada buanyaak sekali penyebab inflasi mas, bukan hanya karena jumlah uang beredar. Bisa juga karena barang yg tersedia di pasar semakin sedikit.
            Ilustrasi: Di dunia ada si A dan si B, si A punya 1000 apel si B punya 1000 KG emas, cuma dua barang itu aja ada di bumi ini. Pada harga berapa si A mau menukarkan apelnya dengan emas si B? Ya 1 apel dibayar 1 emas toh?
            Nah, bagaimana inflasi datang?
            Bisa karena “uang beredar makin banyak”. Contoh: Sementara si A tetep punya 1000 apel saja, si B menemukan tambang emas lain sehingga emasnya jadi 2000KG. Kalau mereka berdua mau berdagang, berapa KG emas harus ditukar si B untuk apel si A? Ya 1 apel dibayar 2 emas….
            Inflasi juga bisa datang karena “barang yang diinginkan makin sedikit”. Contoh: Setengah dari apel si A busuk ajdi tinggal 500 apel, sementara si B cuma punya 1000 emas. Berapa kira2 harga 1 apel? Ya 2 emas toh?
            Kedua contoh di atas paling simple, tapi bisa diaplikasikan ke dunia nyata. Sama kayak kasus mata uang Zimbabwe (untuk “uang beredar dicetak makin banyak”) & kasus kenaikan harga daging sapi minggu2 ini karena stocknya yang tinggal dikit karena pembatasan import (contoh “karena barang yang diinginkan makin sedikit”).

            Kasus kenaikan UMP juga bisa menyebabkan inflasi mendadak dan dramatis karena struktur cost production dari sebuah barang akan meningkat tajam (plis jangan cuma dilihat dari upah buruh aja, raw material juga akan naik mas karena pabrik yang memproduksi raw material untuk produk kita juga terbebani kenaikan UMP kan?, dan masih ada seabreg-abreg lagi unsur multiplier dari kenaikan upah buruh) –> pengusaha jual barang lebih mahal –> masyarakat yang gajinya tetep akan menderita sementara buruh juga ga akan merasakan kenaikan UMPnya wong terpotong inflasi juga kan?

            So, siapa yang menderita? Semua masyarakat. Buruh juga ga ngerasain kenaikan upahnya dalam jangka panjang karena termakan ganasnya inflasi.

            Biar gampang ngerti deh: Bayangin ya sekarang di dunia ada 3 pihak, si A, B, dan C. Si A punya 1000 apel, si B punya 500 KG emas, si C punya 500 KG emas. Kalau si B atau C mau beli apelnya si A, berapa harganya? ya 1 apel = 1 KG emas kan?

            Nah bayangin sekarang si C (Ini pengandaian dari buruh yang dapet kenaikan UMP) nemuin tambang emas baru sehingga jumlah emasnya jadi 1500 KG. Kalau udah gini kalau si B atau C mau beli apel si A, si A minta berapa? 1 apel = 2 KG emas! Nah dalam kasus ini siapa yang tersiksa? ya si B, karena “harga” apel sudah naik diakibatkan oleh penemuan tambang si C, namun emas yang dimilikinya tetap. Dalam kondisi terakhir, si B cuma bisa beli 250 apel, sedangkan si C 750 apel. Apakah dunia makin kenyang dengan begini? Enggak! Yang ada cuma alokasi yang bergeser, di mana B menderita.

            Bagaimana cara supaya membuat kondisi makin baik? Ya, harus nanam apel jauh lebih banyak dan nemuin tambang emas lebih banyak.

            Do you get this simplification, mas bro?

            2. Sumpah mas, sekarang jaman internet dan berbagai dokumentasi perhitungan serta audit pemerintah banyak yang dibuka kepada publik. Bahkan metodologi perhitungan pemerintah banyak dibuka kepada khalayak. Jadi GAK MUNGKIN pemerintah pada umumnya memang bertujuan membohongi masyarakat dengan inflasi palsu. BUAT APA COBA? APA UNTUNGNYA? Yang ada di pemerintahan sekarang ini kan sama kayak mas bro dan saya, mereka sama2 hidup di Indonesia, di Jakarta. Buat apa coba bohong? Kalau ada oknum yang korupsi dan suap itu fakta. Tapi kalau seluruh pemerintahan bersepakat dan berkonspirasi membohongi masyarakatnya secara permanen, menurut saya mas bro terlalu banyak baca buku teori konspirasi yang sama sekali ga ilmiah.

            3. Mas Bro, data yang mas bro itu kan cuma harga beras toh? Apakah inflasi cuma tentang beras aja? NO WAY!
            Inflasi di Indonesia dihitung berdasarkan banyak harga barang (bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan) untuk menggambarkan keseluruhan mas. BUKAN CUMA BERAS AJA. Dan perhitungan yang dilakukan di 66 kota tersebut juga mengeliminasi berbagai faktor musiman yang mungkin berpengaruh. Ah mas bro bisa langsung lihat di sini deh: http://www.bps.go.id/menutab.php?tabel=1&kat=2&id_subyek=03

            So, inflasi yang di BPS itu ya inflasi. Ga ada tuh yang namanya riil inflasi. Inflasi ya cuma satu mas bro, itu yang riil.

          • ichan102

            Saya juga mau komen niy, sorry kalau kepanjangan :

            1. Jika mau bicara pengandaian, mari bicara “apel to apel comparation”. Sekedar mengingatkan bahwa emas, bagaimana pun juga, tidak dapat disetarakan dengan uang sebagai alat pembayaran yang sah. Just a fun fact, pada jaman Nabi Muhammad, harga seekor kambing yang sehat dan besar adalah 1 dinar. Dan setelah 1400 tahun, harga seekor kambing yang sehat dan
            besar, jika dikonversi ke emas, harganya masih sama 1 dinar. Tetapi tidak dengan uang terhadap barang. Dan ingat bahwa cadangan devisa negara selalu dinilai berdasarkan jumlah emas yang dimiliki oleh negara tersebut, bukan uang.
            Emas selalu jadi tolak ukur, bukan uang.

            So, your simplification cannot be a model to figuring the idea, yah Mas Mimin :)

            Namun Anda benar, inflasi juga bisa dipicu oleh berkurangnya jumlah barang dipasar.
            Tetapi hal ini terjadi dalam skala yang luar biasa. Jika dalam kondisi biasa maka yang berlaku adalah kondisi mencetak uang sehingga jumlahnya di dalam ekonomi meningkat, akibatnya nilai uang turun dan harga-harga naik.

            Dan please yah Mas Mimin, sebagai seseorang yang bergerak dibidang industri, harusnya Anda tahu bahwa di negara tercinta ini, faktor “birokrasi, korupsi dan pungli” adalah salah satu faktor besar yang membuat ongkos produksi naik. Jika faktor “birokrasi, korupsi dan pungli” itu bisa ditransfer ke UMP, maka UMP 2,2 juta bukanlah masalah.

            Bagaimana cara supaya membuat kondisi makin baik? Benahi birokrasi, hapus korupsi dan pungli dan perbaiki infrastruktur pendukung.

            2. Oke, akan saya paparkan sedikit mengenai “kebohongan” ini (saya kutip dari salah seorang blogger) :

            Inflasi = Pajak Tabungan dan Pajak Ekonomi Bawah-Tanah

            Bagi pemerintah inflasi mempunyai beberapa fungsi :
            1. Pajak atas tabungan
            2. Memindahkan kekayaan riil dari penabung ke penghutang
            3. Menghancurkan hutang

            Pemerintah hidup dari pajak. Tetapi pajak bukanlah hal yang populer. Bayangkan kalau anda dikenai pajak 70%-80% dari harta atau penghasilan anda. Anda pasti marah. Oleh sebab itu perlu diciptakan cara yang lebih halus dan tersembunyi dibalik kekuasaan dan hak monopoli pencetakan uang. Misalnya pemerintah mencetak uang sehingga uang yang beredar bertambah 20% per tahun, jika barang dan jasa di dalam ekonomi tidak bertambah berarti nilai uang turun sebesar 20%. Artinya nilai riil tabungan anda turun, nilai riil gaji anda turun, nilai riil hutang anda juga turun.

            Dengan mitos inflasi (bahwa inflasi = kenaikan harga-harga) berarti penguasa bisa menyalahkan para pelaku ekonomi terutama pedagang. Tuduhan bisa dilontarkan bahwa karena ulah pedagang menimbun barang menyebabkan harga naik seperti yang dilakukan beberapa waktu ini terhadap produsen minyak sawit dan penyalur beras. Kemudian dibarengi dengan operasi pasar membuat image penguasa naik. Menjelekkan pedagang dan mendongkrak citra diri sendiri. Hal ini mudah dicerna dan didukung rakyat .

            Supaya lengkap, inflasi kemudian disamarkan dengan indeks harga bahan pokok. Kalau yang namanya indeks, cara menghitungnya bisa dibuat rumit, menjadi intimidatif kalau melihatnya dan tidak lagi transparan. Ini mengikuti hukum:
            “kalau kita tidak bisa menyakinkan orang, buatlah dia bingung supaya akhirnya pasrah dan tidak bertanya lagi”. Jadi jangan heran kalau dengar inflasi negatif tetapi harga diesel dan minyak goreng naik di atas 20% seperti yang terjadi pada waktu yang lalu. Dan tidak ada wartawan yang menyoal hal ini, karena sudah terintimidasi oleh rumit dan canggihnya perhitungan indeks harga bahan pokok atau indeks inflasi.

            Sebagai pajak tabungan, inflasi sangat effektif dalam menjangkau “underground economic” (ekonomi bawah tanah). Kalau pekerja seperti saya ini, tangan pajak bisa menjangkau kami melalui perusahaan. Pajak dipotong langsung oleh perusahaan. Lain halnya dengan tukang bakso, tukang sayur, pengemis, pemulung, tukang ojek dan profesi sejenisnya, mereka tidak kena pajak penghasilan atau pajak penjualan. Jangan dikira mereka ini penghasilannya rendah. Seorang pengemis di perempatan jalan Jakarta, percaya atau tidak, penghasilannya bisa Rp 100.000 – Rp 200.000 per hari, kira-kira mereka “bekerja” 300 hari per tahun. Jelas penghasilan mereka sudah melewati batas kena pajak. Sayangnya penarik pajak tidak bisa menjangkau mereka secara langsung. Oleh sebab itu diperlukan mekanisme untuk memajaki mereka yaitu lewat inflasi. Inflasi yang menggerus nilai riil tabungan mereka bisa disebut pajak terhadap harta pelaku ekonomi bawah tanah.

            Contoh riilnya, misalnya seorang tukang becak yang di tahun 1980 mangkal didekat Senayan. Dia memberi jasa mengantar penumpang sejauh kurang lebih 4 km ke Blok M. Sebagai imbalannya dia diberi uang sebesar Rp 300. Artinya Rp 300 mewakili jasa mengantar sejauh 4 km dengan becak. Uang ini disimpannya di lemari sampai tahun 2007. Pada saat dia sudah tua, dia mau naik becak dengan jarak yang sama. Kalau Rp 300 itu mewakili jasa mengantar sejauh 4 km dengan becak maka kapan saja dia gunakan tanda/alat pembayaran yang sah itu dia akan memperoleh jasa yang sama. Nyatanya tidak demikian. Di tahun 2007 diperlukan Rp 5.000 – Rp 8.000 untuk jasa yang sama. Artinya nilai riil tabungan si tukang becak ini sudah termakan oleh inflasi (baca: pajak tabungan dan pajak ekonomi bawah tanah) walaupun secara sadar si tukang becak tidak pernah merasa membayar pajak.

            Apakah pemaparan yang riil ini masih dikategorikan sebagai teori konspirasi ?

            Use your common sense, Mas Mimin.

            3. Mas Mimin, again, please use your common sense. Jika satu komponen beras yang ditampilkan sudah menunjukkan perbedaan yang signifikan, bagaimana jika sembilan bahan pokok dan komponen yang lainnya dikomulasikan ? Dan dengan melihat adanya perbedaan yang signifikan antara nilai riil dan hasil hitungan yang katanya ilmiah, bagaimana Mas Mimin bisa bilang hanya ada satu nilai ??? :)

          • MendinganManaID

            Halo mas Ichan:

            1. Intinya itu adalah contoh untuk menunjukkan bagaimana mekanisme inflasi bekerja mas. Mas Ichan bisa ganti emas dengan contoh apa pun kok, bisa dengan kerang, bisa dengan lembar daun, bisa dengan apa pun kok.

            Sebenernya emas itu merupakan alat barter sama seperti yang lain, dan itu sudah dipergunakan jauh sebelum masa nabi. Nabi di 1400 tahun lalu hanya mengadopsi perekonomian yang sudah dilakukan oleh peradaban-peradaban sebelumnya seperti romawi, yunani, dan china. Lalu bangsa China dan barat mengadopsi “uang kertas” non emas sebagai mata uang baru yang lebih modern supaya lebih praktis dengan emas sebagai jaminan.

            Tulisan di atas mengenai “Ya, harus nanam apel jauh lebih banyak dan nemuin tambang emas lebih banyak.” bermakna metafora –> berarti harus hidup lebih produktif mas. Bagaimana harus produktif, banyak sekali caranya. Salah satunya dengan membuat upah buruh masuk di akal dan kompetitif. Penghapusan pungli dan birokrasi juga bisa termasuk di dalamnya, namun bukan fokus bahasan kali ini.

            2. “Contoh riilnya, misalnya seorang tukang becak yang di tahun 1980 mangkal didekat Senayan. Dia memberi jasa mengantar penumpang sejauh kurang lebih 4 km ke Blok M. Sebagai imbalannya dia diberi uang sebesar Rp 300. Artinya Rp 300 mewakili jasa mengantar sejauh 4 km dengan becak. Uang ini disimpannya di lemari sampai tahun 2007. Pada saat dia sudah tua, dia mau naik becak dengan jarak yang sama. Kalau Rp 300 itu mewakili jasa mengantar sejauh 4 km dengan becak maka kapan saja dia gunakan tanda/alat pembayaran yang sah itu dia akan memperoleh jasa yang sama. Nyatanya tidak demikian. Di tahun 2007 diperlukan Rp 5.000 – Rp 8.000 untuk jasa yang sama. Artinya nilai riil tabungan si tukang becak ini sudah termakan oleh inflasi (baca: pajak tabungan dan pajak ekonomi bawah tanah) walaupun secara sadar si tukang becak tidak pernah merasa membayar pajak.” –> lah, iki piye toh? Memang ini lah yang disebut sebagai inflasi. Kok saya jadi bingung ya? Lalu perbedaan poin kita di mana toh mas? Yang BPS rilis juga ya begini ini. Tapi gak ada itu sebutannya inflasi riil / non riil, bisa dicari mulai dari filsuf ekonomi marxis sampe keynesian sampai sosialis sampai liberalis, gak ada konsep begitu. Gak ngerti kalau muncul baru.

            BTW, memajaki lewat inflasi itu ga bisa toh mas…. Pegimane cara uangnya sampe di pemerintah? Apa untungnya? Coba deh sekali-kali ke situs Bank Indonesia, di situ BI / pemerintah adalah pihak yang sangat alergi sama inflasi. Target BI adalah menjaga inflasi tetap rendah. Karena kalau inflasi tinggi, yang kelimpungan bukan cuma saya maupun mas Ichan tapi juga pemerintah. Iki udah keliwat ngawur banget ah konsep pemajakan lewat inflasi.

            3. Mas…. makanya saya kasih link di atas biar mas jg bisa buka. Buka bagian tab metodologi.
            Cara ngitung inflasi bukan PENAMBAHAN inflasi kelompok barang-barang tersebut. Tapi dengan RATA-RATA (AVERAGE) dari seluruh kelompok barang tersebut. Ya kan kalau kita bicara inflasi misalkan 6% di tahun 2001, bisa diartikan secara rata-rata terjadi “kenaikan harga barang” sebesar 6% dibanding tahun sebelumnya.

          • ichan102

            Setelah sekian lama, akhirnya bisa lagi nulis disini.

            1. Mengenai metafora sampeyan, itu adalah sesuatu yang tidak sesimpel itu yang terjadi. Bagaimana Anda bisa menjadi lebih produktif jika LADANG apelnya hanya dikuasi sekelompok pihak yang bernama PEMERINTAH dan menerapkan sistem birokrasi yang bobrok, korupsi dan pungli yang merajalela ? Bagaimana Anda bisa menggali lebih banyak emas jika TAMBANGNYA dikuasai sekelompok pihak yang juga bernama PEMERINTAH ?

            Dan mengenai kenaikan upah buruh yang masuk akal ? Anda tidak bisa menilai sesimpel penjelasan tulisan Anda di atas.

            Selama 12 tahun saya bekerja di 4 perusahaan asing dan bertemu ratusan orang asing dari berbagai negara, SELAIN CHINA DAN INDIA, TIDAK SATU PUN ORANG ASING TERSEBUT PERNAH ADA YANG BILANG KALAU GAJI BURUH INDONESIA ITU MAHAL. MEREKA MALAH SERING MENGAKUI KALAU GAJI BURUH DI SINI ITU MURAH DARI SEGI HITUNGAN BISNIS NEREKA.

            Justru mereka selalu bilang :

            1. Indonesia is a rich country but why so many poor ? I cannot understand ?
            2. How come Indonesian people can live with less than USD 10,- per day with a family ? I cannot do the math !!!
            3. Indonesia is a rich country with bad politicians.

            4. Why does people in the goverment always asking for more money ? What did they do so they deserve it ?

            Dan justru berkali-kali saya berdiskusi tentang hengkangnya PMA dari Indonesia dengan orang asing tersebut dan jawaban yang selalu saya dapat adalah karena mereka tidak bisa berbisnis jika birokrasinya berbelit-belit, korupsi dimana-mana (termasuk oleh bule lokal di perusahaan) dan pungli merajalela. Intinya ga ada stabilitas dan kepastian hukum !!!!!

            Namun yang saya lihat sekarang, Jokowi+Ahok berani menaikkan UMP sebesar itu dengan program pembenahan birokrasi yang sangat ekstrim dan sangat sistematis. Dan lagi-lagi, para orang asing menilai, Indonesia should have more Mr. Jokowi to help this country to rise faster.

            2. lah, iki piye toh? Memang ini lah yang disebut sebagai inflasi. Kok saya jadi bingung ya? Lalu perbedaan poin kita di mana toh mas? Yang BPS rilis juga ya begini ini. Tapi gak ada itu sebutannya inflasi riil / non riil, bisa dicari mulai dari filsuf ekonomi marxis sampe keynesian sampai sosialis sampai liberalis, gak ada konsep begitu. Gak ngerti kalau muncul baru.
            —> Perbedaannya adalah TIDAK ADA PENAMBAHAN JUMLAH BARANG DISANA TAPI KENAPA BAYARAN JASANYA BISA BERUBAH ???? Kalau Anda bilang karena imbas dari inflasi, tolong jelasin kenapa bisa kena imbasnya kalau bukan karena kondisi mencetak uang sehingga jumlahnya di dalam ekonomi meningkat, akibatnya nilai uang turun dan harga-harga naik.

            Untuk masalah memajaki lewat inflasi, saya serahkan kepada Anda untuk menanggapinya.

            Tetapi yang pasti kita punya pandangan yang berbeda dalam melihat peran BI yang Anda katakan “menjaga inflasi tetap rendah.”
            Saat ini saya melihat, secara keseluruhan, peran pemerintah (dalam bentuk lembaga apapun itu) belum sesuai amanat UUD untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

            3. Mas Mimin, sampeyan pikir kebutuhan pokok rakyat bisa dibuat secara rata-rata untuk perhitungannya? Yang bener aja Mas Mimin. Anda tahu statistiknya tapi ga jalan logikanya. Seperti kebanyakan orang di negeri ini, hanya tahu 1+1=2 tapi tidak pernah mengerti mengapa 1+1=2 ?
            Jika ingin menghitung secara fair, maka harus dibuat perhitungan secara proporsional berdasarkan urgensi kebutuhannya bagi rakyat kita (termasuk buruh didalamnya), bukan langsung dihajar rata-rata.

          • MendinganManaID

            halo mas bro Ichan, seneng liat kembali memberikan pendapatnya. Tapi karena pulang larut, sepertinya saya akan menyusulkan reply terhadap komentar paling akhir dari agan Ichan. Soalnya takut reply saya ngaco kalau maksa bales skrg.

            BTW, di luar perbedaan pendapat, sebenarnya mas Ichan punya daya tarik dalam pendapatnya. Cuma mau nanya, apa mas bro gak mau bikin satu tulisan utuh mengenai hal ini? Kalau mau, mas bro bisa kirim ke mendinganmana@gmail.com, nanti pasti di taruh di posting terpisah terlepas bagaimana pun pendapat mas bro. Semoga nanti juga bisa jadi bahan acuan bagi banyak orang juga, jangan cuma pendapat pembuat blog yg diliat, ya toh?

            Toh pendapat mas bro juga sama2 demi kemajuan bersama kan, cuma cara pandangnya aja yg beda. Kalau ada minat boleh tuh ya mas bro.

          • ichan102

            Betul Mas Mimin, I cannot aggree more with you, semua demi kemajuan bersama walaupun pandangan berbeda.
            Dan sebuah kehormatan buat saya karena Mas Mimin telah memberi kesempatan untuk memberikan tulisan saya.
            Thanks yah Mas Mimin atas tawarannya :)

          • Kawil

            “sebagai seseorang yang bergerak dibidang industri, harusnya Anda tahu
            bahwa di negara tercinta ini, faktor “birokrasi, korupsi dan pungli”
            adalah salah satu faktor besar yang membuat ongkos produksi naik. Jika
            faktor “birokrasi, korupsi dan pungli” itu bisa ditransfer ke UMP, maka
            UMP 2,2 juta bukanlah masalah.

            Bagaimana cara supaya membuat kondisi makin baik? Benahi birokrasi,
            hapus korupsi dan pungli dan perbaiki infrastruktur pendukung.”

            Kalo gitu, Benahi birokrasi, Hapus korupsi dan pungli, Perbaiki Infrastruktur pendukung DULU.

            BARULAH minta upah 2,2 juta!!!

            Kalo belon dibenahi, yah duit buat bayar nya dari mana? selain harga barang dinaikan? Dari Langit?

          • ichan102

            Aduh, Mas Kawil, tolong kalau berpikir jangan sepelemparan batu gitu dong. Kapan sampeyan mau maju ????

            Lihat apa yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok. UMP naik drastis dan, secara paralel, birokrasi dibenahi dan infrastruktur diperbaiki.

            Kalau dilevel perusahaan, seperti yang diterapkan diperusahaan saya sekarang, gaji dinaikkan sampai 38% dalam setahun (padahal gaji sebelumnya sudah di atas UMP Jakarta :) ) dan secara paralel, diterapkanlah Code of Conduct dan Business Ethic secara ketat, kagak pandang bulu. Kagak ada ampun untuk korupsi, tidak ada yang namanya pungli dan duit “under table” lagi. Dan perusahaan ga keberatan kalaupun harus bertarung lewat jalur hukum. Dan hasilnya, perusahaan makin sehat dengan bukti adanya investasi mesin dan peralatan baru, bekerja semakin tenang karena tidak ada perasaan bersalah dan penjualan dari tahun ke tahun semakin meningkat.

          • Kawil

            90% perusahaan di indonesia (kalo ga disebut 99%) itu tidak seberani perusahaan anda.
            Ada beberapa perusahaan yang mencoba seperti perusahaan tempat anda bekerja, namun akhirnya di tekan oleh pihak yg berkepentingan. Dibuat susah istilahnya. Yah kalo perusahaan yang modalnya sangat sangat kuat, bisa membuka rana hukum, tidak segan segan membawa ke hukum. After all, untuk membawa ke rana hukum, biayanya juga ga sedikit!
            Idealnya,MEMANG seperti yan anda jabarkan bahwa “tidak ada duit under table lagi”.
            Namun, sampai saat ini, jangankan perusahaan, kita ma bikin ktp aja masih di pungli. Dan itu adalah kenyataan.

            Anda mengatakan “Jika
            faktor “birokrasi, korupsi dan pungli” itu bisa ditransfer ke UMP, maka
            UMP 2,2 juta bukanlah masalah.”

            Maka sy mengatakan, OK sy SETUJU dengan anda!

            Benahilah dulu semua korupsi,pungli, dan birokrasi. Kalo semua itu sudah hilang MAKA perusahaan AKAN memiliki dana berlebih yang bisa digunakan untuk menambah gaji buruh.

            Jika sebelum dibenahi, buruh ingin gaji tinggi, yah darimana duit nya lah…

            Sy cerita sedikit perusahaan kecil sy.
            Sy bergerak dibidang transportasi pengiriman bahan2 kebutuhan hidup.
            Kirim sayur dari daerah ke jakarta itu membutuhkan biaya 600rb an DILUAR biaya makan supir dan bbm.

            Sepanjang perjalanan, hampir setiap lampu merah, bahkan memasuki tol jagorawi saja, kalo supir tidak MEL, itu pasti dicari cari kesalahan truk angkutan.

            Dengan bayar mel(pungli) 5000 sekali stop, maka kita aman sampai org berikutnya yang minta mel.

            Nah, sehari 5 truk sy berangkat. berarti sehari biaya pungli sy 5x Rp. 600rb = Rp.3juta.
            sebulan 30x Rp3juta= 90 juta. Bukankah jika pungli HILANG, sy punya 90 juta untuk sy bagikan baik itu sebagai insentif ataupun gaji tetap untuk buruh pekerja sy? Pekerja sy ada 24 orang. 90 juta bagi 24 orang itu kebagian rp 3.750.000,-
            FANTASTIS bukan!!!

            Apakah sy bisa memberikan insentif Rp 3.750.000 sebulan disaat kena pungli?
            Bagaimana jika buruh sy meminta Rp. 3.750.000 saja sebulannya. apakah sy sanggup?

            Sanggup!!! jika biaya sewa sy naikan terhadap customer sy yang efeknya harga sayur akan menjadi lebih mahal lagi.

            Bagaimana jika dalam kondisi masih kena pungli, sy naikan gaji buruh sy jadi 3.750.000, dan harga sayur atau kebutuhan hidup juga NAIK?

            Bagaimana cara sy sebagai perusahaan kecil memaksa supir sy UNTUK TIDAK MEMBERIKAN pungli? Bilang ke supir, pak, kalo ada yang pungli, bapak tuntut saja kepengadilan! Begitukah?

            Apakah setiap hati supir sy harus bersitegang dengan peminta pungli? Siapa yang jamin keselamatan supir sy terhadap ancaman peminta pungli?

          • ichan102

            Terima kasih yah Mas Kawil sudah memberikan fakta nyata tentang pendapat saya mengenai birokrasi, korupsi dan pungli.

            Tetapi sekali lagi Mas, dengan segala hormat, jangan berpikiran sepelemparan batu.

            Sebuah kisah nyata, suatu kali saya pernah menemani orang asing mengurus dokumen kerjanya disini. Dan dalam pengurusan itu beliau “dipersulit” dengan tujuan agar orang asing tersebut mau membayar lebih. Tetapi yang terjadi, beliau tetap tidak mau bayar lebih dan tetap memilih mengurus secara prosedural. Yang terjadi selanjutnya adalah perang argumen dan petugasnya lah yang terpojok dan akhirnya “mengalah”. Saya sebagai sesama anak bangsa merasa malu melihat kejadian itu dan membuat saya berpikir bahwa semakin kita “mengumpani” para “pemalak” ini, semakin berani mereka berbuat lebih. Semenjak itu, saya ga mau lagi kompromi dengan petugas dalam urusan apapun dan saya bisa kok. Jurus terakhir yang saya gunakan, laporkan saja ke atasannya atau ancam akan di blow-up ke media, beres :)

            Intinya, selalu ada jalan untuk mengatasi masalah ini jika ANDA PUNYA KEBERANIAN, BERPIKIR UNTUK MAJU DAN KOMUNIKASI YANG BAGUS.

            Sekedar contoh cerita untuk Anda, pada saat saya bekerja di perusahaan PMA di daerah Cikarang, yang namanya pungli oleh preman di daerah tersebut bukanlah barang baru. Dan hal ini sudah cukup merugikan banyak perusahaan di daerah tersebut. Dan Anda tahu apa yang terjadi selanjutnya ? Para petinggi perusahaan di daerah tersebut mengadakan rapat dan membentuk semacam “aliansi” dan mengundang para pejabat daerah dan pengelola wilayah. Mereka menyampaikan keluhan mengenai pungli dan mengancam jikalau tidak ada tindakan tegas, mereka akan membawa masalah tersebut ke level yang lebih tinggi. And guess what, it works. Para pejabat dan pengelola wilayah segera bergerak dan angka pungli menjadi turun drastis.

            Sedikit saran, Anda tidak harus berjuang sendiri untuk menghadapi pungli. Sebaiknya Anda membentuk atau ikut “aliansi” dan kembangkan komunikasi dengan pejabat terkait. Dan, mungkin, “aliansi” Anda bisa berjuang dengan cara yang sama seperti cerita saya di atas :)

            Apa yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok saat ini adalah bagian untuk memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial. Dan tindakan yang mereka lakukan adalah sebuah komitmen dan integritas dengan strategi dan tindakan nyata. Semoga ini akan berkelanjutan sampai akhir masa tugas mereka.

            Namun yang saya heran mengapa Anda lebih memilih untuk “menyerah” dan “menunggu” dengan keadaan dari pada ikut bergabung dalam pengentasan korupsi dan pungli ? Dan sadarkah Anda bahwa selama ini kita dijajah oleh bangsa kita sendiri dengan adanya kebobrokan birokrasi, korupsi dan pungli ini ? Tidakkah Anda tergerak untuk ikut mulai bertindak mengatasi itu dimulai dari diri Anda dan dari apa yang Anda bisa lakukan ? Kalau Anda masih punya segudang alasan untuk TIDAK memulainya, ANDA TIDAK PUNYA KEBERANIAN. Dan kalau Anda tidak punya KEBERANIAN, bagaimana Anda bisa jadi pengusaha dan berharap sukses ?

          • Kawil

            Sy tidak berpkiran sepelemparan batu.
            Kami (bukan cuma 1 perusahaan) sudah berusaha, lapor sini lapor sana, namun percuma.
            Pernah kami sampaikan pada yang berwenang didaerah kami, yang terjadi adalah, kami di datangi preman2.

            Lapor polisi, polisi datang, preman nyingkir. besok nya datang lagi.
            Jalan keluar masuk kami dihalangi orang2 yang gak tau darimana datangnya.

            Truk kami tidak bisa keluar masuk.

            Pernah gerbang beberapa dari kami digembok dari luar oleh gembok bukan milik kami.

            Pernah pula kami dilempari batu dsb.

            Pernah pula truk kami keluar dari lokasi kami, di ujung jalan distop, supirnya disuruh turun oleh sekitar 20 orang.

            Pernah pula, kaca truk kami dipecahkan. spion dipatahkan, lampu sen diketok pecah.

            Lapor polisi, apa polisi mau penjarakan semua itu?

            Apa setelah tertangkap, kerugian kami diganti?

            Bagaimana dengan polisi yang sekali waktu minta pulsa dll dalam rangka pengejaran?

            Sebut saja tertangkap, diadili, dipenjara, lalu setelah sekian tahun mereka bebas, apakah keselamatan kami dijamin?

            Tahun lalu, semua karyawan kami DIPAKSA tidak masuk kerja (demo lokal).

            Semua hantaran yang harusnya pagi itu berangkat kekota tujuan, tidak bisa kami kirimkan.

            Kerugian baik pihak penyewa, maupun pihak kami sebagai yang menyewakan sudah tak terhitung.

            Masih banyak lagi kalo mau disebutkan bisa 1 bundel map.

            Kami bukan nyerah, kami berusaha, namun MAYORITAS menyerang kami!!!

            Kami dibuat susah.

            Apakah ini disebut berpikiran sepelemparan batu?

            Kami SUDAH BERPIKIR panjang, KENYATAANNYA,

            dengan kami bayar pungli, kami dan semua buruh kami, aman!

            TITIK.

            Dengan TIDAK BAYAR PUNGLI, kami dan semua buruh kami,TIDAK AMAN!

            TITIK.

            That’s the FACT!

            Maka sy bilang, kalo ada yang mau jamin keselamatan hidup kami, silahkan muncul, kami dan buruh kami, akan minta hitam atas putih sebagai jaminan keselamatan kami, dan kami dan buruh kami, akan LAWAN semua perusak itu!!!

            Jika ternyata diantara kami dan buruh kami, ada yang mati karena kami dan buruh kami, melawan semua perusak itu, Maka kami minta yang mati dihidupkan kembali.

            Jika tidak bisa, kami dan buruh kami, juga tidak mau mengorbankan nyawa kami. Anda mau?

            As simple as that.

            Kembali ke topik,

            Kami, pengusaha kecil pun menjadi susah karena demo buruh ini.

            Kami mau bayar buruh kami dengan harga tinggi, asal saja kami di berikan sumber dana nya.

            Jika pungli bisa dihilangkan, maka kami bisa meng alokasikan dana pungli tsb kepada buruh kami.

            Hilangkan pungli, maka sy yakin, semua pengusaha akan mengalokasikan dana tsb untuk buruhnya.

            Jika Pungli MASIH ADA, maka pengusaha TIDAK PUNYA dana untuk dialokasikan ke buruhnya.

            as simple as that. Ga usah dibikin mumet.

          • buruh bodat

            hubungannya terlalu jauh korupsi ama ump
            lah buruhnya aja suka korupsi waktu

          • ichan102

            @buruh bodat : Jelas ada korelasi . Apa yang dipaparkan oleh Mas Kawil adalah fakta lapangan HANYA dari sisi pungli saja. Kalau dari sisi korupsi, tolong diingat bahwa korupsi tidak hanya dilakukan oleh orang di pemerintahan yang menyebabkan jeleknya pelayanan, fasilitas dan infrastruktur umum tetapi juga dilakukan oleh “bule lokal” alias para pejabat lokal diperusahaan. Bayangkan jikalau duit yang bocor dari pungli dan korupsi itu ditranfer jadi upah buruh.

            Masalah buruh suka korupsi waktu, itu adalah masalah management perusahaan, juga terkait dengan punishment and rewards. Anda tidak bisa mengasumsikan bahwa itu adalah perilaku kebanyakan buruh. Dibanyak perusahaan yang sudah saya datangi, banyak buruh yang bekerja dengan disiplin karena management perusahaannya baik dan ada kejelasan dan ketegasan mengenai punishment and rewards.
            Dan memang inilah cara umum yang diperlukan untuk membentuk karakter disiplin, kejelasan dan ketegasan mengenai punishment and rewards.

          • buruh bodat

            goblok lu chan
            ngitungnya kayak anak sd aja lu
            ketauan lu buruh ye
            ngitung inflasi gak segampang itu goblok
            tuh dah ditunjukin mimin sumber data inflasinya
            sono belajar kejar paket b dulu lo biar dapat ijasah smp

          • ichan102

            Bwahahaha….. saya ingat dulu ada bule yang pernah berkomentar kalau orang Indonesia itu banyak yang stupid but cocky.
            Melihat bagaimana komentar yang Anda tulis diatas, jelas Anda adalah representasi dari komentar tersebut.

            Dan telaah dari bagaimana Anda menyusun kalimat dari tulisan diatas, hanya ada 2 kemungkinan untuk Anda :

            1) Anda telah mendapat pendidikan dengan kualitas yang rendah, baik disekolah ataupun dirumah, ATAU,

            2) Anda belum pernah sekolah hingga jejang yang lebih tinggi.

          • asli indonesia

            anda terlalu memandang dari sudut pandang orang atas , saya yakin anda adalah orang yang hebat dengan banyak koneksi . tapi apa yang mas kawil bilang adalh realita . mungkin selama ini anda hanya melawan 1 atau 2 birokasi saja , apa yang di alami mas kawil dgn supirnya tidak hanya selesai lewat adu argumen , apalagi jika sudah mengandung ancaman . cobalah menjadi orang kecil yang benar2 kecil sebelum menjudge dengan pandangan orang besar .

        • Karl_212

          Mas Ichan tunjukkan dadamu! Perlihatkan dasar komentarmu? **Menunggu

    • PENGUSAHA

      woi buruh goblog, DIEM AJA LU ANAK ASU.
      KLO LU NGERASA BISA BUKA USAHA SENDIRI, SANA KELUAR KERJA. TOLOL IDIIOT. BAPAK LO ASU, IBU LO LONTE. NGENTTOT, JADI NYA YA BURUH2 TOLOL SEPERTI ANDA INI.

  • regard

    hoamzzz,,,,,itu kan semua udah di debatkan sama atasan buruh atasan pengusaha maupun pejabat daerah sekarang….

  • droxide

    nuntut aja naikin gaji terus… sampe bnyak perusahaan yg gulung tikar baru tau rasa mereka gk dpet pkerjaan lgi… emang budaya negara kita ini mayoritas pemalas dan penuntut… kalo kinerja buruhnya bagus dan berkualitas pengusaha pasti gk segan2 menaikkan upah… kualitas manusia nya dloe di tingkatkan baru tuntut naik gaji… kapan jdi negara maju indonesia klo gini ?

  • wong ndeso

    kita liat aja nanti apa bnar 3 hal yg anda sbutkan td trjadi atau sbalikx,,,smuax sdah ada yg mngatur kt brdoa saja smoga smua trbaik buat prusahaan dan buruh,,tidak usah kita mmbela buruh atau pngusaha

    • MendinganManaID

      Saya kali ini membela iklim usaha untuk kepentingan buruh juga. bener yang dibilang beberapa komentator di sini, kalau pabrik berguguran, buruh mau kerja di mana??
      Sepakat UMP harus naik. Tapi yang jadi permasalahan adalah kenaikan yang terlalu signifikan justru akan membunuh profitabilitas industri tersebut, kalau industri sudah tidak untung, bagaimana mereka membayar buruh? Kan APINDO sudah suggest untuk kenaikan UMP sampai level 1,9 juta saja. Tapi buruh memaksa lebih tinggi hingga 2,2juta.

      Saya sepakat, semoga yang terbaik yang terjadi. Toh ketiga hal di atas sama sekali tidak menguntungkan baik si buruh, maupun pihak pengusaha.

      • PENGUSAHA

        “semua sudah ada yang mengatur” seng ngatur ki sopo ndes? pekok guoblog.

  • PENGUSAHA

    SARAN BUAT BURUH DUNGU NAN GOBLOG,
    KALAU MERASA GAJI LAMA ANDA GA CUKUP COBALAH SARAN BERIKUT::
    1. STOP KREDIT HP
    2. STOP KREDIT MOTOR YANG MAHAL, CUKUP MOTOR STANDARD. GA USAH KREDIT NINJA ATO CBR. CUKUP REVO FIT.
    KERE KOQ MAU SOK KAYA.

    3. STOP KREDIT LAPTOP
    4. KALAU PACARAN JANGAN SOK KAYA. MALES BANGET.
    5. STOP MEROKOK!!! ITU DUID LO BAKAR2 AJA???? DUID ABIS MEWEK MINTA NAEK GAJI, ADA OTAK NGGAK???

    6. KALAU MAU HIDUP ENAK, STOP JADI BURUH!!! JANGAN MAKSA2 PENGUSAHA NAEKIN GAJI LO!!!!
    OTAK GA ADA , SKILL GA ADA, KERJAAN MALES2 AN, KLO KERJA ISI NYA BACOD AJA, D SURUH AMBIL LEMBUR GA MAU,

    LULUSAN CUMA SD, BURUH ITU MAU NYA APA SIH??? BENER2 KAUM ANJING TERKUTUK. ORANG MODEL GINI MAH PECAT AJA!!!!!

    • abud

      setuju ama analisa ente, ane liat pembantu2 punya HP 2, satunya BB. itu buat beli HP dan pulsa dari mana? trus kalo ane ke mall, sering liat di food court, maaf kata, tampang2 buruh itu lagi pada makan di makanan cepat saji sekeluarga, ane malah cuma liatin sambil ngiler, mau ikutan beli cuma inget masakan di rumah, biar ga seenak makanan food court tapi bisa nekan cost makan siang…

      • karyawan

        setuju broo

    • joe

      maaf sblmnya, apakah pengusaha jg menghargai tamatan S1?teman saya tamatan S1 melamar di kawasan industri di medan, masa ditawarkan gaji 900rb??capek capek kuliah cuma dihargai segitu.sedangkan buruh saja diatas 1jt.

      • unodos

        Joe : teman mu itu punya skill apa ? bisa mengemudi mobil ? apakah bisa memperbaiki komputer ? atau hanya dengan bekal S1 nya saja ?

    • romie

      bener banget bro…..
      setuju sama pendapat anda….

    • revolusioner

      menurut ane sistem pendidikan di indonesia juga kurang mencetak orang2 handal di bidangnya, & lebih cenderung dituntut utk mendapatkan nilai tinggi (IPK) ketimbang memiliki skill yg handal.

      buktinya masih banyak sarjana yg bingung cari kerja..

    • self employee

      KALO SUAMI GAJINYA 2,2 JUTA
      KALO ISTRI GAJINYA 2,2 JUTA

      TOTAL GAJI 4,4 JUTA
      BELUM CEPERAN SANA-SINI

      MAKAN IKUT MERTUA
      ANAK DIASUH MERTUA

      BISA NYICIL MOBIL BRO..!!!

      MENDING GUE JADI BURUH AJA..
      DARIPADA JADI PENGUSAHA

  • mrsilent

    yup bener dah.. gw setuju ma posting diatas.. klo gw liat ni yang kemaren cakap2 di TV *ne.. mereka pasrah sama pendapatan yang mereka dapet.. yang gw pikir klo duit kurang kenapa ngga buka warung kek, jualan apa kek, buka usaha baru kek sambil kerja.. istri mungkin bisa bantu dirumah dari pada cuma gossip di teras… Indonesia banyak orang creative,, creative di berbagai bidang malah. jangan cma ngeluh.. klo mu naik gaji ya naikin skill nya naikin smangat kerjanya..

    sekarang buruh nuntut naikin gaji naik.. otomatis pengusaha dipaksa untuk creative dengan ide2 baru.. tapi inget dibalik penemuan ide2 baru.. bakal ada kerja lebih keras untuk para buruh.. dan mau ngga mau buruh harus ngikut.. karena ide baru bakal banyak uji cobanya.. naikin gaji sama aja mecut kaki buruh supaya bisa lari lebih cepet.. liat ja kedepannya..

    inget sejarah Revolusi Industri.. semua pake mesin.. otomatis buruh sendiri yang harus creative.. dan nantinya cuma bisa nuntut sama diri sendiri.. klo bisa janganlah di Indo sampe ada revolusi industri..

  • http://www.facebook.com/sloucu Angga Ryzka Septananda

    ya namanya manusia, pinginnya dapet gaji yang gede, kerja sante2

    • MendinganManaID

      bener, pengusaha juga gitu. tapi ga perlu maksa pihak lain naikkin gaji kan mas bro? sampe demo anarkis? segel? blokir tol?
      ga suka, ya resign. banyak kok yang mau gantiin.

  • NN

    menarik sekali posting nya gan..

    dulu saya pernah menjadi buruh, skarang alhamdullilah dah bisa bikin usaha dn mempunyai banyak buruh.

    saya leebigh setuju dengan 2. lebih baik naikin 1 orang buruh (yang produktf) dan pecat 1 orang buruh (yang tidak produktf)

    • MendinganManaID

      mas NN ini contoh bagus buat yang lainnya! Inspiratif!

    • webdiver

      salut buat mas NN
      bagi tips mas gimana jd pengusaha, saya mau coba lepas dari kantoran

    • upinipin

      Tau ga ada tukang bangunan yg gajinya 50ribu/hari dan ada yg 300ribu/hari . Padahal sama samanya tukang dan sama sama tamatan SMA. Kenapa bisa ya ? Jawabannya adalah “Ketrampilan” .

    • karyawan

      mas NN inspiratif bgt buat ane ni…like this yooo…

  • jgn sok tau lah

    gua paling dak suka sama orang yg banyak berandai2 bikin2 artikel kek nya tu orang udah ngerti betul tentang perburuhan atau perindustrian, padahal tu orang bukan praktisi dari pihak pengusaha atau buruh!!

    coba lu pake hati nurani lo sendiri, gua lulusan S1 kerja di manufaktur, kadang gua miris liat kerjaan buruh yg seabreg, datang pagi pulang malem, tapi gaji mereka cuma 1/2 nya gaji gw, padahal kerjaan gw gak susah2 amat.

    perusahaan gw meng gaji buruh 2jutaan jauh sebelum para buruh minta kenaikan perusahaan gue udah ngasih duluan. tapi gua pikir gaji segitu gak setimpal dengan kontribusi mereka buat corporasi.

    kasih data ke gua kalo lu emang bener, kenapa byk perusahaan eropa bikin factory di asia (terutama china & asia tenggara) ??? kenapa adidas, rebook bikin sepatunya di tangerang?? alasannya shipping murah, bla bla bla.. tapi di ekspor ke negara mereka kembali?? pake OTAK!! karena corporasi licik pegen upah murah!! apa bedanya dengan penjajahan?? TOLOL!!!!! gua pikir pendidikan lu cuma lulusan SMP atau lu cuma emang anak sekolahan yg bisanya minta duit sama nyokap lo, analisa lo dangkaaaalll bgt, idiot!!

    2juta potong kontrakan 400rb sisa 1.6 jt, anggap makan & transport 20rb/hari, sisa 1.2jt lu pikir aja 1.2 juta buat biaya keluarga (makan, sekolah anak, dll) cukup gak?? ya cukup buat yg ngirit2 bgt mkn pake nasi+garam. lihat dong sisi kemanusiaannya!! emg dgn duit segitu bisa bikin buruh kaya raya??? bullshit, membangun kehidupan layak pun nggak kayak nya.

    sory ya gua cuma lo jgn ngarang2, jgn cuma bisa duduk manis di meja nulis2 artikel seolah2 lu bener & ahli tentang perindustrian. padahal kapabilitas lo sbg penulis artikel patut dipertanyakan (wong follower twiter cuma 95 wkwkwkwkwkwkwkwk)

    ok sebagai penutup gua minta lu pada semua jgn jd orang TOLOL lihat ni video sebagai referensi http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=NE2OS1fezLI

    • MendinganManaID

      Gini mas bro , saya handle strategi perusahaan yang punya pekerja (buruh) yg sangat banyak, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jumlah pekerja kami di seluruh dunia termasuk Indonesia mencapai total 500,000 orang. Hehe, sangat banyak kan?
      Jadi saya mengerti berapa kontribusi cost dari upah buruh terhadap sebuah produksi. :) Dan berapa persen P&L yang akhirnya kembali kepada perusahaan / owner.

      Dan soal korporasi licik karena pingin upah murah, ya memang iya. Makanya banyak pabrik baru di China, Vietnam, India, dan Indonesia bukan di Eropa. Ya siapa sih ga mau untung mas bro? Tapi kan tetep realistis dengan keadaan.
      Tapi ya toh APINDO tetep realistis, makanya ditawari kenaikkan hingga 1,9juta kan? Tapi kok situ dan kawan2 emosi demo2 minta 2,2 juta?
      Sekarang kalau upah ente dan kawan2 memberatkan pengusaha sehingga ga bersedia produksi lagi pegimane? Nanti ente atau kawan2 ente kerja di mana?

      Jangan bicara soal background lah mas bro. Gak enak bicara di sini. Tuliskan saja argumenmu kenapa 2,2 juta layak? Kirim ke email mendinganmana@gmail.com, kirim dalam tulisan yang rapi, kalau layak terbit, nanti saya akan kasih 100rb buat tambah jajan. Tp jangan terlalu sentimentil bro, nanti malah sesak di dada. Bawa santai aja :).

    • abud

      buruhnya udah berkeluarga?istrinya disuruh kerja lah, jgn nganggur, istri ane aja suruh kerja, sabtu minggu jg kerja cari tambahan bro, jangan ke mall. jadi kalo kurang caranya gitu, cari ide bukan suruh org laen yg cari ide. kalo si bro di atas punya data tolong kirim list kebutuhan di excel, adik ane aja gaji cuma 1juta lebih padahal D3 masih bisa cukup kok karena kreatif tekan cost. kalo mau lebih, dia kreatif cari tambahan sana sini, jualan parfum kek, jualan kacang kek, banyak cara lah, waktu luang jangan pake buat nongkrong ngopi ato ke mall…

    • Kureta_228

      hadehh.. si oncom… gini loh bro.. si TS beragumen karena impactnya nanti akan bermasalah ke depan.. agan bicara seperti ini hanya di masa saat ini.. ok gw agree buruh kasihan.. tapi jika ini berlaku kedepan nya… kemungkinan yang TS bilang pasti akan terjadi.. pasti akan ada efect domino.. karena biaya produksi naik pasti harga barang akan naik… jika harga barang naik.. (masyarakan indonesia pasti malas beli barang mahal) penjualan pasti turun, produksi pasti di pangkas.. allhasil pasti ada pemecatan.. kalo sudah gini yang disalahkan sapa?? pasti pemerintah dan pabrik kan.. pasti nantinya yang punya perusahaan akan bicara.. lah sampeyan yang minta naik.. kalo ngak mau di pecat yah saya pasti bangkrut… malah agan lah yang harus berpikir dengan logika…. oh iya.. saya S1 Information Technology.. dan saya juga mempunyai karyawan di site, Saya akan menaikan gaji karyawan yang dirasa productif…

    • webdiver

      ya klo ga cocok ya tinggal cabut bro, susah amat sih

    • buruh bodat

      udah siap2 aja lu ngemis… abis ini kan elo dipecat…dasar buruh bodat gak tau diri

    • Dhias Kusuma

      Ini Saran GW buat Semua Buruh2 yg kemarin bacod2, Koar2 Minta naek Gaji.

      Sori Bos, Dunia Emang Kejam, dari jaman Ikan Belum bs Nyelem dlm air.
      Gaji Buruh memang kecil, jk dilihat dr perspektif makro perusahaan, kontribusi secara Individunya kecil. Yg
      dipake tenaga, bukan Skill atau Otak. So Sadar bro, udah Sukur
      perusahaan g ngganti tenaga buruh dg Mesin. Ingat untuk sebagian perusahaan mereka punya opsi relokasi atau mengganti buruh dg tenaga mesin.

      Kalo Mau Gaji Gede Bro, saran ane jadi manager, Konsultan, Lawyer, Dokter. Atau Buka Bisnis sendiri!
      Kalo jadi buruh ya emang segitu, kalo buruh pada kaya. ngapain gw susah2 sekolah ampe ngambil phd di luar bro.

      Hidup itu G adil Bro, tapi Hidup itu itu g adil pada semua orang. Jadi cari keadilanmu sendiri

    • karyawan

      justru gw kasihan sama nasib buruh kedepannya, temen gw banyak yg buruh bro n kaka gw juga buruh broo, tapi kalo efek kedepannya malah buat ngerugiin org banyak untuk apa…

    • karyawan

      satu lagi mas bro…upah yg ditetapkan, udah disesuaikan dengan posisi dan level jabatan masing-2…sory ane handle 5000 karyawan mas bro, kecil sech, tapi alhamdulillah, mereka ga ada yg ikut-2an demo, karena mereka berpikir nyari kerja sekarang susah, n kalo soal pembagian gaji habisnya untuk apa, itu semua derita masing-2, gw aja menderita ko…wkwkwkwk, tapi gak memaksa gw buat jadi alesan ikut-2an demo…

    • sanjaya

      eh mikir lagi ya.. penjajahan itu jelas memaksa org kerja paksa. memangnya perusahaan memaksa orang kerja jadi buruh???? kl memang cuma jadi buruh ya jelas tidak mungkin kaya raya. tahu dirilah! seandainya gw jadi cleaning service juga sudah jelas tidak mungkin minta mobil dinas! kl memang kontribusi anda ke perusahaan rendah, pekerjaan anda jg dgn mudah diambil alih robot, ya sekali lagi tahu dirilah! gw jg pernah ngerasai jadi org ga punya duit, cuma bedanya gw berusaha terus & tidak minta org yg lebih kaya utk mengalah. meminta org yg lebih kaya utk mengalah = mental pengemis

    • pengamat

      Ngomongin orang tolol, idiot kayaknya lo yang lebih idiot deh.. Lu cuma melihat dari sisi buruh doang, tapi lu gak pernah mikir dari sisi pengusaha.. Sekali-kali lu gantian yah jadi pengusaha, lu gaji deh tuh buruh lo dengan upah yang besar, gw pengen tau usaha lu bisa bertahan sampai kapan.. Gw liat lu cuma kerja di bagian manufaktur, lu pernah hitung gak operational cost tempat perusahaan lo bekerja? gak kan? makanya jangan sok tau bro..

      Sorry to say ya, kualitas buruh di indonesia itu masih kalah jauh ama negara asia yang lain khususnya di china.. Buruh disana tuh produktif banget, makanya sekarang semua produk banyak yang berasal dari china.. Gak kaya di Indo, kerja males-malesan nuntut gaji gede mulu.. Sadar dong para buruh, kalo mau gaji gede yah pinter-pinter lah dalam bekerja.. Misalnya kalo dah pengalaman kerja beberapa tahun di sebuah perusahaan, dengan bekal pengalaman itu kan lu bisa pindah2 kerjanya utk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.. Sukur2 bisa naek jadi supervisor atau semacamnya, harus puter otak dong kalo mau kaya.. Jangan bisanya cuma ngeluh aja gaji gak cukup, kalau gaji kecil yah bini suruh ikutan kerja, anak juga gak usah banyak2 cukup satu aja kalo gak mampu.. Jangan kerjanya malah bikin anak mulu, banyak anak tuh bikin makin susah bukannya bikin makin banyak rejeki..

    • karyawan

      buat mas jgn sok taulah…yg ente liat buruh yg masih ngangkot pak, coba liat buruh yg dapet transport bus dari pabrik, jujur, posisi gw dikerjaan sama kaya lu, tapi mungkin gaji gw bisa lebih kecil dari lu…masalah kurang atau ga, tergantung si yg punya otak atau si manusia itu sendiri, ga usah sok perduli, kalo kalo apa yg lu pikirin cuma untuk cari muka sendiri…GAJI GW SAMA GAJI KARYAWAN YG GW URUSIN LEBIH BESAR GAJI KARYAWAN ITU..

    • karyawan

      satu lagi, naik turunnya saham Indonesia, khususnya rupiah mata uang kita, juga ditentukan dari tinggi atau rendahnya pengangguran di negara kita, kalo nanti malah banyak pengangguran, wajar kalo kita inflasi lagi…ane S1 perbankan n manajemen pak..

    • karyawan

      dan saya rasa semua teman-2 disini ga ada yg pake “andai-andai” dalam bikin artikel, semua menggunakan alasan dan analisa masing-2, dibantu sama ilmu pendidikan yg mereka punya, atau jgn-2 situ pendidikannye juga dikatrol kali ye, makanye cuma bisa komen pak urat, ga pake analisa.

    • frank javier

      buat jgn sok tau lah, emang bener sih mas bro, hidup itu ga pernah adil dan ga akan pernah adil selamanya, mau dibilang cukup atau ga gaji segitu juga tergantung sama yang nerima mas bro, gue sarjana IT, kerja udah lama di salah satu perusahaan IT, besaran gaji rasanya ga etis yah kalo disebutin di sini, istri gue juga kerja buat nutupin juga cost rumah tangga, kebetulan gue punya temen yang jadi buruh di salah satu industri sepatu deket rumah, selalu aja ngeluhin besaran gajinya yang ga sesuai, dll, banyak lah, tapi ga pernah mau ada usaha lain buat nutupin cost hidupnya, paling ga kreatif dikitlah, ngojek kek atau jualan apa kek gitu, ni cuman ngerokok aja kerjaannya
      n satu lagi mas bro, jujur gue ga suka kalo lu sampe nyebut-nyebutin background admin, itu ga pantes sama skali bro, lu sarjana ngakunya tapi tulisan loe yang malah kayak anak SMP, biarin aja lah admin menyatakan pendapatnya, kalo lu ga suka ya buat tulisan tandingan spt yang dibilang admin, selesai kan masalahnya????
      buat mas admin, maju terus lah, salut untuk ente yang nanggepin si aneh satu ini dengan sikap arif, mau terus brow…..

    • adil bukan sama rata

      @jgn sok tau lah, karena kamu merasa nggk adil antara kerjaan kamu dan kerjaan buruh, coba minta ke HRD untuk potong gajimu supaya ADIL. Gaji bukan dihitung dari beranya kerjaan tetapi dari tanggung jawab. Tunggu kamu jadi owner baru ngomong lagi.

  • Lolyte

    Oke sedikit Komentar kebetulan Bokap ane pernah jadi kontraktor di beberapa Pabrik di daerah jawa barat(bekasi dan sekitarnya) dan Jakarta

    Pertama, Layakah gaji buruh dinaikan
    Ane ga ngomong berdasarkan hasil riset Dr a lah,proff B lah, ane ngomong berdasarkan hal yang ane liat dilapangan secara Live

    1. Jam 10 Pagi ane udah nemuin sekelompok Buruh lagi ngopi + ngerokok di kantin (What The), apakah yg seperti ini yang layak dinaikan gajinya??
    2. Kebetulan ane mendengan percakapan merekan and guess what, ternyata mereka itu curi” jam kerja buat istirahat -.-”
    3. Banyak buruh mengeluh soal biaya transport, setau ane buruh itu sudah disediakan transport dari perusahaan berupa bus” besar dan itu ga murah dan beberapa perusahaan juga sudah menyediakan makan siang

    Kedua,Think about the future be Productive
    Menyedihkan mayoritas buruh orang indo taunya cuman menuntut, mereka tidak menimbang effectnya,efeknya sudah TS utarakan diatas dan ane setuju banget

    Ketiga,Buruh sebenernya rada kurang ajar
    Well, Demo nutup jalan tol>>dikirannya itu jalan tol punya nenek moyangnya apa
    DIpotong jaminan kesehatan(ane lupa berapa%) ga mau juga padahal kan itu buat mereka juga

    • MendinganManaID

      ini jawaban mas / sis Llyte saya tujukan biar mas bro @b63fa614e58bf66636724911e31127ef:disqus ikut baca :p

    • webdiver

      Buruh2 sampah yg kayak gitu…

  • blackposh

    buruh demo minta ump naik sambil mogok kerja > perusahaan jadi rugi,karena produksi gak jalan > gubernur setuju ump naik > buruh girang,trus sekarang minta biaya buat jaminan kesehatan dihapus dan yang bayar pengusaha lagi > pengusaha udah rugi, disuruh bayar mahal pula buat gaji buruh > alhasil pengusaha relokasi pabrik ke luar negri > pabrik ditutup dan terjadi PHK masal > mampus dah buruh, memble lo sekarang..mau kerja apa

  • Marx

    Analisa yang bagus. Kalo gantian pengusahanya yang demo gimana? kan asik tuh, biar sama-sama pengertian.. misal bikin otomatisasi produksi sampe 80%, (kalo gak ada UU yang melarang), jadi kan UMP bakal tetep segitu, dan bahkan buruh yang tetep bekerja malah bisa naek gaji (setelah penyaringan lewat PHK). Mungkin Serikat buruh indonesia pengen jadi pionir kali, sekalian aja pengusaha disini jadi pionir juga. selangkah lebih maju laah.. Kalo ane sih lebih setuju itu para wakil rakyat aja yang di PHK in.. keknya duid negara abis buat gaji (+insentive +tunjangan +deelel) mereka. lagipula gaji itu orang eMPeeR/DePeeR kegedean deh dibanding kontribusi mereka.. dan sekalian suruh mereka (orang eMPeeR/DePeeR) pulang ke daerah masing2 aja, kaya bisa bikin maju aja disana..

  • Wong Cilik

    saya setuju dengan artikel ente gan, bukan mempermasalahkan naik gajinya, tapi lihat efeck dari kenaikan gaji yang kemungkinan tidak akan sesuai dengan laju perusahaan, saya tinggal di area industri dan saya banyak bertertangga dengan buruh2, bukan saya mau merendahkan buruh atau gimana saya hanya prihatin lihat orang pemalas yang di lihat cuma nongkrong, ngopi dan ngerokok pada jam2 kerja dapat gaji gede dan saat orasi buat naikin gaji orang-orang ini yang paling semangat padahal kerjaan MEMBLE, mending buruhnya produktif tidak sia-sia memberi upah gede perusaan juga akan lebih meningkat,

    ini sudah pemalas kerjaan bikin recok, mangkal saat jam kerja dapat gaji gede ??? WTF,
    untuk UMR Standar D3 saja belum segitu, klo gitu buat apa cape2 sekolah tinggi mending jadi buruh bisa malas-malasan dapat gaji Gede OMG

    untuk para buruh tolong berfikir aga jernih lihat efek kedepannyakalo perusahaan ga ada buruh ga masalah bisa digantikan mesin. tapi kalo buruh ga ada perusahaan yang nerima lagi mau gimana ?????????? kalo mau uang tambahan bikin usaha tambahan

    tolong fikirin, kedepannya, saya sehari-hari hidup di lingkungan industri banyak melihat buruh yang MEMBLE dan ga GUNA kerjaannya merecokin

  • abud

    ane 100% setuju ama analisa di atas. ane yakin itung2an KHL pasti masukin parameter rokok & pulsa, mungkin juga ketambahan cicilan motor + BB. buruh disini maunya enak, otak kosong, kerja cengangas cengenges, pulang tenggo, gaji gede. ane dulu lulus S1 kerja cuma dpt 750rb. kalo ngitung inflasi tiap taon angka segitu ga nyampe 2,2jt. Ini gara2 serikat pekerja yg cuma ngompor2in demo, kalo tuntutannya berhasil dia pasti minta jatah. sialnya pemerintahnya juga aji mumpung cuma mikirin kebijakan populis biar disukai rakyat tanpa memikirkan efeknya. lebih sialnya lagi si pemerintah, buruh, dan serikat pekerja ga liat analisa diatas beserta komen2nya jadi di sini kita cuma bisaa ngomel2 sendiri :))

    • titasik

      Ente lulus S1 taon berapa bro? kalo 18 taun yl wajar lah gaji 750rb. Di tempat kerja ane dulu (PMDN lo) taun 1994 gaji S1 900rb, taun 2001 gaji S1 udah 2,5jt. Kalo taun segitu gaji S1 masih 750rb ya.. kebangetan lah atau emang b**o.

      • cristian

        biar tau aja bro, kalau di industri di kota medan parah banget soal gaji.s1 ditawari gaji 900rb, sedangkan ongkos saja sudah berapa habis..kalo di medan gaji pribumi dan tionghoa beda biarpun posisi sama

        • unodos

          hukum pasar , dimana barang sedikit maka harga akan naik. coba aja sekarang nyari pengasuh bayi , dulunya (5 thn yg lalu) dgn gaji 500rb gampang nyarinya . sekarang 1,4jt masih kesusahan nyarinya.

  • atrinov

    setuju bosss… ngapain capek2 kuliah klo ternyata gaji buruh yang maaf ada yang lulusan SD bisa setinggi itu.

  • xiang.yu

    hmm… mau nambahin komen… Kebijakan Bp Jokowi ini kan berlaku “cuma” di jakarta. seandainya pabrik dll direlokasikan ke “tetangga” jakarta, ga perlu keluar negri, contohlah ke majalengka/indramayu/pamanukan, kan yg berlaku UMP Jawa Barat bukan DKI. Kalau pabrik semua di daerah itu, kepadatan penduduk Jakarta bakal berkurang karena otomatis para buruh akan ‘pindah’ ke daerah itu utk menekan ongkos & biaya hidup di DKI. Urbanisasi berkurang karena peluang usaha di Jakarta makin tertutup. Bayangkan seandainya 500.000 buruh berkurang dari jakarta tiap tahun…. Para Bos pabrik juga tinggal pasang CCTV kalau mau mantau dari jakarta.

    • webdiver

      jawaban pinter mas :)
      mudah2an pemerintah daerah sebelah gak asal nentuin lagi UMRnya bisa2 pada pindah ke thailand/cina semua pabrik2. terus buruh ga ada kerjaan deh.

      • xiang.yu

        UMP 2013 Majalengka 850.000, indramayu 1.125.000, Kuningan 875.000… wonogiri 830.000 …. semoga para bos udah mulai ancang ancang buka usaha baru di daerah… jgn buka pabrik di jakarta… sumpek dan mahal…. kembangkan perekonomian derah di luar jakarta juga…. misalkan tahun depan juga naik, rasanya ga akan separah sampai 50% naiknya…. kecuali memang daerah itu ga mau lagi nambah jumlah pabriknya….

    • http://kumikokids.tumblr.com/ asudja

      kyknya.. ini salah satu skema jokowi utk mindahin industri keluar dr jakarta, jadi nantinya tidak ada truk2 besar lalu lalang di dalam kota..

      • karyawan

        gak pak boss…pak jo n pak ahok, cuma berusaha jadi penengah, biar ga demo terus, justru pindahnya pengusaha itu karena efek kenaikan gaji yg segitu besar, buktinya anak singkong aja ada rencana mau pindah juga, kalo UMP naik segitu besarnya.

        • http://kumikokids.tumblr.com/ asudja

          ya dengan kata lain, bener kan? karena “halangan” berupa UMP.. makanya pengusaha “terpaksa” pindah pabrik ke daerah2 lainnya.. so dgn kata lain “mindahin industri keluar dr jakarta (dan daerah2 sekitarnya)” kan? hehehehe…

          • karyawan

            mending kalo cuma keluar daerah, kalo pindah negara gmn?

          • http://kumikokids.tumblr.com/ asudja

            hukum pasar berlaku, pemerintah (pusat dlm hal ini) akan bergerak utk menurunkan standar UMP (sehingga tenaga kerja terserap, iklim investasi naik lagi, dll), buruhpun akan turunkan standar, mending dapet gaji 1,3juta/bulan drpd kaga kerja alias penghasilan NOL.

            tapi knp jg pd ngabur ke luar negri? majalengka 850k, kuningan 875k, wonogiri 830k.. bnyk tempat yg murah koq di indonesia.. dan semoga dengan industri pd geser ke tmp2 tersebut, pemda daerah mulai mikirin infrastruktur pendukungnya, majalengka sm kuningan deket cirebon, sukur2 nanti bakal ada pelabuhan standar internasional di sana >> jalur ke singapur/malaysia ga harus dr jakarta, tapi bs jg jd cirebon >> pertumbuhan daerah pesat>> pemerataan ekonomi indonesia

            dan di saat yg sama, buruh2 jg harus belajar bahwa standar gaji ditentukan oleh permintaan pasar, bukan karena demonstrasi ato kekuatan rakyat.. pengusaha bukan orang2 bodoh, hanya karena di demo ato mogok kerja bukan berarti permintaannya akan dikabulkan, mungkin mereka sendirilah yg akan gigit jari akhirnya..

          • karyawan

            yang jelas “you get some, you are ready to lose some”, dalam kasus ini, bisa dapet gaji gede, cuma lom tentu dipertahankan kinerja atau kekaryawanan org itu.

          • karyawan

            kan beda arti dari kata “mindahin” sama “pindah” mas bro… :D

    • rudy

      Klo saya yg jadi pengusaha, mikirnya kira2 begini. Klo saya pindahin ke propinsi lain, ada gak jaminan klo buruh disana tidak akan bersikap sama dengan buruh2 terhormat di jakarta?Mindahin pabrik itu kan sama aja nambah investasi. Ngapain saya investasi klo ga ada kepastian usaha.

      • karyawan

        sama juga kaya mikir gini pak…”kira-2 kalo buka usaha bisa maju ga ya?”…ngapin buka usaha kalo ga ada kepastian maju atau tidaknya…intinye…siap aja untuk gambling lah pak bro…

    • worker,pengusaha

      Ane setuju dengan yg ini, itulah rencana mas joko, kalo gak kuat bayar buruh ya pindah aja ke daerah biar gak macet (pemerataan pembangunan) jakarta dah sesek ama pengusaha yg cuma raup untung besar, pasti mas joko udh prediksi itu semua makanya disetujui, yg kaga setuju paling cuma pengusaha yg tingkat kecil or menengah, mending angkat kaki dari jakarta, bikin toko di desa gaji lah masyarakat sekitar desa….. piss

  • gesankp

    jadi menurut lo ..sekarang gue tanya gaji 1,5 di jakarta hidup bisa jadi apa ?? banyak perusahaan yang maen enaknya sendiri harga barang di naikin sesuai pasar tapi buruh dapet gaji sesuai UMR .. menurut gue udah aja biarin UMR di naikin tapi kalo dari perusahaan mau seleksi karyawan biar di seleksi emang realistis bro gaji harus dinaikin lu belanja ke pasar deh .ada pasar kan dirumah lo .lo cek harga harga naiknya hampir tiap bulan ,sekarang kalo lo mungkin bisa colong kanan kiri ,kalo buruh ? ketauan punya sampingan DIPECAT !! ..mau makan gaji bulanan ? yang cuma segitu ..lo pake otak lo ? lo punya perusahaan yang hampir bangkrut ?apa lu calon pengusaha bangkrut ,ga suka komen gue ,silakan delete :)

    • wise

      klo Anda merasa gaji 1,5 kurang hidup di Jakarta, silahkan tidak ada yang melarang Anda keluar Jakarta, itu lebih baik jika Anda kembali ke daerah masing masing, mengembangkan potensi daerah masing masing. :)

    • cumi

      kalo ngerasa gaji 1,5 gak bisa hidup di jakarta ya pindah bang… cari yg lebih baik. manusia itu harus punya jiwa survive… tingkatin diri biar gak jadi buruh terus. Disiplin, kerja keras, jujur dan tidak mengeluh. itu kuncinya…

    • http://www.facebook.com/dira.suprima Dira Suprima

      Dari kata-katanya ketawan ga ada otaknya..

  • webdiver

    Setuju banget ama artikel ini, satu saran saya untuk buruh-buruh yang minta naik gaji, gak usah repot minta naik gaji lah. KALO LOE NGERASA GAJI LOE KURANG, CABUT AJA DARI KERJAAN LOE TERUS CARI KERJA DI TEMPAT LAIN. Simple kan, gitu aja kok repot

  • komentator awam

    Sangat setuju sekali dengan artikel ini……

  • sokjago

    intinya, ga mau di gaji rendah.. ya resign.. bikin usaha sendiri, jangan nyusahin orang laeen… guoblok

  • basaper toenktoenk

    KALAU GUE SIMPLE AJA NIH,,,

    UNTUK PENGUSAHA DAN BURUH…

    PADA INTINYA KITA TIDAK MENIKMATI RASA SYUKUR YANG TUHAN PADA DIRI KITA

    GUE GAJI 700RB PER BULAN TAPI SERASA PUNYA SEGALANYA…

    DENGAN BISNIS ONLINE….

    ALHAMDULILLAH MOTOR PUNYA WALAUPUN GA BAGUS, MOBIL ADA, TANAH PUNYA WALAU SEDIKIT, RUMAH MILIK SENDIRI WALAU MASIH GUBUG. ITU AKIBAT KITA SELALU BERSYUKUR. ALHAMDULILLAH…SUBHANALLAH

    • azhari1991

      WOW, sambil salto

    • karyawan

      mantab mas brooo…

  • orangbijak

    Gaji dokter magang aja 1,2 juta per bulan. Padahal udah kerja 24 jam tuh. Biaya kuliah di Fakultas Kedokteran juga agan2 tau sendiri kan? Ckckck

  • Dhias Kusuma

    Ini Saran GW buat Semua Buruh2 yg kemarin bacod2, Koar2 Minta naek Gaji.

    Sori Bos, Dunia Emang Kejam, dari jaman Ikan Belum bs Nyelem dlm air. Gaji Buruh memang kecil, karena kontribusi secara Individunya kecil. Yg dipake tenaga, bukan Skill atau Otak. So Sadar bro, udah Sukur perusahaan g ngganti tenaga buruh dg Mesin

    Kalo Mau Gaji Gede Bro, saran ane jadi manager, Konsultan, Lawyer, Dokter. Atau Buka Bisnis sendiri
    Kalo jadi buruh ya emang segitu, kalo buruh pada kaya ngapain gw susah2 sekolah ampe ngambil phd di luar bro.

    Hidup itu G adil Bro, tapi Hidup itu itu g adil pada semua orang. Jadi cari keadilanmu sendiri

  • sukwan

    gw heran buruh selalu ngatain gaji kurang,,gaji kurang,,,,,coba kalian semua buruh bisa ngerasain jadi sukwan,GTT,Honorer di Pemerintahan lulusan S1 atau SMP tetep sama,,S1 guru sama aja dengan penjaga sekolah gajinya 500rb perbulan,,itu pun dibayar 3 bulan sekali,,,coba buruh bayangin gaji 500 rbu sebulan,,,intinya syukur

    • MendinganManaID

      yes anda benar.

    • karyawan

      betuuuuuuuuuuuuuuuuuuuul…

  • nimbrung aja

    ane setuju gan dengan artikel ini, ….. dan agan2 yg kasih komen, jangan2 perhitungan KHL punya HP sejenis BB dimasukkan juga ya ? ha .. ha … negeri yang aneh …. dan buruh yang kodong … !

    • MendinganManaID

      kadang malahan punya Galaxy Tab kok… :) jadi ada 2 biaya pulsa juga, pulsa tab dan pulsa HP, asumsi HPnya cuma 1 ya

  • Aan

    SETUJU OOOOOOM!!!

    Coba kalo yang demo itu merasakan rasanya punya pegawai, pasti sikapnya lain lagi.

    Katanya hidup kesusahan, tapi tiap hari bakar duit minim 1 pak rokok. Terus kalo makan siang lauknya ngalah-ngalahin bosnya (alasannya butuh tenaga). Sudah boros, hedonis lagi. Ujung-ujungnya demo tidak rasional.

  • upinipin

    Di zaman orde lama gaji buruh 1 hari 5,000 dan 1 bungkus nasi pakai ikan 1,000 . Sekarang 50,000/hari , nasi 10,000. Tahun 2013 upah buruh 100,000/hari , nasi pasti 20,000/bungkus . Ada yang berani taruhan ? Saya jamin harga barang bakal naik semua . belom lagi BBM nya naik .

    • MendinganManaID

      perusahaan banyak yg sudah ketar ketir… yes anda benar, BBM juga berpotensi naik. Inflasi akan jauh-jauh lebih mencekik di tahun 2013.

  • karyawan

    saran gw buat buruh, jangan mudah terprovokasi, coba dipikirin mateng-2 lagi sebelum cuma ikut-2an, pengusaha ga cuma mikirin gaji kalian, tapi juga jamsostek dan apa yg sudah menjadi hak kalian…intinya PIKIRLAH EFEK DARI DAN UNTUK KEPANJANGANNYA GIMANA….

  • karyawan

    sekarang mah yang penting kerjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

  • revolusioner

    BUAT BURUH: KALAU GK MAU DIGAJI RENDAH MENDING BUKA USAHA SENDIRI AJA..!!
    KAN BANYAK BARANG2 YG BISA DIJADIIN KERAJINAN,WIRAUSAHA,,ATO APALAH

    BANGSA KITA INI MENTALNYA SPT BURUH..ANGKA PENGUSAHA SAJA DIBAWAH 1%
    MASA HAMPIR SEMUA SEKTOR PERDAGANGAN DIKUASAI ASING,.

    DITAMBAH LAGI SISTEM PENDIDIKAN YG TDK MENCIPTAKAN ORANG2 KREATIF…

  • Buruh

    Anda semua takut gaji anda yg S1 di salip buruh ya karena anda ga punya serikat pekerja.

    • pengusaha muda

      orang kreatif gak bakal takut sama apa pun .

    • karyawan

      aduuuuuuuuuhh…kalo bisa diilngin deh tuh serikat pekerja…katanya ga mau ada unsur PKI di indonesia, tapi ko mendukung serikat pekerja…sama aja setuju PKI bangkit lagi…

  • pro ump

    angka 2,2 itu manusiawi buat upah buruh.. buat pengusaha yang ga mampu bayar buruh, ya mending ga usah usaha aja !!

    • http://www.facebook.com/dira.suprima Dira Suprima

      Bagus.. Jadi ga usah ngegaji buruh kan.. IDE BAGUS!!!

  • dokter

    Mau share ya…. Gaji DOKTER UMUM baru lulus 1,2 juta. Ga percaya????? silahkan tanya teman2nya yang dokter atau temannya yg kuliah di FK suruh tanya ke kakak kelasnya yg dokter…. dan saya menerima keadaan ini krn kita cuma dokter umum bukan dokter spesialis bedah, kita sadar diri dengan kemampuan kita, bukan kyk buruh yg ga sadar kekurangan diri sendiri…. Pasien kita cuma jamkesmas dan jamkesda di rumah sakit daerah jd wajar.

    Kesimpulan nya jadilah buruh, jangan jadi dokter

  • karyawan

    Kalo ngerasa jadi buruh enak, pengusahanya jadi buruh aja rame-rame

  • pemula

    kalau menurut saya,pandangan @ichan102:disqus itu manfaat jangka panjang dari kebijakan kenaikan UMP (kalau sistemnya betul2 diperbaiki)…dan artikelnya mimin,adalah resiko yang harus dilalui demi tercapainnya manfaat jangka panjang tersebut…kita doakan saja,mudah2an KKN bisa diberantas sehingga semuanya tidak ada yang merasa dirugikan….

  • workaholic

    menurut gw thread ini memang bener banget….gw pernah kerja di bank S*t*n*c*a*d selama 1 bulan tahun 2001 dengan gaji 750rb dan baru tau kalo di bank memang cuma menang gaya doang gaji mah kecil untuk yang masih staf…lalu gw mencoba…menjadi sectionhead engineer dengan gaji 6x dari sebelumnya diperusahaan pertambangan…karena bosan di daerah pertambangan batubara…gw cuma bertahan 3 tahun dan berbalik mencoba menjadi buruh sebagai SPV…setelah beberapa tahun menjadi buruh memang buruh kebanyakan pemalas, menuntut macam2, disuruh OT ngga mau dan gw baru tau semua itu setelah menjalani 3 tahun dan karena gw pemberontak gw sempet di tawarin jadi ketua Serikat Pekerja dari kawan2, karena management tidak fair/ tidak sesuai Key Performance Indicator dan Performance Appraisal (kekerabatan/ menjilat…dan itu bukan tipe gw banget) dan memang gaji kecil/ gedean gaji operator mesin yang males2an akhirnya gw resign……karena mau cari gaji gede akhirnya gw diterima di perusahaan PMA dgn gaji 2 digit…jadi intinya kalo mau gaji gede yah lu harus resign dan tingakatin kapasitas lu melalui kursus2 dan trainning2…gitu aja repot…

  • workaholic

    Resign dan cari perusahaan yang bener2 bisa ngegaji sesuai dengan kemampuan yang dimiliki…Gw S1 Teknik Mesin dari Kampus Swasta Terkenal di Semanggi dan sedang menyelesaikan study S2 MM di Universitas Indonesia

  • mario

    lan makan ny senen kamis,,,, hufhtttttttt

  • 3nigma

    Bro semua,

    Terlepas dari inti diskusi, cuma mau ngasih tau.. pada sadar gak sih klo kata “buruh” yang lu pada sebut itu sebenernya profesi kebanyakan orang yg ngasih komen disini :)

    Di Indonesia, kita tidak mengenal istilah “white collar” dan “blue collar” sehingga definisi buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Pada dasarnya, buruh, Pekerja, Tenaga Kerja maupun karyawan adalah sama, namun yang saya perhatikan disini adalah kebanyakan orang seolah2 merendahkan pekerja kasar dgn menggungakan istilah “buruh” termasuk TS sendiri yang menggunakan kata “buruh” sebagai judul dengan sangat tidak tepat (….. mendingan jadi karyawan???) ;)

    Selanjutnya, mungkin kita semua bisa menggunakan otak lebih baik lagi.. selain agar diskusi kita juga akan lebih bermutu, juga untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang yang berintegritas dan intelek, lebih dari “orang yang menuntut kenaikan upah tanpa alasan yang tepat” tsb.

    sumber:
    http://kbbi.web.id/index.php?w=buruh

    • MendinganManaID

      Sepakat dengan @3nigma. Kalau berdasarkan textual, memang buruh=karyawan=pekerja.

      Tapi saya rasa ada baiknya dimengerti bahwa diskusi ini sangat kontekstual bukan semata-mata “definisi”. Dalam masyarakat, sudah sangat kental pengertian:

      - buruh = pekerja kasar, dibayar berdasarkan upah harian, dsb
      - karyawan / pegawai = pekerja kreasi, lebih mengutamakan kemampuan kognitif, dsb

      Itu lah yang sedang dibicarakan di sini, maklum kebanyakan kami bukan orang jago hukum, jadi saya juga bicara dengan sudut pandang masyarakat biasa. Akan sangat sulit bagi saya dan para pembaca nantinya kalau belibet bicara gono gitu dengan berbagai referensi literatur hukum :) Toh masyarakat sudah memiliki pengertiannya sendiri. Kita hanya menyebut “buruh” yang berarti kurang lebih “pekerja pabrik kasar” semata-mata demi kpraktisan.

      Klarifikasi saja, di sini tidak ada keinginan untuk merendahkan buruh mas. Justru di sini hanya berusaha membeberkan bahwa walau upah minimum semua naik (termasuk kerah putih) kami tidak terlalu happy, kenapa? Karena policy itu justru akan menggoyang ekonomi secara keseluruhan.

      thx.

      • 3nigma

        bro,
        Sebenernya justru itu yg saya mau koreksi.. klo kita sudah punya definisi buruh yang benar, harusnya kita juga mengambil tanggung-jawab mengedukasi teman2 yang lain.

        Next, klo karena policy itu akan menggoyang ekonomi secara makro, darimana ya teori atau analoginya? bisa dijelaskan? :)

        Mengingat itu kan kebijakan yang bersifat lokal bukan nation-wide (walaupun sangat besar kemungkinannya akan di ikuti oleh pekerja-pekerja pabrik lainnya.

        Sejauh ini kemungkinan terburuknya adalah pengusaha akan menutup pabriknya. Dalam hal ini saya cukup percaya diri mengatakan bahwa pengusaha tidak akan menutup pabrik. Knp? … mas bro perlu inget bahwa sangat banyak pengusaha2 nakal diluar sana yang mengakali berbagai macam kewajiban seperti pajak, dll. Ini semua adalah fitur yg sangat luar biasa yang bisa di dapat dengan ber-investasi di Indonesia.

        ps:
        dalam hal ini saya pribadi tidak memihak pekerja pabrik, cm berusaha agar diskusi ini lebih menarik dan berimbang saja :)

  • http://www.facebook.com/emirsyah.fauzan Emirsyah Muhammad Fauzan

    saran buat mas-mas pengusaha, lain kali ambil buruh jangan yang dungu ya mas, lha kalo mas sendiri ngambil buruh dungu terus bayar gaji mereka sama aja dong dungu nya sama buruh, sekian.

  • Buruh Lagi

    kenapa Jokowi bikin UMP naik sebegitu besarnya??? Realistis aja mas bro Tangerang Karawang dan wilayah sekitarnya UMP lebih kecil dari UMP DKI bukan??? Tujuan Jokowi agar mereka pindah ke Kota2 tersebut akibatnya Jakarta ga sumpek dan terjadi polusi. itu yg pertama

    yang kedua klo emang pengusaha mau keluar ya keluar aja gampang khan. Tapi Mas bro tidak segampang itu Para Produsen tidak 100 persen membuat semua dari 0 samapi 100 persen mereka butuh yang namanya Vendor/ Suplier. o ya Anda bisa sebutkan ga Berapa jumlah Perusahaan yang hengkang dari Indonesia dari tahun 2000 sampai 2012 ( kenapa 2000 karena 1997 sampai 2000 adalah masa tersulit indonesia karena situasi POLITIK bukan UMP ). Berapa n siapa saja anda bisa sebutkan ??? Gini ya mas bro klo makanya tidak mau pada keluar karena mereka gampang mencari Source atau Suplier buat mendukung Produksi mereka di Indonesia Terutama perusahaan Otomotif dan Tekstil serta Apparel. Semua sumber nya banyak di Indonesia coba dia hengkang pindah ke CINA yg katanya upah buruh murah mana ada sumber bahan baku yg ada di sana ujung2 datengin dari Indonesia kena COST lagi khan.

    itu sekelumit pandangan dari seorang buruh yg katanya ” TOLOL”.

    dan ingat bahwa UMP tidak mengikat mas bro anda bisa melakukuna penangguhan UMP dengan syarat2 tertentu. UKM dan industri kecil lainnya bisa melakukan penangguhan tp tidak untuk perusahaan besar kelas dunia.

    Sekali lagi saya mau nanya dari tahun 2000 sampe 2012 perusahaan apa yg hengkang dari Indonesia tolong sebutkan dan minta datanya. Klo anda punya tetangga yg bekerja di Kawasan Berikat hengkangnya pengusaha cuman tipu2an mereka bikin Bendera lagi tp manajemen dan pemilik sama saja.

    Terima Kasih

  • arifin zaenal

    kenaikan umr, cuman jadi alat untuk politic saja, siapa yang mau menjabat sebagai pimpinan suatu daerah pasti akan meng iming imingi dengan kenaikan umr, karena mereka sadar bahwa masa terbanyak ada pada kaum buruh…., mereka ga nyadar jangka panjang akan banyak pengusaha menengah kebawah akan kolaps…., dari pada bikin usaha yang ga ketauan untungnya mending masuk deposito aja lagi

  • Enk4

    setuju sama artikel ini, meskipun keliatannya buruhnya kasian karena biaya hidup yang tinggi, tapi sebenernya kalo gaya hidupnya ngeliat pekerjaan dan berusaha mencukupkan harusnya bisa cukup lah.
    Gaji itu kan seharusnya sesuai dengan effort yang dikeluarkan, wajar kalo petinggi-petinggi perusahaan dapet gajinya lebih besar. Karena mereka memikirkan nasib perusahaan, mereka yang harus ngambil tindakan kalo ada kejadian yang bisa berefek besar ke perusahaan, sementara buruh tinggal menjalankan operasional perusahaan sesuai dengan yang sudah dirumuskan petinggi-petinggi perusahaan tersebut.

    Hnah, kalo memang mau dapat tambahan wirausaha dikit bisa kan? toko online sudah banyak sekarang, jual pulsa aja orang udah bisa hidup walaupun pas-pasan, lumayan kan buat penghasilan tambahan? paling nggak buat ngasih uang saku anak.
    jadi harusnya gaya hidup menyesuaikan penghasilan. jangan memaksakan gaya hidup “wah” dengan kerja dan penghasilan pas-pasan. yang aneh justru malah orang-orang yang sudah punya pendapatan lumayan itu yang gaya hidupnya sengaja dibuat pas-pasan, padahal sebenernya penghasilannya cukup buat gaya hidup yang “wah”.

  • http://www.facebook.com/sarminus.kogoya Sarminus Kogoya

    Biaya buruh 36 milyar, biaya producksi 34 milyar, berarti masih untung 30 milyar. Lumayanlah untung 30% lebih besar dari bunga bank. Gaji 2 juta itu tidak seberapa untuk bisa hidup sejahtera. Kalau gaji buruhnya cuma 2 juta/bulan maka gaji dirut harusnya cuma 6-8 juta/bulan. Berikan saya penjelasan kenapa gaji buruh cuma 2jt/bulan tapi gaji para direkturnya bisa lebih 20 juta/bulan.

    • otak gan

      Untung 30% lumayan? elu nggak hitungin resiko dan ketidak pastian?

      tanggung jawab antara buruh dan direktur berbeda, buruh cuma mikirin kerjaan dia sendiri, direktur memastikan buruh menerima gajinya zzzzzzzzzzz

  • nadine hutabarat

    MANDINGAN PABRIK ITU PINDAH KE DAERAH LAIN LUAR JAKARTA. BIAR MERATA PEREKONOMIAN INDONESIA, B

  • itha

    emang yaa orang indonesia udah kedoktrin negara malas bro ..
    aku prihatin ama ttgaku juga, maaf.. dia orang ga punya tp belagu bgt .. rumah reot njelek2in orang hobinya .. ngaku2 hp 7. baju slalu ganti2 .. wkkwk..tp liad rumah kek sarang tikus werok gt.. hii..
    ada jg sekarang ank2 sd pegang hp. kerjanya ortu di pabrik.. emang orang sini kebanyakan cmn bs gengsi, slalu nuntut gaya hidup tinggi tanpa mau kerja keras terlebih tdk melihat kemampuan ekonominya. maaf sih bukan mau ngurusin orang lain,tp prihatin aja bro. utang sama gw 17rb aja kaga dibayar tp anak nya yg masih sd minta pulsa terus buat hpnya ,ckck.. setuju dah buruh sini emang kebanyakan malasnya .. ckck

  • soran ibrahim

    klo saya lihat mgkin itu strategi.. dgn begitu pengusaha yg perlu buruh pend rendah akan pindah atau keluar dari jakarta.. mmg awalnya akan bnyak pengangguran, namun banyak dari pengangguran tsb yg bukan orng jkt.. krn kesulitan ini mrk mau ga mau akan plng kampung.. sdngkan khusus wargaasli jkt akan mendapat bnyk fasilitas..dan jakarta akan menjadi sentral bisnis.. bukan sentral industri.. kepadatan penduduk akan berkurang dengn pekerja non jkt pulang ke daerah masing2…

  • wiraswasta

    Setuju banget dengan artikel ini..
    Buruh-buruh goblok dan mahasiswa tolol yang gk pernah belajar tentang efek domino yang disebabkan demo seenak jidatnya..
    Mau gaji gede??. resign aja, buka usaha sendiri. biar mampus sono lu bangkrut

  • dodol

    PEMERINTAH GILA & TOLOL MENAIKKAN UMP DARI 1,5 JUTA SAMPAI 2,2 JUTA…YANG BENER SAJA BURUH CUMA LULUSAN SD ATAU MAKSIMAL SMA BISA DAPAT GAJI 2,2 JUTA…GAJI SARJANA SAJA RATA-RATA CUMA 3 JUTA…

    BANYAK PENGUSAHA SUDAH SIAP-SIAP PINDAH USAHANYA KE LUAR NEGERI YANG BIAYA UPAH / UMP BURUHNYA JAUH LEBIH RENDAH (BISA DIBAWAH 1 JUTA) DITAMBAH INFRASTRUKTUR YANG LEBIH BAIK DARIPADA INDONESIA…

    NANTI SEBENTAR LAGI PASTI AKAN ADA PENGANGGURAN MASAL AKIBAT PENGUSAHA AKAN PINDAH KE LUAR NEGERI AKIBAT KEBIJAKAN UMP YANG TERLALU TINGGI INI…

    SEGERA REVISI UMP YANG ADA SAAT INI…!!!

  • yus

    Waaah provokatif…. makanya page rank tinggi :D

    Tau kenapa buruh nuntut segitu????? Karena liat tukang ojek bisa dapet 3 juta per bulan. guru asal-asalan 5 juta, tanpa target kerja. 6 juta buat tukang parkir. Sekdes aja sekali minta 20.000-50.000 urusan admin aja. Oknum Polisi minimal 50 rb sekali tilang. pengumpul sawit jatuh 150/ hari. Cewek simpenan koruptor dan bandar narkoba milyaran dapetnya. Pegawai pajak, jaksa, hakim, pejabat berapa milyar hartanya?? Ratuuusaan…..

    gaji buruh ga usah naik. Betul. Biaya sekolah gratis. ngaji TPQ juga gratis (ustadz sekarang pada komersil soalnya, njual sorga). berobat gratis, Medical Check up gratis. tranportasi murah, aman. Hukum adil ga pake palu uang. Jadi…..bukan buruh yang harus ditekan saat ini. 2.200.000 kapan bisa beli rumah??? nyicil 15 tahun tipe paling RSSSSS aja ga mampu tuh. 2,2 di JAKARTA !!! ingat jakarta. jangan dibandingin sama gaji buruh di kaki gunung lawu!

    Gitu bro, buruh harus merebut haknya! ini indonesia kita! Hidup Korsa BURUH!!!

  • syamsul

    pemerintah harus perhatiin buruh tani atau buruh nelayan …… donk, mah buruh pabrik udah kaya….. punya sepeda jepang, tv jepang, alat masak jepang …… yang dua ini kagak punye….. eeee cuma jalan kaki, lihat tanaman orang / liat laut doang, masak pakai kayu ……. kagak kasihan

  • Pusing

    1. Yg namanya BURUH/PEKERJA selama nya bakal pas-pas an hidup nya! Ngga logis punya status BURUH tp harapin kehidupan MANAGER! Mohon d pikir baik2!
    2. Spt komen d sini, pada akhir nya kekuatan pasar (supply/demand) akan bekerja. Skrg Jakarta mahal, lalu bisnis pindah k daerah, daerah cepat/lambat akan naik UMP nya, yg d butuh kan adalah KEJELASAN HUKUM dalam menangani mslh pengusaha/buruh. Pilihan nya 2: pemerintah melepaskan proses nego sepenuh nya kpd pihak pengusaha/buruh, atau pemerintah mengambil alih sepenuh nya dalam penetapan UMP (bukan mediasi tripartit spt skrg).